Dilarang saja. Melanggar, ditangkap, dihukum. 2018-05-28 23:37 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Darwis > Aji, meminta ormas tak meminta atau memaksa pengusaha memberi sejumlah uang > atas nama THR Lebaran. Ia menilai perbuatan itu dapat dipidanakan. > > "Itu sama juga seperti premanisme," ucapnya kepada pers. Kesbangpol > merupakan lembaga pemerintah yang menerbitkan izin pendirian sebuah ormas.. > > ... > Ormas minta THR, pengusaha mengaku 'kelabakan' > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44276467> > Abraham UtamaBBC News Indonesia > > - 28 Mei 2018 > > > - Bagikan artikel ini dengan Facebook > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44276467#> > - Bagikan artikel ini dengan Twitter > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44276467#> > - Bagikan artikel ini dengan Messenger > <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44276467#> > - Bagikan artikel ini dengan Email > > <?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-44276467> > > - Kirim <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44276467#share-tools> > > [image: Ormas]Hak atas fotoDETIKCOM/AKHMAD MUSTAQIMImage captionKetua > Umum FBR Luthfi Hakim mengaku ormasnya meminta sejumlah uang kepada > pengusaha di Jakarta menjelang Lebaran. > > Menjelang Lebaran, sejumlah organisasi masyarakat disebut meminta uang > dari pelaku usaha, yang mereka bungkus dalam istilah tunjangan hari raya > (THR). > > Pengusaha mengaku kelabakan menyediakan anggaran itu karena tengah > berupaya membayar THR kepada pihak yang memang berhak menerimanya: karyawan. > > "Hotel di Jakarta waktu Lebaran justru sepi. Kami tidak ada anggaran untuk > ormas," kata Khrisnadi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia > (PHRI) Jakarta, Senin (28/05). > > Khrisnadi menyebut ormas tertentu secara reguler meminta uang kepada > pelaku usaha menjelang Lebaran. Menurutnya, ormas menganggap pengusaha > sebagai mesin tunai yang selalu dapat menyediakan bantuan finansial. > > "Baru kali ini saja ada (pengusaha) yang teriak. Tapi kejadian ini kan > bukan kali ini saja," ujarnya melalui sambungan telepon. > > - Ketika ormas tak lagi minta THR, tapi 'bantuan finansial' untuk hari > raya <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-40270314> > - Preman ikut menata Tanah Abang? Siapa sebenarnya mereka? > <http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41964940> > - THR dan Gaji ke-13 untuk PNS dan pensiunan: Kebijakan populis atau > pendorong pertumbuhan? > <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-44238976> > > Sejak akhir pekan lalu beredar surat berkop ormas Forum Betawi Rempug > (FBR) yang ditujukan kepada pengusaha di Kelapa Gading dan Kalideres, > Jakarta. > > Surat yang berisi permintaan agar pengusaha memberi THR lebaran bagi FBR > tersebut dibenarkan ketua umum ormas itu, Luthfi Hakim. > > "Ngetes kepedulian pengusaha di sekitar situ. Kalau dikasih alhamdulillah, > kalau enggak dikasih, enggak apa-apa. Enggak ada paksaan kok," ucapnya > seperti dilansir *Detikcom*. > > Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Ikhsan, > menganggap pengusaha dan ormas sebenarnya memiliki hubungan saling > menguntungkan. > > Ikhsan mengklaim ormas kerap mengamankan kawasan di sekitar tempat usaha. > Atas dasar simbiosis mutualisme itu, kata dia, pengusaha menyalurkan dana > ke ormas tertentu. > > "Posko Forkabi bisa untuk ronda, kan sekarang ruang publik sedikit. Jadi > banyak yang kami lakukan," kata Ikhsan merujuk kepengurusan ormasnya di > Jakarta yang mencapai tingkat rukun warga. > > Tak hanya Forkabi, Ikhsan mengklaim ketertiban dan keamanan di Jakarta > juga tak lepas dari ormas lainnya, antara lain Pemuda Pancasila dan Forum > Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI dan Polri (FKPPI). > > Meski begitu Ikhsan menyatakan Forkabi tak pernah meminta THR ke > pengusaha. Selain dari ketua umum mereka yang bekas petinggi tentara, > Nachrowi Ramli, ia menyebut Forkabi juga mengumpulkan anggaran dari iuran > anggota. > > "Dalam dua tahun terakhir kami menghabiskan Rp3,5 miliar. Kami tidak dapat > dari perusahaan, tapi kesadaran kami sendiri," ujarnya. > [image: Ormas]Hak atas fotoAFP/ADEK BERRYImage captionPemuda Pancasila > yang berseragam loreng dianggap sebagai ormas yang turut mencegah > kriminalisme, meski sebagian masyarakat menyebut aksi mereka sebagai > premanisme. > > Fahira Idris, ketua umum Bang Japar, sebuah ormas kepemudaan di Jakarta, > menyebut ormas memang biasa mengajukan bantuan dana ke pelaku usaha. Namun > ia mengklaim permohonan itu atas prinsip sukarela dan tak disertai ancaman. > > "Organisasi kemasyarakatan apapun, dari mahasiswa, karang taruna hingga > keagamaan, kalau ingin menggelar acara, mereka membuat proposal dan > memberikannya ke pengusaha di sekitar mereka," tuturnya. > > Fahira mengklaim Bang Japar, ormas yang didirikannya tahun lalu, > menggiatkan kewirausahawanan anggota agar tak ingin bergantung pada > pengusaha atau lembaga pemerintah. > > "Kami punya unit-unit usaha sendiri agar mampu menjadi organisasi yang > mandiri," ujarnya. > > Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Darwis > Aji, meminta ormas tak meminta atau memaksa pengusaha memberi sejumlah uang > atas nama THR Lebaran. Ia menilai perbuatan itu dapat dipidanakan. > > "Itu sama juga seperti premanisme," ucapnya kepada pers. Kesbangpol > merupakan lembaga pemerintah yang menerbitkan izin pendirian sebuah ormas.. > > Adapun kepolisian menilai ormas boleh meminta uang kepada perusahaan, > asalkan tanpa paksaan. Sebaliknya, kata Karo Penmas Polri, Brigjen Mohammad > Iqbal, pengusaha dapat menyalurkan bantuan kepada ormas dengan prinsip > sukarela. > > Tahun lalu, menjelang Lebaran, kepolisian di Bekasi dan Medan menangkap > beberapa orang yang meminta 'THR' ke minimarket dan pedagang kaki lima. > Mereka yang ditangkap mengaku berasal dari ormas kepemudaan. > > > >
