https://dunia.tempo.co/read/1097000/peretas-cina-diduga-curi-data-proyek-naga-laut-angkatan-laut-as
Peretas Cina Diduga Curi Data Proyek Naga Laut
Angkatan Laut AS
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Budi Riza
Sabtu, 9 Juni 2018 19:29 WIB
0 komentar
<https://dunia.tempo.co/read/1097000/peretas-cina-diduga-curi-data-proyek-naga-laut-angkatan-laut-as#comments>
000
#
#
#
#
Tiga kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (atas), USS Ronald Reagan
(tengah) dan USS Theodore Roosevelt (bawah), berlayar bersama gugus
tempurnya di perairan internasional di Pasifik Barat, pada 12 November
2017. Courtesy James Griffin/U.S. Navy/Handout via REUTERS
<https://statik.tempo.co/data/2017/11/14/id_662592/662592_720.jpg>
Tiga kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (atas), USS Ronald Reagan
(tengah) dan USS Theodore Roosevelt (bawah), berlayar bersama gugus
tempurnya di perairan internasional di Pasifik Barat, pada 12 November
2017. Courtesy James Griffin/U.S. Navy/Handout via REUTERS
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pemerintah Amerika Serikat mengatakan data
rahasia sebanyak 614 gigabita terkait angkatan laut dicuri dari sebuah
perusahaan kontraktor senjata oleh peretas yang diduga berasal dari Cina
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiToMjCq8bbAhXLfn0KHQVPBfQQqQIIPigAMAU&url=https%3A%2F%2Ftekno.tempo.co%2Fread%2F903219%2Fas-tangkap-hacker-cina-tersangka-pembobol-jutaan-data-pegawai&usg=AOvVaw2eJyQQwtLEbdpJGK8naCjM>.
Kontraktor itu menyimpan data itu sebagai bukan rahasia meskipun
mengandung informasi itu sensitif.
Salah satu isi data itu mengenai rencana Pentagon membuat rudal
/supersonic /bawah laut. Media /Russia Today/ mengutip /Washington Post/
mengatakan peristiwa peretasan ini terjadi pada Januari dan Februari 2018.
*Baca: *
*Hacker**Cina Serang Militer Australia, Curi Informasi Sensitif Ini*
<https://dunia.tempo.co/read/1024421/hacker-cina-serang-militer-australia-curi-informasi-sensitif-ini>
*Kepala Intelijen Australia: Spionase Cina ke Australia Meningkat
<https://dunia.tempo.co/read/1092761/kepala-intelijen-australia-spionase-cina-ke-australia-meningkat>*
“Data itu dicuri oleh peretas Cina, yang bekerja untuk dinas intelijen
negara terkait proyek Naga Laut (/Sea Dragon project/),” begitu dilansir
media /Russia Today/, 9 Juni 2018.
Kasus ini ditangani tim penyelidik dari Angkatan Laut dan Biro
Penyelidik Federal, FBI. Media /Reuters /melansir aturan federal
menyatakan perusahaan wajib memberi tahu pemerintah jika ada insiden
siber, yang bisa mengganggu jaringan mereka dan terkait informasi rahasia.
“Saat ini kami merasa tidak tepat untuk membahasnya secara detail,”
begitu jawaban perwakilan Angkatan Laut AS saat ditanya /Reuters/.
*Baca: *
//*Hacker Seksi China Ini Simpan `Senjata` di Sepatu Hak Tinggi*
<https://foto.tempo.co/read/33499/hacker-seksi-china-ini-simpan-senjata-di-sepatu-hak-tinggi>
*Cina Bikin Sistem Kecerdasan Buatan Ini untuk Pantau Warganya
<https://tekno.tempo.co/read/1025804/cina-bikin-sistem-kecerdasan-buatan-ini-untuk-pantau-warganya>*
Saat dimintai tanggapannya soal peretasan ini, juru bicara Kedubes Cina
mengatakan pemerintah negara itu tidak tahu menahu. “Pemerintah Cina
mendukung keamanan siber, dan menolak tegas dan melawan segala macam
bentuk serangan siber seperti diatur undang-undang,” begitu dilansir
/Reuters/.
Kontraktor yang mejadi target serangan siber ini bekerja di Pusat Perang
Bawah Laut Angkatan Laut (/Naval Undersea Warfare Center/). Entitas ini
bermarkas di Newport, Rhode Island.
Data besar itu terdiri dari informasi mengenai Proyek Naga Laut termasuk
sinyal dan sensor data, ruang radio kapal selam untuk kepentingan system
kriptografi, dan unit perang elektronik kapal selam. Washington Post
masih menahan sejumlah detil informasi soal peretasan ini karena terkait
keamanan nasional. Selama ini, peretas asal Cina
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=8&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiToMjCq8bbAhXLfn0KHQVPBfQQqQIIRCgAMAc&url=https%3A%2F%2Fdunia.tempo.co%2Fread%2F1041245%2Fjerman-bongkar-aksi-intelijen-cina-pakai-akun-linkedln-palsu&usg=AOvVaw2LPrIaljDCA5RV6WmaLieM>
kerap dituding mencuri berbagai data rahasia dari militer, bisnis dan
pemerintahan negara-negara Barat.