Wilayah geografi Indonesia berubah beberapa kali tergantung kapan/waktu yg
dibicarakan, dibawah wilayah Indonesia (tanpa meliputi wilayah laut yg juga
berubah dan masa mempertahankan kemerdekaan):
- Sebelum PEPERA 1969: meliputi wilayah yg sekarang dikurangin Irian Barat.-
Sesudah PEPERA 1969 sampai Aneksasi Timor Timur 1976: meliputi wilayah yang
sekarang.- Sesudah Aneksasi Timor Timur 1976 sampai Act of Self Determination
1999: meliputi wilayah yang sekarang ditambah Timor Timur.- Sesudah Act of Self
Determination 1999 sampai sekarang: wilayah yang sekarang.- Wilayah dimasa yad:
belum tahu
On Thursday, May 24, 2018, 7:52:11 AM PDT, Lusi D. <[email protected]>
wrote:
Untuk pertanyaan kedua bung Jonathan menyatakakan TIDAK. Nah kalau
bung menyebut Indonesia, maka wilayah geografi Indonesia yang bung
maksudkan mana?
Am Thu, 24 May
2018 14:25:50 +0000 (UTC) schrieb Jonathan Goeij
<[email protected]>:
> Lho.... anda masih ikut diskusi toh? Apa bukannya sudah menang KO
> dari permulaan? Ada 2 pertanyaan Bung Lusi, pertanyaan pertama
> tentang kebenaran sejarah proklamasi jawabannya jelas dan tegas
> IYA.Sedang pertanyaan kedua TIDAK. Pidato proklamasi dan teks
> proklamasi itu penting dalam menjawab kedua pertanyaan itu, silahkan
> anda baca dan simak baik2 sebelum kita diskusikan lebih lanjut.
> Pidato proklamasi itu pendek sekali hanya membutuhkan waktu 1-2 menit
> saja untuk baca semuanya, tidak 1 jam lebih seperti video anda tempo
> hari.
>
> On Thursday, May 24, 2018, 7:12:52 AM PDT, Tatiana Lukman
> <[email protected]> wrote:
> Ha...ha..sekarang menolak menjawab langsung pertanyaan Lusi. Padahal
> hanya ada dua jawaban: iya atau tidak!!!
>
> On Thursday, May 24, 2018 3:51 PM, "[email protected]
> [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
>
> Pidato Proklamasi, dari Wikipedia:
>
> - Saudara-saudara sekalian,
>
> - Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk
> menyaksikan satu peristiwa mahapenting dalam sejarah kita.
> - Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang,
> untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!
> Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya
> dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
> - Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai
> kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya. Di dalam jaman Jepang
> ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada
> hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya
> kepada kekuatan sendiri.
> - Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap
> nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri.
> Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan
> dapat berdiri dengan kuatnya.
> - Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarat dengan
> pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia.
> Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang
> saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
> - Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad
> itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> - P R O K L A M A S I
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> - Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan
> Indonesia.
> - Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain
> diselenggarakan
> - dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
>
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
> -
>
> -
>
> -
>
> -
>
> -
>
> -
>
> - Djakarta,
> 17 Agustus 1945
> - Atas nama
> bangsa Indonesia.
> -
> Soekarno/Hatta.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :
>
> Saya ingin bertanya.
> Bung Jonathan mengakui apa tidak kebenaran sejarah Proklamasi 17
> Agustus 1945 yang dinyatakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta?
> Bung Jonathan mengakui apa tidak bahwa wilayah geografi Indonesia
> itu adalah wilayah bekas jajahan Belanda di Nusantara dulu?
>
> Lusi.-
>
>
>
>
> Am Wed, 23 May 2018 19:57:13 +0000 (UTC)
> schrieb "Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45]"
> <[email protected]>:
>
>
> > Agresi Irian Barat pada dasarnya imperialis Indonesia vs.
> > imperialis
> > Belanda. Hasil dari agresi itu rakyat Papua memang lepas dari
> > penjajahan Belanda tetapi kemudian menjadi jajahan Indonesia.
> > Penyebutan Ganyang Malaysia dan Aneksasi Timor Timur disamping
> > Agresi Irian Barat untuk menyangatkan/menunjukkan sifat imperialisme
> > Indonesia, juga sebagai respon pernyataan yg seakan mengatakan
> > Indonesia hanya sekali melakukan agresi militer dan itupun thd
> > Netherland, tetapi ternyata biarpun baik Malaysia ataupun Timor
> > Timur jelas tidak ada hubungan dengan Netherland tetapi toh tetap
> > saja diserang. Anda memang benar bersikap anti-penjajahan Belanda
> > tetapi sayangnya pro-penjajahan Indonesia. Padahal founding father
> > Indonesia mengatakan "Kemerdekaan adalah hak segala bangsa" mungkin
> > kata2 ini perlu diamandemen dengan tambahan "terkecuali ........."
> > yg bisa diisi sendiri daerah manapun yg kemudian dianeksasi
> > Indonesia.
> >
> > On Wednesday, May 23, 2018, 11:42:42 AM PDT, Tatiana Lukman
> > <jetaimemucho1@...> wrote:
> > Ya buat anda pernyataan itu seolah-olah hanya "pendapat" atau
> > "klaim". Dengan sikap itu, sebenarnya dengan jelas jemelas anda pro
> > penjajahan Belanda!!!! Sedangkan saya bersikap anti- penjajahan
> > Belanda. Irian Barat masuk dalam wilayah Indonesia adalah akibat
> > logis dari fakta sejarah bahwa Irian Barat dijajah Belanda. Justru
> > anda yang mencampur adukkan kampanye Irian Barat dengan Ganyang
> > Malaysia dan aneksi Timor Timur. Padahal ketiga hal itu berbeda
> > secara hakekat!!!
