Ingat, sebelum keluarkan kebijakan ini, buruh yang bekerja di KOTA-KOTA,
sekalipun sudah belasan bahkan 20-an tahun juga tidak bisa diperlakukan
sb warga Kota tsb. Anak-anak harus tetap hidup didesa asal! Ini yg
akibatkan banyak anak-anak kehilangan perawatan kedua-orang tuanya
sendiri, ... untuk bisa sekolah anak-anak juga harus TETAP gidup di
desa! Yang dianggap sangat tidak manusiawi. Jadi, adanya kebijakan 5 th
hidup dan bekerja di kota bisa dapatkan KTP kota tsb. adalah satu
kemajuan yg bijaksana. Mengingat, pemuda bujangan yang lebih banyak yg
meninggalkan desa untuk bekerja ke kota, ...
Saya perhatikan, kebijakan harus gunakan bus khusus ke objek tamasya
begitu, justru MENCEGAH hanya KAPITALIS-KAPITALIS yg naik mobil memenuhi
jalan keobjek tamasya, ... Bukankah dengan dipaksakan gunakan bus khusus
membuat orang yang sudah kaya lebih dahulu dengan yang belakangan
mempunyai HAK yang sama! Melihat kenyataan orang yang naik keatas Gunung
Thai itu tidak sedikit berpotongan BURUH dan PETANI DESA!
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 9/7/2018 23:37 寫道:
Ceritanya menarik sekali bung Chan, di puncak gunung apa lihat
kepalanya Pan-guEmojiatau ketemu bu-kek-sian-su?
Foto2nya juga bagus sekali. Tapi pintar juga ya cari duitnya, naik
bayar turun juga bayar. Sudah jadi kapitalis sejatiEmoji
Komentar sedikit kembali kepolitik, kalau harus nunggu 5 tahun baru
dapat KTP dan anak2nya baru bisa sekolah, apakah artinya selama 5
tahun itu anaknya nggak dimasukkan sekolah? Atau mesti ditinggal
didesa supaya bisa sekolah?
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
*Naik Gunung Thai*
ChanCT
Sejak tahun 1979, 1 Juli menjadi hari besar atau hari libur di Hong
Kong, tepatnya Hong Kong secara resmi kembali kepangkuan Ibu Pertiwi
Tiongkok! Tidak lagi koloni Inggris, ... Dan kebetulan tahun ini 1
Juli jatuh di hari Minggu, jadi sebagai gantinya ketambahan hari Senin
libur. Dengan demikian anak-anak yang bekerja cukup gunakan 2 hari
libur tahunan, bisa dapatkan 5 hari libur. Diajaklah kami berdua untuk
naik Gunung Thai di propinsi Shan Tong.
Dan untuk mengambil mengambil perjalanan tour yang agak murah hampir 3
ribu Dollar/orang, jadi harus berangkat yang tgl. 28 Juni, sehari
sebelum tgl. 29 yang memasuki waktu sibuk, anak-anak sekolah mulai
libur musim panas.
Rupanya perjalanan tour agak murah akal-akalan biro-turis saja, karena
ternyata pengaturan perjalanan banyak habis waktu dijalan, dan
beberapa acara harus bayar sendiri. Dihitung-hitung jadi tidak murah
juga, karena jatuhnya sekitar 4 ribu Dollar/orang. Kami di tgl. 28 jam
13 lebih sudah mendarat di Qing Dao (Tsing Tao), lalu diatur naik bus
untuk bermalam di Thai An, kota kabupaten dilereng Gunung Thai.
Masih beruntung, udara cerah disepanjang jalan tol, tidak kena macet
sekalipun nampak jalan tol sedang dalam pembangunan perluasan, jadi
kami bisa asyik melihat kemakmuran kehidupan rakyat Tiongkok yang
nampak terus meningkat, ... dipertengahan jalan bus singgah untuk
mampir ke WC. Mirip dengan jalan tol di Eropah, dengan perlengkapan
pompa-bensin dan supermarket sederhana barang makanan,
buah2an, camilan dan berbagai jenis minuman cukup lengkap, tinggal
pilih mau yang panas atau dingin.
WC sekalipun tidak bersih-bersih amat, karena digunakan begitu banyak
orang, tapi dibuat cukup luas, puluhan orang sekaligus masuk juga
tidak jadi soal, juga tidak nampak WC wanita harus antri disitu, ...
Satu kemajuan masalah pelayanan WC di Tiongkok yg sebelumnya terkenal
jorog dan tak layak dipakai. Selama perjalanan di Shan Tong, hanya
saat meninjau kerajinan tangan, pembuatan layangan, kebetulan tidak
ada listrik jadi WC juga tidak ada air, agak bau dan kotor.
