Ninja dilarang ?

2018-05-15 19:44 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> Kelihatannya pelarangan pakaian cadar di IAIN tempo hari justru tepat.
>
> Pakaian ketat dan/atau terbuka justru lebih baik dan aman.
>
>
> ---In [email protected], <marthajan04@...> wrote :
>
> good comments,  2 thumbs up buat Noroyono.
>
> kalo perempuan masih ngotot memakai cadar juga di tempat umum, mungkin dia
> memang menyokong terorisme. Walaupun mungkin dia sendiri ga berani
> melakukan bom bunuh diri, setidaknya dia support pembom bunuh diri.
> Pantas untuk diwaspadai.
>
>
>
> ---In [email protected], <noroyono1963@...> wrote :
>
> *Renungan/Komentar*
>
> Menanggapi berita keluhan Ibu Valina dibawah ini, pertanyaanya saya
> adalah: Dibawah situasi sosial-politik saat ini, *a**dakah orang yg bisa
> jamin bahwa dibalik cadar dan jubah (jilbab)* yg dikenakan Ibu Valina (yg
> saya hormati) *tidak ada sesuatu yg membahayakan keselamatan umum*?
>
> Jika jawabannya,* "Ada", *jawaban demikian tak ayal lagi adalah
> dipaksakan. Merujuk kepada situasi sosial-politiki saat ini, jawaban
> seperti itu tidak punya dasar yg cukup kuat untuk diyakini kebenarannya.
>
> Jika jawabannya, *"Tidak ada", *jawaban demikian adalah jawaban yg sangat
> realistis, mengingat situasi sosial-politik saat ini.
>
> Menggeneralisasi suatu hal-ihwal tanpa seperangkat data-data yg konkrit
> memang harus dipantangkan. Tapi menganggap peristiwa seorang ibu dengan
> membawa anaknya sendiri melakukan jibaku dengan bom-bunuh-diri di Surabaya
> satu/dua hari yg lalu sebagai sesuatu yg tidak ada, sebagai sebuah benda
> maya -- saya kira anggapan seperti itu benar-benar suatu kenaifan besar,
> sesuatu yg tidak sesuai dengan realitas!
>
> Ibu Valina, sesuai dengan HAM, sesuai dengan keyakinannya, memang berhak
> mengenakan busana, inklusif cadar dan hijab, yg beliau sukai.
>
> Namun dalam pada itu, MASYARAKAT -- yg notabene sudah sangat sibuk dengan
> berbagai tantangan kehidupan sehari-hari -- juga berhak sepenuhnya untuk
> mengambil berbagai tidakan demi mempertahankan diri dari serangan mendadak
> yg sangat biadab. Ketika awan hitam pekat sudah merata di langit, adalah
> bijak apabila orang *"sedia payung sebelum hujan". *Tidak ada seorangpun,
> yg sedikit saja punya pendidikan, tidak mengenal peribahasa ini.
>
> Kalau begitu siapa yg harus dipersalahkan? Kelompok tertentu politisi
> konvensional, kelompok politisi yg berjubah "ulama" dan kelompok spekulan
> politik -- inilah orang-orang yg secara langsung atau tidak langsung telah
> mengondisikan situasi dan kondisi di hadapan kita saat ini, dan oleh karena
> itu orang-orang inilah yg harus bertanggung jawab atas sikon tsb.
>
> Pertanyaan mendasar kepada Jokowi sekarang adalah:
>
>    - Berani tidak dia menerbitkan Perppu (Peraturan Pmerintah Pangganti
>    Undang-Undang) yg memuat secara rinci, konkrit pasal-pasal yg akan menindak
>    tegas siapa saja yg berani melakukan tindakan dalam bentuk apapun yg
>    bersifat melawan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika (Keberagaman) dan NKRI?
>    - Berani tidak dia secara konsisten menindak segala sumber kesenjangan
>    sosial?
>
> Pada hemat saya, situasi-kondisi yg kita hadapi sekarang ini terbentuk
> oleh dua faktor utama:
>
>    - Pertama, pembiaran sejauh ini berbagai aktivitas (yg sering-sering
>    tersamar) anti Pancasila-Keberagaman-NKRI.
>    - Kedua, kekurang-tegasan dalam menindak berbagai sumber kesenjangan
>    sosial.
>
>
> Kalau apa yg akan Jokowi lakukan hanya sebatas pada *bengak-bengok* saja,
> ya saya paling-paling hanya bisa mengucapakan: Selamat jalan ke neraka Pak
> Jokowi!
>
> *Noroyono*
> *15/05/2018*
>
>   ----------------------------------------------------------
>
> *Cerita Valina Diusir dari Angkot Karena Berpakaian Syar'í*
>
>
>
> 
>

Kirim email ke