> >
> >
> >
> >
> > On Wednesday, May 23, 2018 5:29 PM, "Jonathan Goeij
> > jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
> >
> > Anda mencampuradukkan antara fakta dengan klaim atau pendapat,
> > ketika anda mengatakan "Irian Barat adalah jajahan Belanda" hal itu
> > adalah fakta, tetapi kata2 berikutnya "sehingga ketika Indonesia
> > menyatakan kemerdekaan, maka Irian Barat termasuk dalam wilayah
> > Indonesia" itu adalah pendapat/klaim. Yang terjadi kemudian
> > Indonesia memaksakan klaim-nya dengan melakukan agresi militer,
> > setelah agresi Indonesia menjajah Irian Barat hal itu merupakan
> > fakta.
> >
> >
> > kutipan:Justru anda yang ingin memungkiri kenyataan sejarah bahwa
> > Irian Barat adalah jajahan Belanda, sehingga ketika Indonesia
> > menyatakan kemerdekaan, maka Irian Barat termasuk dalam wilayah
> > Indonesia!!!
> >
> > ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
> >
> > Itu tuduhan seenak udel sendiri. Kenyataan mana yang anda tuduhkan
> > pada saya??? Justru anda yang ingin memungkiri kenyataan sejarah
> > bahwa Irian Barat adalah jajahan Belanda, sehingga ketika Indonesia
> > menyatakan kemerdekaan, maka Irian Barat termasuk dalam wilayah
> > Indonesia!!! Anda ingin membuat sejarah sendiri yang sesuai dengan
> > ide-ide palsu Imperialis tentang Free Choice!! Dalam cerita tentang
> > Herlina yang anda postingkan, jelas tercermin siapa yang dihadapi
> > para gerilya dan Angkatan bersenjata Indonesia ketika itu... Tidak
> > lain dan tidak bukan BELANDA YANG MENOLAK ANGKAT KAKI DARI IRIAN
> > BARAT!! KENYATAAN INILAH YANG TIDAK INGIN ANDA LIHAT DAN AKUI!!!
> >
> > On Wednesday, May 23, 2018 12:13 AM, "ajeg ajegilelu@... [GELORA45]"
> > <[email protected]> wrote:
> >
> >
> > Itu bukan agresi militer. Dan, kenyataan itu
> > namanya 'pembebasan Irian Barat'.
> > Anda sendiri kan lagi-lagi beraninya yah cuma
> > melihat realita palsu. Sebab, faktanya
> > pembebasan itu cukup sebatas "IriaN". Alias,
> > hanya bagian Papua yang dijajah Nederland.
> > Tidak nyelonong sampai ke Papua Nugini, Hawaii,
> > Alaska, Dakota, Texas dsb.
> > --- jonathangoeij@... wrote:
> >
> > Anda kelihatannya tidak berani melihat kenyataan.Agresi militer
> > merebut Irian Barat kalau bukan imperialisme terus apa namanya?
> > --- jetaimemucho1@... wrote:
> >
> > Ha...ha..ha Sukarno punya nafsu Imperialis????!!!! Kalau begitu
> > semua partai politik yang mendukung pembebasan Irian Barat juga
> > antek imperialis!!!! Dan Belandalah yang cinta dan membela
> > kemerdekaan!!!! On Monday, May 21, 2018 5:52 PM, jonathangoeij@...
> > wrote: Bung Djie,Saya berpikir, seandainya tidak ada Operasi
> > Pembebasan Irian Barat tentu Soeharto tidak akan diangkat jadi
> > Panglima Komando Mandala (dan kemudian Pangkostrad) yg memberi
> > Soeharto taring membangun kekuatan/klik di AD dan juga menjalin
> > hubungan dengan pihak luar negeri terutama US/CIA yg pada akhirnya
> > Soeharto menggulingkan Soekarno sendiri. Jadi disini menurut saya,
> > kesalahan terbesar Soekarno adalah menuruti nafsu imperialisme
> > serakah akan wilayah, tanpa Operasi Trikora tentu tidak akan ada
> > genocide 500 ribu rakyat Papua (sekitar 25% populasi) dan tidak
> > akan ada kudeta Soeharto dgn korban 3 juta orang itu.
> >
> > --- djiekh@... wrote :
> >
> > Bung Jo,Suharto itu sudah tiga kali lolos :1. Peristiwa 3 juli
> > 1946.2. Komplotan menggagalkan Bambang Supeno yang pangkatnya lebih
> > tinggi dari dia jadi Pangdam Diponegoro, sehingga akhirnya
> > jabatan Pangdam jatuh ke dia.3. Korupsi di Pangdam Diponegoro. Mau
> > dipecat oleh jendral Nasution.. Ditempeleng oleh Achmad Jani,
> > karena memalukan angkatan Darat. Gatot Subroto ( wakil KSAD)
> > menghubungi bung karno, bahwa Suharto masih dapat dibina, supaya
> > disekolahkan saja dulu. Kesalahan fatal pertama dari bung Karno
> > mnuruti saran Gatot Subroto. Kesalahan fatal kedua, tentunya
> > karena belakangan mengangkat dia jadi kepala
> > Kostradhttps://klikfakta.wordpress.com/2012/11/11/catatan-harian-soebandrio-g30s-pki-bag-3/
> >
> > Salam,KH
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>