https://www.antaranews.com/berita/723727/bankir-peringatkan-
wwashington-tidak-buka-perang-investasi-dengan-china
Bankir peringatkan wWashington
tidak buka perang investasi dengan
China
Selasa, 3 Juli 2018 19:17 WIB
Ilustrasi perang dagang China lawan Amerika Serikat (AS). (youtube.com)
Los Angeles (ANTARA News0 - Seorang bankir berpengaruh, Senin (2/7),
memperingatkan bahwa pemerintahan Trump kemungkinan berikutnya akan
menargetkan investasi dalam perang perdagangan Amerika Serikat-China,
tetapi itu hanya akan semakin merugikan kepentingan dan kesejahteraan
ekonomi Amerika.
Dominic Ng, CEO East West Bank yang berbasis di Los Angeles, membuat
pernyataan itu dalam artikel yang dikirim ke Xinhua. East West Bank
adalah salah satu dari lima bank teratas dalam daftar tahunan Bank
Terbaik Amerika di tahun 2018.
Ng mengatakan perang investasi adalah mungkin, "mengingat pendekatan
Presiden yang konfrontatf dan tidak dapat diprediksi terhadap Tiongkok
dan ekonomi internasional secara umum."
Mengutip pernyataan yang tidak jelas dan tidak konsisten oleh Presiden
Amerika Serikat, Donald Trump, dan pejabat-pejabat seniornya, Ng
mengatakan pemerintahan Trump dapat mempolitisasi undang-undang untuk
memperluas skrining investasi-investasi asing, menggunakan keamanan
nasional sebagai alasan.
Dia mengatakan, pembatasan investasi tersebut akan semakin mengurangi
investasi China yang sudah menyusut di Amerika Serika, serta manfaat
terkait di sisi Amerika Serikat.
Bankir melihat penurunan tajam dalam investasi langsung China di Amerika
Serikat tahun ini. Menurut laporan Rhodium Group yang dikeluarkan pada
akhir Juni, investasi langsung China di AmerikaSerikat diperkirakan
menjadi 1,8 miliar dolar AS dalam lima bulan pertama 2018, turun 90
persen dari periode yang sama tahun lalu.
Ng menyalahkan penurunan investasi pada "kajian yang paling penting
lebih keras dan lebih lama CFIUS (Komite Investsi Asing di Amerika
Serikat) dan sikap kebijakan konfrontatif terhadap Tiongkok."
"Investasi outbound global China telah bangkit kembali ke tingkat
pra-2016, dan itu pulih kuat di Eropa - sangat kontras dengan gambaran
di Amerika Serikat. Ng berkomentar, menambahkan bahwa pembatasan
tambahan pada perusahaan China akan lebih lanjut mengalihkan modal China
ke Eropa dan ekonomi lainnya.
Karena tidak ada mekanisme atau lembaga pemerintah yang secara hukum
ditugaskan untuk menerapkan pembatasan inestasi berdasarkan kasus per
kasus, katanya, pembatasan itu akhirnya bisa menutup pintu AS ke
investasi langsung asing yang produktif dan menguntungkan yang sangat
dibutuhkan.
Dalam artikel tersebut, bankir mengutip pembatasan AS pada investasi
otomotif China sebagai contoh, mengatakan itu bisa mengakibatkan
membunuh investasi seperti pabrik kaca mobil Fuyao di Ohio atau pabrik
Giti Tire di South Carolina, yang "masing-masing mendukung ratusan
pekerjaan kerah biru sehingga sangat penting bagi Presiden Trump."
Selain itu, dia mengatakan pemberlakuan pembatasan investasi yang
ditargetkan pada satu negara juga akan mematahkan tradisi keterbukaan
tidak pandang bulu yang telah menjadi pilar kekuatan ekonomi AS dengan
mendukung hampir tujuh juta pekerjaan dan menghasilkan hampir 900 miliar
dolar dalam output ekonomi tahunan.
"Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan dari Jerman --yang juga telah
menarik kemarahan Presiden Trump karena dianggap praktik perdagangan
yang tidak adil-- akan bertanya-tanya apakah mereka akan menjadi target
berikutnya," tambah dia.
Dalam artikel tersebut, Ng memperingatkan pemerintahan Trump untuk tidak
meremehkan kemampuan China untuk menanggapinya, mengatakan pembalasan
China dapat memaks perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang saat ini
menikmati keuntungan dari pasar China yang luas untuk menghadapi
konsekuensi negatif potensial.
Ng menyerukan kepada Kongres Amerika Serikat untuk memastikan legislasi
Modernisasi Undang-undang Pengkajian Risiko Invetasi Asing yang baru
akan menjaga mandat CFIUS yang secara sempit berfokus pada keamanan
nasional dan bukan kriteria ekonomi.
"Mereka juga harus memastikan bahwa setiap undang-undang kemudian
diimplementasikan dengan cara yang sempit dan transparn untuk
meminimalkan politisasi dan penyalahgunaan, memperkuat prediktabilitas
yang dibutuhkan investor asing," kata Ng.
Sementara itu, bankir menyarankan pemerintah Trump untuk menahan diri
dari memberlakukan pembatasan yang secara khusus mendisriminasikan
investor China, karena "itu hanya akan semakin menekan investasi
menguntungkan, mengikis kepercayaan asing pada ekonomi AS dan
menyebabkan kerugian ekonomi nyata bagi perusahaan dan warga AS."
Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018