https://www.antaranews.com/berita/717518/susi-paparkan-tiga-pilar-perikanan-ke-norwegia
Susi paparkan tiga pilar
perikanan ke Norwegia
Sabtu, 9 Juni 2018 19:40 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA /Dhemas Reviyanto)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
memaparkan sebanyak tiga pilar perikanan nasional yaitu kedaulatan,
keberlanjutan dan kesejahteraan dengan memberikan kuliah umum di
Norwegian Institute of International Affairs (NUPI).
Susi Pudjiastuti dalam rilis, Sabtu, menyampaikan ketiga pilar tersebut
penting dalam cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim
dunia.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI menyampaikan hal tersebut di Oslo,
Norwegia, Kamis (7/6), dengan ditemani antara lain Duta Besar Indonesia
untuk Norwegia Todung Mulya Lubis, Sekretaris Jenderal Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, dan Kepala Badan Riset dan
Sumber Daya Manusia KKP Sjarief Widjaja.
"Laut Indonesia sangat kaya dan subur. Akan tetapi karena praktik
penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak mengikuti
aturan (Illegal Unreported, and Unregulated/IUU Fishing), kekayaan di
laut Indonesia itu hilang," paparnya.
Untuk itu, ujar dia, dalam rangka memberantas kegiatan IUU Fishing dan
mengembalikan kedaulatan laut Indonesia, pemerintah melalui KKP
mempertegas pelaksanaan UU yang di dalamnya terdapat pasal yang mengatur
penenggelaman kapal-kapal ilegal di perairan Indonesia.
Menteri Susi bercerita, meski sempat mendapat tantangan baik dari negara
luar maupun dalam negeri sendiri, KKP tetap konsisten melakukan
penegakan aturan tanpa kompromi.
Upaya tersebut, lanjutnya, akhirnya menunjukkan hasil nyata. Sebagaimana
tercatat, stok ikan lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY) Indonesia
yang pada tahun 2015 berada di angka 6,5 juta ton, meningkat menjadi
12,5 juta ton di tahun 2016.
Selain mencuri ikan di laut Indonesia, kapal penangkap ikan ilegal juga
banyak banyak digunakan dalam berbagai pelanggaran lainnya seperti
penyelundupan hewan, obat-obatan, bahkan perdagangan manusia.
Oleh karena itu, Menteri Susi meyakini kejahatan perikanan sebagai
"transnational organized crime".
Guna mencapai keberlanjutan sumber daya perikanan, Menteri Susi
mengatakan Indonesia telah melarang penggunaan alat tangkap tidak ramah
lingkungan dan praktik destructive fishing (penangkapan ikan yang
merusak) dengan menggunakan bom, portas, dan berbagai bahan kimia
berbahaya lainnya.
Sedangkan di bidang kesejahteraan, KKP terus mengupayakan bantuan
fasilitas dan pinjaman permodalan bagi seluruh stakeholder perikanan.
Bahkan pemerintah juga menyediakan asuransi demi menjamin keselamatan
para nelayan dan pembudidaya ikan.
Sementara itu, Direktur Kebijakan Kementerian Perikanan Norwegia Gunnar
Stolvik menyampaikan, Indonesia dan Norwegia telah berkomitmen untuk
bersama-sama melakukan perlawanan terhadap segala praktik illegal fishing.
Adapun Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Todung Mulya Lubis
berpendapat, kuliah umum Menteri Susi di NUPI merupakan suatu hal yang
membanggakan. Pasalnya menurutnya, kuliah umum tersebut merupakan kuliah
umum perdana pejabat Indonesia di NUPI.
Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018