Sedikit kisah sejarah Gunung Thai yang disampaikan Aqiang, begitu kami
memanggil guide di Shan Tong itu. Rupanya gunung Thai, sekalipun tidak
tinggi amat, hanya 1545 meter, tapi di Tiongkok tetap termasuk dalam 5
Gunung INDAH pemandangan alamnya yang diangkat objek tamasya. Pantas
untuk dikunjungi, ... Dan, ternyata masih ada arti lebih PENTING,
dalam sejarahnya, Gunung Thai dianggap GUNUNG KRAMAT, Gunung No.1
Didunia. Menjadi sebuah GUNUNG penting yang harus dikunjungi dalam
hidup RAKYAT Tiongkok! Mengapa?
Kisah dimulai dari Qin Shi Huang, lebih 2 ribu tahunan yl.Entah apa yg
menyebabkan Qin Shi Hung dalam hidupnya sampai 5 kali memerlukan naik
Gunung Thai, padahal dijaman itu, dari keratonnya di Shan Shi dengan
kereta kuda nya harus menempuh perjalanan setahun lebih baru sampai
gunung Thai. Tapi jadi berdampak luar biasa, nyaris semua raja-raja
sepanjang sejarah Tiongkok memerlukan naik Gunung Thai ini! Oleh
karenanya, Gunung Thai dikenal sangat keramat, untuk melanggengkan
tachta Kerajaan!
Boleh percaya boleh tidak, ... kata Aqiang, pemimpin-pemimpin
Tiongkok, dari Sun Yat Sen, Mao Tsetung sampai Xi Jinping sekarang
ini, tidak seorangpun yang berani dan pernah naik gunung Thai, kecuali
Jiang Zhimin. Dan Jiang ternyata adalah pimpinan yang setelah selesai
2 kali masa jabatan dan harus turun tachta, tapi masih saja berusaha
menangkangi terus kekuasaannya. Lebih dari setahun Jiang tetap
mempertahankan jabatan ketua Komisi Militer, tidak juga menyerahkan
pada Hu Jintao penerusnya itu.
Lalu, bagaimana caranya naik Gunung Thai itu? Ada 2 cara naik Gunung
Thai sampai puncaknya. Pertama, ditahun 50-am, dibuatkan jalur jalan
manusia dari batu dan anak tangga untuk memudahkan rakyat menikmati
keindahan alam Gunung Thai, dari Thai An katanya dibutuhkan sekitar 4
jam perjalanan.
Kedua, jalan ini yang digunakan rombongan tour kami dari HK. Setelah
tahun 90-an, dibuatkan jalan raya sampai ketinggian tertentu, hanya
saja demi keamanan sepenggal jalan raya ini tidak dibuka untuk
kendaraan umum. Setiap orang harus lebih dahulu membeli tiket bus, 30
Yen/orang untuk gunakan bus kecil dengan kapasitas sekitar 20 orang.
Setelah sampai diterminal, kami harus turun bus, jalan naik tangga
sekitar 300-an anak tangga, untuk nyambung dengan kereta-gantung. Dan
harus bayar lagi, untuk satu jalan naik 100 Yen/orang, dan turun bayar
lagi 100 Yen/orang! Ooouh, jadi untuk naik dan turun Gunung Thai,
kalau gunakan fasilitas bus dan kereta-gantung, setiap orang harus
bayar 260 Yen.
Eeeiiih, ternyata sekalipun sudah bayar begitu mahal, belum juga
sampai puncaknya, masih harus jalan naik tangga lebih 750-an anak tangga.
Bagaimana, terus jalan atau mogok dan tunggu saja dilereng gunung
sambil menghirup udara segar pagi yang begitu nikmat bertiup angin
sejuk? Hahahaa, ... Aqiang kemarin sudah bilang, makan pagi hari agak
banyak sedikit biar kuat naik Gunung Thai! Namun tetap saja merupakan
satu tantangan bagi saya dan istri yang sudah lewat angka 7 ini. Saya
bilang sama istri, kan sudah nampak tuuuh puncak yang mau dituju!
Ayoo, majuuu teruuus!
Nah, Gambar dibawah ini sepenggal anak tangga yg harus didaki. Cukup
ramai, banyak orang, ... Tidak terlalu terjal, hanya dibagian tertentu
saja ada yg agak terjal cukup memberatkan bagi dengkul yg sudah mulai
bermasalah, ...
