Apa betul-betul 30 juta? Baru-baru ini saya baca berita berhubungan dengan
seorang bupati, kalau nggak salah dari Malang, yang berkunjung ke HK. Di berita
itu disebut gajih PRT 12 juta. Langsung ada reaksi dari PRT yang mengatakan
bahwa itu tidak betul. Upah mereka hanya sekitar 6-7 juta.
On Friday, May 11, 2018 4:27 AM, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Berita lama, desember tahun lalu.Sekedar perbandingan saja.---
Gaji TKI di Korea Selatan Rp 30 Juta per Bulan, Berminat?
Oleh: Ai Rika Rachmawati 3 Desember, 2017 - 23:19EKONOMIIlustrasi TKI/DOK.
PRBANDUNG, (PR).- Korea Selatan membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia
(TKI) untuk bekerja di sektor manufaktur di negeri itu. Kendati lowongan yang
tersedia umumnya pada industri skala kecil, tapi fasilitas dan take home pay
yang diberikan setara dengan industri besar di negara ginseng tersebut.Demikian
diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Ferry
Sofwan. Ia mengungkapkan saat peluncuran Dua Juta Kesempatan Kerja dan Bursa
Kerja di Kantor Disnakertrans Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, akhir pekan
ini. Pengiriman TKI ke Korea Selatan diatur melalui skema government to
goverment (G to G)."Walaupun lowongan yang tersedia di industri kecil, tapi
mereka sudah otomatisasi dengan menggunakan mesin-mesin. Jadi, pekerjaannya
tidak berat. Berdiri iya, tapi dalam operasionalnya hanya tinggan menjalankan
SOP dan disiplin sesuai ketentuan perusahaan," kata Ferry.Ia mengatakan,
kebutuhan TKI di negara tersebut sangat besar. Pemerintah Korea tidak
menentukan kuota ataupun menyebutkan kebutuhan jumlah tenaga kerja asing. Tapi,
menurut Ferry, berapapun kesanggupan Indonesia memasok TKI, mereka akan
menampung.
Apa yang harus disiapkan?
"Untuk bekerja di Korsel, yang harus disiapkan adalah kemampuan bahasa dan
perilaku. Tidak boleh buang sampah sembarangan, merokok sembarangan, menyebrang
sembarangan, dan menerobos lampu lalu lintas," ujar Ferry.Perilaku, menurut
dia, menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus disiapkan calon TKI ke Korsel.
Pasalnya, sekecil apapun catatan negatif yang ditorehkan di negara tersebut,
akan menghambat proses pengajuan perpanjangan kerja di Korsel setelah kontrak
tiga tahun pertama selesai."Aplikasi mereka bisa ditolak," ujarnya.Di Korsel,
menurut dia, tenaga kerja asing sangat dihormati. Hak dan kewajiban mereka
disamakan dengan penduduk lokal. Proteksi oleh perwakilan Indonesia pun
dilakukan dengan maksimal."Gaji dasar TKI di korsel itu sekitar 6.500 won per
jam. Sudah disediakan tempat tinggal dan makan dua kali sehari. Perlundungan
asuransinya juga memadai," kata Ferry.Dalam satu bulan, satu orang TKI bisa
mengantongi sekitar Rp 14 juta. Jika rajin bekerja lembur, gaji yang diterima
bisa mencapai Rp 30 juta. Dalam kondisi paling boros sekalipun, menurut Ferry,
TKI bisa menabung sekitar Rp 100 juta per bulan karena biaya hidup di Korsel
yang tidak terlampau tinggi.
TKI terkenal rajin
Dalam sebuah survei yang dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),
kata Ferry, sebanyak 92% pemilik perusahaan di Korsel mengaku sangat puas
dengan kinerja TKI. Mereka dinilai rajin bekerja, tapi kelemahannya adalah
penguasaan Bahasa Korea yang terbatas."Pesaing TKI datang dari Tiongkok,
Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh. Namun, pekerja asal Indonesia lebih disukai,"
kata Ferry.Tahun lalu, menurut dia, Jabar memberangkatkan sekitar 1.200 TKI ke
Korsel. Namun, saat ini total jumlah TKI asal Jabar di Korsel mencapai 9.000
orang. Bagi masyarakat Jabar yang tertarik, dikatakan Ferry, harus mengantongi
ijasah SMA/SMK, mempersiapkan penguasaan Bahasa Korea, dan attitude.
