https://metro.tempo.co/read/1091582/daftar-200-penceramah-maruarar-nilai-menteri-agama-gagal-paham?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_4
Daftar 200 Penceramah, Maruarar Nilai Menteri
Agama Gagal Paham
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Untung Widyanto
Rabu, 23 Mei 2018 02:32 WIB
Maruarar Sirait : Hubungan Presiden dan DPR Justru Harmonis
<https://statik.tempo.co/data/2015/10/19/id_446663/446663_620.jpg>
Maruarar Sirait : Hubungan Presiden dan DPR Justru Harmonis
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - **Politikus Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan Maruarar Sirait menilai Menteri Agama
<https://nasional.tempo.co/read/1090655/kementerian-agama-seleksi-200-nama-penceramah-selama-tiga-bulan>
Lukman Hakim Saifudin gagal memahami visi-misi Presiden Joko Widodo,
terkait dengan keluarnya kebijakan Kementrian Agama soal 200 penceramah
terseleksi.
"Menurut saya, Menteri Agama gagal paham dia bekerja untuk siapa dan
gagal memahami apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi," kata Maruarar Sirait
di Hotel Century, Selasa, 22 Mei 2018.
Baca: Alasan Menteri Agama Lukman Hakim Rilis 200 Nama Penceramah Islam
<https://nasional.tempo.co/read/1090387/alasan-menteri-agama-lukman-hakim-rilis-200-nama-penceramah-islam>
Menurut Maruarar, Lukman semestinya bisa mengerti dan memahami visi-misi
presiden, baik yang termuat dalam Nawa Cita maupun yang tersirat dalam
gestur maupun langkah-langkah Jokowi.
Ia menilai kebijakan Lukman yang tidak seirama dengan Jokowi yang tengah
berupaya merangkul berbagai tokoh ulama dan ormas Islam. "Tapi kebijakan
Menteri Agama justru seperti itu."
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang
Soesatyo menyebut keputusan Lukman sebagai blunder. Bambang melihat isu
agama akan menjadi salah satu isu yang akan dimainkan lawan politik
Jokowi dalam Pilpres 2019. Sebab, bekas Gubernur DKI Jakarta itu dinilai
kurang bersahabat dengan golongan Islam.
Oleh karena itu, saat ini, kata Bambang, Jokowi tengah berupaya menjawab
pertanyaan itu dengan kerja nyata dan menyambangi pesantren-pesantren
dan alim ulama.
"Bahwa sebenarnya bersahabat," ujar dia. Namun, Bambang menyayangkan di
saat yang sama justru Lukman mengeluarkan daftar 200 penceramah itu.
"Semoga bisa segera diselesaikan."
Lukman Hakim mengatakan tidak akan mencabut daftar 200 nama mubalig yang
dirilis Kementerian Agama beberapa waktu lalu.
"Sifat rilis itu adalah dalam rangka kami menjaga, menjawab permintaan
masyarakat. Masyarakat itu kan kami beri. Masa sesuatu yang mereka
harapkan lalu kemudian kami cabut lagi, kan tidak pada tempatnya," kata
Lukman di Kantor Wakil Presiden.
Lukman mengungkapkan, masih ada banyak usulan nama-nama mubalig yang
belum sempat dirilis. Nama-nama tersebut diusulkan oleh perorangan
maupun lembaga. Usulan nama-nama, dia mengatakan, akan dirilis dalam
kesempatan berikutnya.
Menurut Lukman, keputusan merilis daftar nama penceramah merupakan
permintaan masyarakat. Bahkan, sumber nama-nama yang terdapat dalam
daftar datang dari usulan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam,
pengurus masjid, dan perguruan tinggi.
Lukman menuturkan, kementeriannya hanya memfasilitasi permintaan
masyarakat untuk mendapatkan nama-nama penceramah.
Simak: MUI Minta Rilis Menteri Agama Soal 200 Penceramah Tak Diributkan
<https://metro.tempo.co/read/1091582/Menteri%20Agama:%20Penggunaan%20Daftar%20200%20Nama%20Penceramah%20Tidak%20Wajib>
Untuk jumlahnya sendiri, 200 mubalig yang dirilis belum
merepresentasikan jumlah penceramah di Indonesia. Karena itu, ia
menegaskan bahwa daftar nama tersebut masih bersifat dinamis.
Adapun tiga kriteria yang ditetapkan Kemenag adalah mempunyai kompetensi
keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen
kebangsaan yang tinggi.
Menteri Agama
<https://nasional.tempo.co/read/1057712/menteri-agama-gaji-pns-muslim-akan-dipotong-zakat-25-persen>
menyebut penyusunan 200 penceramah itu telah melibatkan organisasi
keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah serta Majelis Ulama
Indonesia (MUI). MUI berperan dalam mengusulkan nama para penceramah
untuk diseleksi Kemenag.
*CAESAR AKBAR | FRISKI RIANA*