Melihat berita kelihatannya yg dibicarakan buruh, 1 won sekarang Rp 13 gaji, kurang lebih per jam Rp 84.500 perhari Rp 676 ribu (8 jam sehari) sebulan +/- Rp 15 juta tergantung berapa hari kerja.
PRT di HK dgn kurs sekarang sekitar Rp 8 juta sebulan yg termasuk tinggal dirumah 1 kamar sendiri dan makan. Mungkin perbedaan perhitungan antara sang bupati dgn PRT. kutipan: Di Korsel, menurut dia, tenaga kerja asing sangat dihormati. Hak dan kewajiban mereka disamakan dengan penduduk lokal. Proteksi oleh perwakilan Indonesia pun dilakukan dengan maksimal. "Gaji dasar TKI di korsel itu sekitar 6.500 won per jam. Sudah disediakan tempat tinggal dan makan dua kali sehari. Perlundungan asuransinya juga memadai," kata Ferry. Dalam satu bulan, satu orang TKI bisa mengantongi sekitar Rp 14 juta. Jika rajin bekerja lembur, gaji yang diterima bisa mencapai Rp 30 juta. ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote : Apa betul-betul 30 juta? Baru-baru ini saya baca berita berhubungan dengan seorang bupati, kalau nggak salah dari Malang, yang berkunjung ke HK. Di berita itu disebut gajih PRT 12 juta. Langsung ada reaksi dari PRT yang mengatakan bahwa itu tidak betul. Upah mereka hanya sekitar 6-7 juta. On Friday, May 11, 2018 4:27 AM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Berita lama, desember tahun lalu. Sekedar perbandingan saja. --- Gaji TKI di Korea Selatan Rp 30 Juta per Bulan, Berminat? http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/12/03/gaji-tki-di-korea-selatan-rp-30-juta-bulan-berminat-415093 Oleh: Ai Rika Rachmawati http://www.pikiran-rakyat.com/sender/ai-rika-rachmawati 3 Desember, 2017 - 23:19 EKONOMI http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi Ilustrasi TKI/DOK. PR BANDUNG, (PR).- Korea Selatan membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja di sektor manufaktur di negeri itu. Kendati lowongan yang tersedia umumnya pada industri skala kecil, tapi fasilitas dan take home pay yang diberikan setara dengan industri besar di negara ginseng tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Ferry Sofwan. Ia mengungkapkan saat peluncuran Dua Juta Kesempatan Kerja dan Bursa Kerja di Kantor Disnakertrans Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, akhir pekan ini. Pengiriman TKI ke Korea Selatan diatur melalui skema government to goverment (G to G). "Walaupun lowongan yang tersedia di industri kecil, tapi mereka sudah otomatisasi dengan menggunakan mesin-mesin. Jadi, pekerjaannya tidak berat. Berdiri iya, tapi dalam operasionalnya hanya tinggan menjalankan SOP dan disiplin sesuai ketentuan perusahaan," kata Ferry. Ia mengatakan, kebutuhan TKI http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/07/23/setiap-tahun-indonesia-butuh-37-juta-tenaga-kerja-terampil-405778 di negara tersebut sangat besar. Pemerintah Korea tidak menentukan kuota ataupun menyebutkan kebutuhan jumlah tenaga kerja asing. Tapi, menurut Ferry, berapapun kesanggupan Indonesia memasok TKI, mereka akan menampung. Apa yang harus disiapkan? "Untuk bekerja di Korsel, yang harus disiapkan adalah kemampuan bahasa dan perilaku http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/10/04/sektor-konstruksi-tumbuh-perlu-lebih-banyak-tenaga-kerja-bersertifikasi-410823. Tidak boleh buang sampah sembarangan, merokok sembarangan, menyebrang sembarangan, dan menerobos lampu lalu lintas," ujar Ferry. Perilaku, menurut dia, menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus disiapkan calon TKI ke Korsel. Pasalnya, sekecil apapun catatan negatif yang ditorehkan di negara tersebut, akan menghambat proses pengajuan perpanjangan kerja di Korsel setelah kontrak tiga tahun pertama selesai. "Aplikasi mereka bisa ditolak," ujarnya. Di Korsel, menurut dia, tenaga kerja asing sangat dihormati. Hak dan kewajiban mereka disamakan dengan penduduk lokal. Proteksi oleh perwakilan Indonesia pun dilakukan dengan maksimal. "Gaji dasar TKI di korsel itu sekitar 6.500 won per jam. Sudah disediakan tempat tinggal dan makan dua kali sehari. Perlundungan asuransinya juga memadai," kata Ferry. Dalam satu bulan, satu orang TKI bisa mengantongi sekitar Rp 14 juta. Jika rajin bekerja lembur, gaji yang diterima bisa mencapai Rp 30 juta. Dalam kondisi paling boros sekalipun, menurut Ferry, TKI bisa menabung sekitar Rp 100 juta per bulan karena biaya hidup di Korsel yang tidak terlampau tinggi. TKI terkenal rajin Dalam sebuah survei yang dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), kata Ferry, sebanyak 92% pemilik perusahaan di Korsel mengaku sangat puas dengan kinerja TKI. Mereka dinilai rajin bekerja, tapi kelemahannya adalah penguasaan Bahasa Korea yang terbatas. "Pesaing TKI datang dari Tiongkok, Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh. Namun, pekerja asal Indonesia lebih disukai," kata Ferry. Tahun lalu, menurut dia, Jabar memberangkatkan sekitar 1.200 TKI ke Korsel. Namun, saat ini total jumlah TKI asal Jabar di Korsel mencapai 9.000 orang. Bagi masyarakat Jabar yang tertarik, dikatakan Ferry, harus mengantongi ijasah SMA/SMK, mempersiapkan penguasaan Bahasa Korea, dan attitude. Kesempatan kerja Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendorong berbagai pihak, salah satunya lembaga pendidikan agar turut serta dalam meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Pemerintah Jabar, menurut dia, terus menggagas sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui berbagai program magang dan kerja sama sertifikasi bagi lulusan SMK. "Setiap tahunnya angkatan kerja di Jawa Barat sangat tinggi jumlahnya. Hal ini karena jumlah penduduk di Jabar terbesar dibanding provinsi lainnya di Indonesia, bahkan dibandingkan negara tetangga. Alhamdulillah, target kami untuk membuka dua juta lapangan kerja terhitung sejak Juni 2013 hampir terelisasi. Tinggal 180.000 kesempatan kerja. Kami optimistis, pada akhir program, Juni 2018, bisa tercapai, bahkan terlampaui," kata Heryawan.***
