Sudah BETUUUL usul DPR, PEMBERANTASAN TERRORIS harus dilakukan secepat mungkin, 
...! “Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mujahid menilai pemberantasan terorisme 
saat ini harus dilakukan dalam waktu secepatnya.” Tapi, kenapa harus COPOT 
Kapolari, Panglima & Kepala BIN??? Kenapa tidak mengkritik DPR yang tidak 
cekatan keluarkan UU Anti-Trroris, agar polisi bisa lebih leluasa meringkus 
gerakan teroris itu!? Sudah tertunda 2 TAHUN UU Anti-Terorisme itu tidak juga 
bisa disahkan, ... atau memang ada kekuatan dalam DPR yang SENGAJA menunda 
pengesahan UU Anti-Terorisme itu, agar memberi peluang lebih besar bagi anggota 
JAD, JAT yang kabarnya berjumlah lebih 500 orang kembali dari Surya dan 
tersebar masuk kembali kekampung mereka!

Bukankah sudah terindikasi aksi gerakan bom-panci, penyanderaan Rutan Mako 
Brimob sampai peledakan bom di Gereja Surabaya kemarin ini, bahkan sudah 
dinyatakan gembong pelaku yg bernama Dhita itu adalah anggota JAD yg kembali 
dari Surya! Gerak kerjasama POLISI, TNI dan BIN justru harus dipercepat untuk 
meringkus kegiatan-kegiatan aksi JAD-JAT yg naqmpak sudah siap dan mulai 
meledak satu persatu, ...! Jangan sampai kalah cepat dan lengah membiarkan bom 
meledak-ledak dengan jatuhkan korban rakyat tidak berdosa lebih besar lagi, 
...! Jangan mau terkecoh dialihkan dengan isu-isu copot Kapolri, Panglima & 
Kepala BIN, apalagi bisa teralihkan seperti yang diserukan jenderal Kivlan Zein 
“PKI telah BANGKIT kembali”, ...!

Mudah-mudahan saja Polri, TNI masih berkemampuan mengendus gerak-gerik teroris 
dan bisa sigap meringkus sebelum bom-bom itu meledak membunuhi rakyat tidak 
berdosa, ...!!!

Salam,
ChanCT



From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Wednesday, May 16, 2018 2:49 AM
  



https://tirto.id/komisi-viii-desak-presiden-copot-kapolri-panglima-amp-kepala-bin-cKrn



Teror Bom Jawa Timur
Komisi VIII Desak Presiden Copot 

  Kapolri, Panglima & Kepala BIN

Sejumlah sepeda motor terbakar sesaat setelah terjadi ledakan di Gereja 
Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). 
ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria.
Oleh: M. Ahsan Ridhoi - 15 Mei 2018

Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mujahid menilai pemberantasan terorisme saat ini 
harus dilakukan dalam waktu secepatnya.

tirto.id - 
Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mujahid mendesak Presiden Jokowi mencopot Kapolri 
Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Ketua BNPT Suhardi Alius, dan 
Kepala BIN Budi Gunawan kalau tak mampu tegas berantas terorisme. 

"Jika mereka tidak sanggup menyatakan komitmen dan kesanggupannya untuk 
menghancurkan terorisme dalam kurun waktu yang ditetapkan, maka 
presiden/pemerintah harus mencari dan meminta komitmen dan kesanggupan pejabat 
baru," kata Sodik melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Selasa 
(15/5/2018).. 

Sodik menilai pemberantasan terorisme saat ini harus dilakukan dalam waktu 
secepatnya. Pasalnya, serangkaian aksi teror belakangan telah menjadi bukti 
terorisme adalah ancaman nyata bagi bangsa dan negara. 

Politikus Gerindra ini selanjutnya meminta kepada presiden agar membulatkan 
tekad memberantas terorisme dengan menggerakkan seluruh perangkat negara yang 
ada di bawahnya. 

"Hanya dengan kebulatan niat dan tekad yang 100 persen, serta langkah-langkah 
konkret dan sungguh-sungguh, rakyat percaya pemerintah bisa menumpas dan 
menghancurkan terorisme," kata Sodik. 

Dalam hal ini, Sodik pun meminta kepada presiden agar melibatkan Kementerian 
Sosial, Kementerian Desa, MUI, Kementerian UKM, Kementerian Agama, dewan 
gereja, dan ormas Islam untuk membuat program deradikalisasi di masyarakat. 

Sebab, menurutnya, lembaga-lembaga tersebut bersentuhan langsung dengan publik 
yang merupakan sasaran doktrinasi ide-ide radikal, maka dapat menanggulangi 
terorisme secara langsung melalui penguatan program-program kerakyatan.. 

"Kami sangat prihatin dengan berulang terus aksi teror dan menyatakan berduka 
atas korban aksi-aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo," kata Sodik. 

Selama dua hari berturut-turut, aksi teror melanda Surabaya dan Sidoarjo. Pada 
Minggu pagi, 13 Mei, bom meledak di tiga gereja dan mengakibatkan belasan orang 
meninggal dan puluhan luka-luka. Malam harinya sebuah bom meledak di rusunawa 
di Sidoarjo. Lalu, Senin pagi 14 Mei, bom kembali meledak di depan Polrestabes 
Surabaya. 

Polisi pun segera bertindak cepat menyisir jaringan terorisme. Hasilnya 
sejumlah terduga teroris tertangkap di banyak tempat. Salah satunya di daerah 
Urang Agung, Sidoarjo pada 14 Mei. 

Baca juga: 
  a.. Tetangga Kaget Dita Oepriarto Diduga Pelaku Teror Bom Surabaya 
  b.. Aksi Teror Bom Surabaya Menuai Kecaman dari Pemerintah dan Oposisi 
  c.. AP I Perketat Keamanan di 13 Bandara Usai Teror Bom Surabaya 

Baca juga artikel terkait BOM SURABAYA atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan 
Ridhoi

(tirto.id - Politik) 

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Maya Saputri








Kirim email ke