Sampai di puncak terasa lebih nyaman, sekalipun cahaya matahari
mencorong, tidak terasa panas menyengat! Padahal, temperatur dibawah,
saat masih dikota Thai An dipagi hari itu sudah 310C! Tapi, dipuncak
gunung Thai bisa dikatakan terasa sejuk dengan ditiup angin sejuk yang
nyaman itu, ... kami melewati satu kuil. Nampak beberapa pengunjung
sembahyang dengan hio, sebagian besar hanya melihat saja. Dan yang
aneh, ada beberapa kios jualan sovenir, banyak dijual kunci-gembok dan
sebelahnya beberapa pemuda mengukir dengan bor listrik, ....
mengukirkan harapan dan nama pembelinya. Lalu, untuk apa?
Rupanya sudah menjadi kepercayaan dikalangan rakyat, harapan-harapan
baik yg terukir digembok itu digembokkan disamping kuil itu dan, ...
tentunya HARAPAN yang terukir di gembok itu akan menjadi kenyataan!
Begitulah kira-kira tahayul orang yang sudah berlangsung ribuan tahun
menghilang dimasa Mao dan sekarang muncul kembali 20 tahun terakhir
ini. Coba lihat, sampai sebegitu banyaknya gembok itu saling terkunci
erat di rantai-rantai besi yg disediakan. Hehehee, ...
Saat naik bus khusus, kebetulan sebelah saya seorang pemuda tegap
besar, ... dari Liao Ning, saya tanya seorang diri? Tidak. Bersama 2
orang tua dan 2 kerabatnya. Istri dan anak tidak ikut? Tanya saya
lagi. Tidak. Anak perempuan masih sekolah, siap ujian naik sekolah
menengah.
Lalu, apa biaya perjalanan naik gunung Thai tidak terasa mahal? Dia
bilang, tidak mahal amat. Kami mengambil jalan bermalam dipuncak dan
besok subuh bangun jam 05 melihat matahari terbit di puncak gunung
Thai. Besok siang kami coba turun dengan jalan kaki, ... Begitu cara
pemuda Liao Ning itu membawa kedua orang-tuanya bersama 2 kerabatnya
mendaki Gunung Thai.
Sedang kami tak lama setelah berfoto-foto di puncak Gunung Thai,
segera harus turun kembali kekota Thai An untuk makan siang, kemudian
meneruskan perjalanan ke Ji Nan, ibukota Propinsi Shan Tong. Ji Nan
termasuk salah satu dari 4 kota-tanur, yang terpanas di Tiongkok
daratan, anehnya, di tengah kota Ji Nan jusgtru ada beberapa sumber
mata-air yang diletakkan ditengah-tengah taman indah. Dan, ... karena
dibawah kota Ji Nan merupakan sumber mata-air, jadi tidak bisa
dibangun MTR, kereta dibawah tanah.
Jadi, seperti Kota Luo Yang yang saya ketahui sebelumnya, kota kuno di
propinsi He Nan ini juga tidak bisa dibangun MTR, karena dibawah tanah
kota Luo Yang, begitu banyak harta karun kuburan raja-raja yang belum
tergali, ... sudah ada beberapa museum besar-kecil dari harta karun yg
tergali saat membangun gedung.
Di kota Ji Nan, saya berkesempatan ngobrol sedikit dengan seorang tua
penjaja kacang-gongseng berkulit, kacangberkulit yang digoreng dengan
pasir, di taman Huang He, Sungai Kuning, saat diajak melihat kuning
nya air sungai Huang di hilir. Kacangnya agak istimewa, kebanyakan
berjumlah 3-4 biji setiap kacang.
Hasil tanam sendiri, kok bisa umumnya 3-4 biji kacangnya? Dia bilang,
iya.. Bibit dari Shan Tong memang begitu.
Senang, ya, ... sekarang bisa berusaha sendiri mendapatkan penghasilan
tambahan? Saya lontarkan sekadar memancing percakapan dengan orang tua
ini.
Eeeii, orang tua ini jadi bersemangat cerita, bagaimana kehidupannya
20tahun terakhir ini jauh membaik. Kalau dahulu sama sekali tidak
boleh usaha sendiri, apalagi menjual hasil produksi kerja sendiri
dipasar bebas, ... dituduh kapitalis. Sekarang saya bisa mengerjakan
tanah sendiri dan berusaha sendiri. Hanya anak laki pertama saja yang
meneruskan kerja diladang, anak kedua juga lelaki sudah lulus univ.
sudah bekerja di kota Ji Nan, sedang ketiga yang perempuan masih
sekolah di Univ. Ji Nan. Saya sering-sering menjual kacang di taman
ini, mendapatkan penghasilan tambahan yang juga lumayan. Satu bungkus
kacang dijual 10 Yen, saya beli 2 bungkus.
