https://www.antaranews.com/berita/724380/china-peringatkan-amerika-
serikat-jangan-main-api
China peringatkan Amerika
Serikat jangan "main api"
Kamis, 5 Juli 2018 16:54 WIB
Dokumentasi Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross (kedua
kiri), dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He( keempat kanan),
menghadiri pertemuan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, China,
Minggu (3/6/2018). (Andy Wong/Pool via REUTERS)
.... sederhananya, Amerika Serikat tengah bermain api dengan semua negara
di dunia, termasuk dirinya...
Beijing (ANTARA News) - Kementerian Perdagangan China, Kamis,
mengatakan, Amerika Serikat "bermain api dengan semua negara di dunia"
dan memperingatkan, rencana pemberlakukan tarif impor bagi barang China
akan berdampak pada mata rantai pasokan internasional.
China akan terus menghitung dampak sengketa dagang dan membantu semua
perusahaan untuk menghadapi kemungkinan guncangan, kata Gao Feng, juru
bicara Kementerian Perdagangan China, dalam jumpa pers berkala.
"Kebijakan Amerika Serikat sejatinya akan berdampak pada mata rantai
pasokan dunia," kata Gao.
"Secara sederhananya, Amerika Serikat tengah bermain api dengan semua
negara di dunia, termasuk dirinya," kata dia.
Tanggapan tersebut disampaikan satu hari sebelum Washington dan Beijing
akan menerapkan tarif terhadap impor masing-masing, di tengah eskalasi
konflik perdagangan yang membuat pasar finansial panik.
Kepada wartawan, Gao mengatakan bahwa perdagangan luar negeri China
diperkirakan akan terus stabil sepanjang semester kedua tahun ini, meski
para investor tengah khawatir sengketa perdagangan dengan Washington
akan memukul mundur ekspor dan perekonomian di negara itu.
Dalam pernyataan tertulis, badan bea cukai China mengatakan, tarif untuk
impor produk Amerika Serikat akan berlaku segera setelah Washington
memberlakukan hal yang sama. Washington mengatakan mereka akan
menjatuhkan tarif bagi impor produk China senilai 34 juta dolar Amerika
Serikat pada 6 Juli.
Sementara itu, pejabat Uni Eropa mengatakan, China meminta mereka
mengeluarkan pernyataan keras terhadap kebijakan perdagangan Presiden
Amerika Serikat, Donald Trump, itu.
Pewarta: ANTARA
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018