Kesempatan kerja
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendorong
berbagai pihak, salah satunya lembaga pendidikan agar turut serta dalam
meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Pemerintah Jabar, menurut dia, terus
menggagas sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia
(SDM), salah satunya melalui berbagai program magang dan kerja sama sertifikasi
bagi lulusan SMK."Setiap tahunnya angkatan kerja di Jawa Barat sangat tinggi
jumlahnya. Hal ini karena jumlah penduduk di Jabar terbesar dibanding provinsi
lainnya di Indonesia, bahkan dibandingkan negara tetangga. Alhamdulillah,
target kami untuk membuka dua juta lapangan kerja terhitung sejak Juni 2013
hampir terelisasi. Tinggal 180.000 kesempatan kerja. Kami optimistis, pada
akhir program, Juni 2018, bisa tercapai, bahkan terlampaui," kata Heryawan.***
#yiv2873206155 #yiv2873206155 -- #yiv2873206155ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-mkp #yiv2873206155hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mkp #yiv2873206155ads
{margin-bottom:10px;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mkp .yiv2873206155ad
{padding:0 0;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mkp .yiv2873206155ad p
{margin:0;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mkp .yiv2873206155ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-sponsor
#yiv2873206155ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-sponsor #yiv2873206155ygrp-lc #yiv2873206155hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-sponsor #yiv2873206155ygrp-lc .yiv2873206155ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2873206155 #yiv2873206155actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2873206155
#yiv2873206155activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2873206155
#yiv2873206155activity span {font-weight:700;}#yiv2873206155
#yiv2873206155activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv2873206155 #yiv2873206155activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2873206155 #yiv2873206155activity span
span {color:#ff7900;}#yiv2873206155 #yiv2873206155activity span
.yiv2873206155underline {text-decoration:underline;}#yiv2873206155
.yiv2873206155attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv2873206155 .yiv2873206155attach div a
{text-decoration:none;}#yiv2873206155 .yiv2873206155attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2873206155 .yiv2873206155attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2873206155 .yiv2873206155attach label a
{text-decoration:none;}#yiv2873206155 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv2873206155 .yiv2873206155bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2873206155
.yiv2873206155bold a {text-decoration:none;}#yiv2873206155 dd.yiv2873206155last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2873206155 dd.yiv2873206155last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2873206155
dd.yiv2873206155last p span.yiv2873206155yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv2873206155 div.yiv2873206155attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv2873206155 div.yiv2873206155attach-table
{width:400px;}#yiv2873206155 div.yiv2873206155file-title a, #yiv2873206155
div.yiv2873206155file-title a:active, #yiv2873206155
div.yiv2873206155file-title a:hover, #yiv2873206155 div.yiv2873206155file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2873206155 div.yiv2873206155photo-title a,
#yiv2873206155 div.yiv2873206155photo-title a:active, #yiv2873206155
div.yiv2873206155photo-title a:hover, #yiv2873206155
div.yiv2873206155photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2873206155
div#yiv2873206155ygrp-mlmsg #yiv2873206155ygrp-msg p a
span.yiv2873206155yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2873206155
.yiv2873206155green {color:#628c2a;}#yiv2873206155 .yiv2873206155MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv2873206155 o {font-size:0;}#yiv2873206155
#yiv2873206155photos div {float:left;width:72px;}#yiv2873206155
#yiv2873206155photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2873206155
#yiv2873206155photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2873206155
#yiv2873206155reco-category {font-size:77%;}#yiv2873206155
#yiv2873206155reco-desc {font-size:77%;}#yiv2873206155 .yiv2873206155replbq
{margin:4px;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-mlmsg select, #yiv2873206155 input, #yiv2873206155 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-mlmsg pre, #yiv2873206155 code {font:115%
monospace;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-mlmsg #yiv2873206155logo
{padding-bottom:10px;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-msg
p#yiv2873206155attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-reco #yiv2873206155reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-sponsor
#yiv2873206155ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-sponsor #yiv2873206155ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-sponsor #yiv2873206155ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv2873206155 #yiv2873206155ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2873206155
#yiv2873206155ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv2873206155