https://www.antaranews.com/berita/721332/china-melunakkan-kebijakan-
made-in-china-2025
China melunakkan kebijakan
"Made in China 2025"
Selasa, 26 Juni 2018 02:20 WIB
Dokumentasi Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross (kedua
kiri), dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He (keempat kanan),
menghadiri pertemuan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, China,
Minggu (3/6/2018). (Andy Wong/Pool via REUTERS)
.... beberapa pejabat China telah mengakui kesalahan pemerintah telah
memaksakan kebijakan itu yang telah menimbulkan tekanan kepada mereka...
Beijing (ANTARA/Reuters) - Pemerintah China mulai melunakkan kebijakan
yang dikenal /Made in China 2025/, suatu kebijakan negara mendukung
industri dalam negeri, yang kemudian menimbulkan protes dari
negara-negara Barat, dan pemerintah Amerika Serikat yang mengeluhkan
ambisi teknologi negeri tirai bambu itu.
Sumber-sumber dari para diplomat dan media massa pemerintah China, di
Beijing, Senin, mengatakan, perang dagang besar-besaran yang dipicu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam menaikkan tarif bea
masuk 25 persen pada impor barang-barang China senilai 450 miliar dollar
Amerika Serikat.
Ini telah menekan pemerintah China untuk menghentikan kebijakan dimana
negara mendukung industrinya pemerintahannya yang telah membuat
kesenjangan di 10 sektor utama.
Ancaman Amerika, menurut sumber itu telah membuat pemerintah China
semakin sadar bahwa kebijakan ambisiusnya telah memicu kemarahan Negara
Paman Sam itu.
Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan aturan yang membatasi
perusahaan China memiliki saham maksimal cuma 25 persen jika membeli
perusahaan Amerika yang memiliki teknologi strategis, kata seorang
pejabat pemerintah Amerika.
Seorang diplomat senior Barat mengatakan, dalam pertemuan para pejabat
Cina baru-baru ini mulai melunakkan kebijakan /Made in China 2025/. Para
pejabat telah menggarisbawahi apa saja yang telah membuat kemarahan
mitra dagang luar negeri, kemudian proposalnya akan diselesaikan para
akademisi China.
Dan Kantor Berita China Xinhua memberitakan ada 140 item dalam kebijakan
/Made in China 2025/ belum berjalan.
Diplomat itu mengatakan, beberapa pejabat China telah mengakui kesalahan
pemerintah telah memaksakan kebijakan itu yang telah menimbulkan tekanan
kepada mereka.
"China tampaknya mulai menyesuaikan diri akibat propaganda yang hebat,"
kata diplomat itu.
Tiga wartawan media negara mengatakan, mereka telah diinstruksikan untuk
tidak menggunakan istilah /Made in China 2025/ dalam pemberitaan. Dua
media lain pemerintah mengatakan, mereka tidak menerima instruksi
seperti itu.
Untuk mengejar ketertinggalan di bidang teknologi --terutama di bidang
robotik, kedirgantaraan, mobil ramah lingkungan dan canggih, serta bahan
dasar-- China mengeluarkan kebijakan /Made in China 2025/ oleh Dewan
Negara China pada 2015.
Intinya, kebijakan itu untuk menggapai visi pemimpin China saat ini
menjadi negara adidaya dunia pada 2050.
Tapi kebijakan itu telah memicu kemarahan Amerika yang kemudian
mengenakan tarif bea masuk barang-barang impor dari China.
Pewarta: ANTARA
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018