Lalu dari anak muda guide tour Aqiang, saya juga bisa mengetahui
bagaimana kehidupannya rakyat Tiongkok sekarang ini. Ternyata Aqiang
asal desa Fu Shan di Guang Dong dan sampai sekarang tetap
mempertahankan KTP didesanya, sekalipun sudah kawin dengan gadis Tsing
Tao dan belasan tahun berdomisili di Tsing Tao. Mengapa begitu?
Aqiang bilang, saya ini tuan-tanah yang punya sebidang tanah didesa
dan nilai tanah itu digabungkan dalam koperasi-desa, setiap tahun
sekalipun tidak ikut mengerjakan tanah itu, tetap bisa dapatkan bonus
dari hasil keuntungan produksi seluruh desa. Kalau hasil panen dan
penjualan hasil panen dengan harga bagus, bonus bisa mencapai 8 ribu
Yen. Tambahan yang lumayan, ...! Apalagi nanti kalau kebetulan tanah
nya akan digunakan untuk pembangunan penting, misalnya. Kita bisa
dapatkan sewa tanah ribuan Yen setiap bulan! Tapi, kalau dia lepaskan
KTP desa, hak atas tanah itu hilang. Buat apa saya mengambil KTP Tsing
Tao, anaknya yang baru sebulan lebih itu juga bisa ikut ibunya, jadi
penduduk Tsing Tao.
Sedang Aqiang, bekerja di Tsing Tao, jadi punya keunggulan bisa bahasa
Kongfu, cukup banyak touris dari HK, jadi dia yg mendapatkan prioritas
membawa turis dari HK di Shan Dong, ... hanya sekali-kali saja membawa
touris lokal yg gunakan bahasa Tionghoa.
Makanya, orang-orang yang sampai sekarang masih saja berani berkicau
kehidupan rakyat Tiongkok didesa sangat menderita kemiskinan, adalah
oprang-orang yang membutakan diri! Padahal ditahun 2008, pemerintah
Tiongkok sudah berani keluarkan ketentuan warga desa yang bekerja
dikota besar, lebih dari 5 tahun bisa menjadi penduduk kota tsb. Dan
dengan demikian pendatang dari DESA bisa diperlakukan sepenuhnya
sebagai warga kota tsb. menikmati tunjangan sosial yang ada, termasuk
dalam hal menyekolahkan anak-anaknya.
Kalau lebih 30-40 tahun yl. anak-anak didesa-desa banyak yang
kehilangan perawatan kedua orang-tuanya yang harus bekerja di kota,
sekarang sudah bisa menarik anak-anaknya hidup bersama dikota dengan
menikmati haknya masuk sekolah dikota. Pemerintah berani keluarkan
kebijakan begini, karena kehidupan didesa umumnya sudah tidak beda
jauh dengan kota-kota besar! Tidak lagi kuatir kota-kota dibanjiri
warga desa mencari kerja dikota, .... seperti lebih 40 tahun yl!
Hari terakhir kami kembali dan bermalam di kota Tsing Tao. Satu kota
yang masih nampak peninggalan koloni Eropah, khususnya Jerman,
terlihat dari gedung-gedung kuno yg dibangun awal tahun 1900-an,
termasuk gedung Gubernur Jerman di Tsing Tao yang tetap dipertahankan
dengan baik sampai sekarang. Dan tentunya tidak ketinggalan, meninjau
pabrik bir Tsing Tao yg juga dibangun oleh Jerman, bahkan
masih bisa diperlihatkan mesin-pertama yang digunakan dari Jerman itu.
Karena cuaca udara Tsing Tao termasuk nyaman di Tiongkok daratan,
musim panas tidak terlalu panas dan musim dingin tidak terlalu dingin,
dan agak kering, tidak lembab itu, ... sekalipun temperatur sudah
mencapai 320C, tidak terasa sangat panas dan lengket berkeringat.
Itulah sebab, Tsing Tao digunakan sebagai tempat
peristirahatan yang nyaman, termasuk dibangun sanatorium bagi perwira
pensiunan dan vila-vila peristirahatan bagi kader-kader tinggi. Ketua
Mao, Lin Piao juga pernah beristirahat di Tsing Tao ini, ...
Begitulah kami mengakhiri tamasya kali ini, dengan peninjauan pabrik
bir Tsing Tao, melihat bagaimana cara produksi kuno dengan mesin lama
dan cara produksi dengan mesin baru yang begitu cepat, dan, ... dengan
bayar 60 Yen/orang, kita bisa dapatkan 1 gelas bir Tsing Tao yang
terasa lebih segar dan nikmat ketimbang beli botolan di supermarket,
karena tergolong bir mentah yang hanya bisa tahan tidak lebih dari 7
hari saja. Lalu, siang hari sudah ke airport siap terbang pulang ke HK.
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com