*Bukan Soekarno yang mempersatukan Indonesia, tetapi kaum kolonial Belanda
yang mempersatukan kepulauan di Asia Tenggara yang dinamakan Hindia Belanda
(Nederlands Indie). Belanda menghalau Portugis dan Inggris Inggris. Sebagai
salah satu contoh kecil ialah penukaran pulau Run di Maluku dari Inggris
dengan Manhattan (New York) yang dikuasai Belanda pada tahun 1667. *

*Belandalah yang membuat Hindia Belanda sebagai kesatuan geografis politik.
Soekarno hanya meneruskan kekuasaan de facto dan de Juri sesuai perjanjian
KMB tahun 1949. Panca sila dipopulerkan setelah tahun 1949.*


*Mengenai penduduk pulau Run dan lain pulau di kepulaun Banda sekarang pada
umumnya berasal dari pekerja-pekerja perkebunan yang teristimewa
didatangkan dari Jawa, karena pada umumnya penduduk asli dimatikan oleh
Belanda dalam kasus ”Hongie Tochten”.*



https://koransulindo.com/soekarno-satukan-indonesia-yang-beragam-melalui-pancasila/


Soekarno Satukan Indonesia yang Beragam melalui Pancasila

25 Mei 2018

   -


<https://koransulindo.com/wp-content/uploads/2017/07/PPKI-wikikand.jpg>Soekarno
berpidato di hadapan PPKI/wikiwand

*Koran Sulindo* – Presiden RI pertama Soekarno adalah sosok yang menyatukan
Indonesia yang beragam melalui Pancasila.

“Dari nilai-nilai luhur Pancasila, Indonesia mampu menjadi negara besar
yang demokratis, rukun, dan toleran,” kata Direktur Eksekutif Aliansi
Indonesia Damai (AIDA), Hasibullah Satrawi, dalam seri diskusi “Bung Karno
dan Islam” di Megawati Institute, di Jakarta, Kamis (24/5/2018), seperti
dikutip *antaranews.com <http://antaranews.com>.*

Dengan penduduk yang mayoritas muslim, Bung Karno berhasil menghadirkan
Islam Nusantara. Bung Karno adalah seorang nasionalis yang sangat memahami
Islam. Pemahamannya terhadap Islam, diterjemahkan Bung Karno dengan
merangkul rakyat sejak masa perjuangan hingga setelah Indonesia merdeka.

“Keliru jika Bung Karno dinilai jauh dari ajaran Islam. Bung Karno adalah
sosok Islam Nusantara yang berkemajuan,” katanya.

Bung Karno mampu menyatukan rakyat Indonesia yang beragam, baik suku,
agama, ras, dan antargolongan, menjadi satu dalam negara kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).

Bung Karno juga berperan besar dalam menjaga semangat perjuangan seluruh
rakyat nusantara dalam mencapai kemerdekaan Indonesia.

“Kalau bukan perjuangan Bung Karno yang menggali Pancasila dengan
nilai-nilai luhurnya yang universal, mungkin tidak terbentuk Indonesia
seperti saat ini, tapi terbelah-belah menjadi negara sendiri-sendiri,
Sumatera, Jawa Kalimantan,” katanya.

Pemikiran-pemikiran Bung Karno yang universal itu mampu meyakinkan
tokoh-tokoh Islam pada saat itu untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai
negara Islam, karena di dalamnya terdapat rakyat pemeluk agama lain dan
ikut berjuang untuk mencapai kemerdekaan.

“Bung Karno merumuskan intisari ilmu Islam, sehingga para tokoh Islam tidak
mempersoalkan apakah menjadi negara Islam atau NKRI, tapi yang utama norma
Islamnya hadir, “ katanya.

Tokoh-tokoh Islam pada saat itu menyadari dalam Al Quran, tidak ada satu
ayat pun secara eksplisit yang menyebut umat Islam harus mendirikan negara
Islam.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan Indonesia terbentuk dari para tokoh-tokoh
perjuangan pergerakan kemerdekaan yang sangat memahami agama dan beragam.

“Bung Karno saat itu dianggap sebagai kelompok nasionalis yang sangat
memperhatikan konsep, roh, dan amalan Islam,” kata Hasibullah. *[DAS]*

Text proklamasi 17/8/1945  sepatut bebunyi: Atas nama rakyat
Indonesia,..... dan " tidak atas nama bangsa Indonesia,  karena bangsa
Indonesia itu tidak ada. Nama Indonesia baru saja ada pada akhir abad 18.

Kirim email ke