Pilkada 2018 <https://www.antaranews.com/slug/pilkada-2018>
Presiden Jokowi ingatkan masyarakat tetap jaga kerukunan
Minggu, 15 Juli 2018 01:29 WIB
Presiden Jokowi ingatkan masyarakat tetap jaga kerukunan
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menghadiri pengajian
Alquran dan Haul di Pondok Pesantren An Najah, Gondang, Sragen, Jawa
Tengah, Sabtu (14/7/2018). Dalam kunjungan tersebut Presiden Joko Widodo
menekankan kepada para santri dan santriwati untuk tetap menjaga
kebhinekaan antar umat dan suku. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Sragen (ANTARA News) - Presiden RI Joko Widodo mengingatkan masyarakat
untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa setelah
pemilihan kepala daerah serentak, 27 Juni 2018.
Pada tahun politik ini, masyarakat meski berbeda-beda suku, bahasa, dan
agama, kerukunan antara warga tetap terjalin baik, kata Joko Widodo di
sela Pengajian Khataman Quran dan Haul di Ponpes An Najah Gondang
Sragen, Sabtu (14/7) malam.
"Saya melihat masyarakat pada pilkada makin matang dan pintar dalam
memilih pemimpinnya," kata Presiden.
Presiden mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang besar yang
sering dilupakan, dan penduduk muslim terbesar di Dunia hingga saat ini.
Hal ini sering disampaikan Indonesia memiliki sebanyak 262 juta jiwa
dengan 17.000 pulau serta 714 suku yang berbeda-beda.
"Hal ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita memang
berbeda beda. Akan tetapi, dengan Pancasila, kita bisa menjaga persatuan
kesatuan bangsa," katanya.
Luas bentangan Indonesia dari Aceh hingga Papua terbang dengan pesawat,
kata Presiden, butuh waktu sekitar 9 jam 15 menit. Artinya, bentangan
negara Indonesia sangat besar, dan contohnya berbeda bahasa dalam satu
provinsi di Sumatera utara. Hal ini tidak dimiliki oleh negara lain.
"Marilah kita jaga ukhuwah bangsa kita aset bangsa kita kerukunan.
Jangan sampai karena pilihan bupati, wakil kota, gubernur, hingga
presiden, kita tidak saling sapa antra tetangga di kampung," katanya.
Menurut Presiden biaya sosialnya terlalu besar.
"Meski berbeda, tidak apa-apa, tetapi tetap rukun dan bersaudara. Jangan
mudah terpancing dan menjelekkan orang lain. Selalulah berpikir positif
dan tidak perlu berprasangka negative," kata Presiden.
Pada acara Pengajian Khataman Quran dan Haul di Ponpes An Najah Gondang
Sragen selain dihadiri ribuan pemeluk agama Islam, juga Mensekneg
Praktikno, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan pimpinan Ponpes An Najah
Sragen K.H. Minanul Aziz Syathori selaku tuan rumah.
*Baca juga:Presiden hadiri haul Ponpes An Najah Sragen
<https://www.antaranews.com/berita/726765/presiden-hadiri-haul-ponpes-an-najah-sragen>*
Pewarta:Bambang Dwi Marwoto
Editor: Suryanto
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com