Ibu Hamil Muda Waspadai Penyakit Jantung Bawaan, Kenali Sebabnya
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Yunia Pratiwi
Rabu, 30 Mei 2018 06:00 WIB
#
Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com
<https://statik.tempo.co/data/2017/05/01/id_603429/603429_620.jpg>
Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Sekitar 150 kasus kelainan pada jantung yang
berkembang sebelum kelahiran ataupenyakit
jantung<https://www.tempo.co/tag/penyakit-jantung>bawaan terjadi di
Indonesia setiap tahun. Kelainan ini mulai terjadi saat penderita masih
berbentuk janin di dalam perut ibunya. Biasanya, pembentukan jantung
berlangsung pada trimester pertama kehamilan, atau tiga bulan pertama
kehamilan.
"Kami biasanya mewanti-wanti kepada sang ibu pada tiga bulan pertama
kehamilan jangan makan obat sembarangan dan terekspos macam-macam," ujar
Oktavia Lilyasari, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah
Sakit Harapan Kita, belum lama ini. Karena pada saat itu terjadi
perkembangan organ, terutama jantung. Ibarat sedang membangun rumah dan
bila tidak berhati-hati membangunnya, ketika hujan bisa saja atap
menjadi bocor.
*Artikel lainnya:*
*Jangan Abaikan Tanda-tanda Ini, Bisa Jadi Penyakit Jantung
<https://cantik.tempo.co/read/779603/jangan-abaikan-tanda-tanda-ini-bisa-jadi-penyakit-jantung>*
*Serangan Jantung Mendadak seperti Sridevi, Apa Tandanya?
<https://cantik.tempo.co/read/1064490/serangan-jantung-mendadak-seperti-sridevi-seperti-apa-tandanya>*
Lebih lanjut Oktavia Lilyasari mengatakan penyebab penyakit jantung
bawaan bisa bermacam-macam dan sulit untuk mengetahuinya lebih pasti.
Namun faktor risiko pertama adalah dari ibu. Jika sang ibu mengidap
diabetes, maka si anak 20 persen berisiko mengalami penyakit jantung bawaan.
Yang kedua adalah faktor genetik. Kalau seandainya orang tua, adik atau
kakak menderita penyakit jantung bawaan, maka janin yang dikandung
berisiko lebih besar. Apalagi bila janin kembar, hampir dipastikan
keduanya sama-sama berisiko mengalami penyakit jantung bawaan.
Selanjutnya adalah faktor lingkungan. Seperti karena polusi atau tinggal
di suatu daerah dengan kondisi udara yang buruk, juga akan meningkatkan
risiko penyakit jantung bawaan.
Kemudian sindroma-sindroma atau kumpulan gejala. Ada sindroma yang
diakibatkan kelainan kromosom dan yang paling sering terjadi adalah apa
yang disebut dengan Trisomy 21 (Down Syndrom). Yakni kelainan genetik
kromosom 21 yang menyebabkan keterlambatan perkembangan dan
intelektual. "Ini biasanya dari wajahnya saja kita bisa tahu bahwa si
anak memiliki down syndrom," ujar Oktavia.
*Baca juga: Dokter Spesialis Ungkap Mitos Seputar Penyakit Jantung
<https://cantik.tempo.co/read/837763/dokter-spesialis-ungkap-mitos-seputar-penyakit-jantung>*
Kelainan kromosom yang lain adalah Trisomy 18 (Syndrom Edward), yang
menyebabkan perkembangan sangat lambat. Ini merupakan Trisomy yang
mematikan.
Faktor risiko berikutnya adalah infeksi yang dialami sang ibu dan yang
paling sering adalah Toksoplasma dan Rubela. Toksoplasma atau
Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit
Toxoplasma Gondil. Sedangkan Rubela adalah suatu infeksi virus menular
ditandai dengan ruam merah yang khas. Faktor risiko selanjutnya yakni
gaya hidup. Ibu yang suka merokok, minum alkohol, memberikan risiko yang
besar kepada anak mengalami Penyakit Jantung Bawaan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com