Mahfud MD dan Ma'ruf Amin Dinilai Cocok Jadi Cawapres Jokowi
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Rina Widiastuti
Minggu, 15 Juli 2018 07:55 WIB
0KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1107005/mahfud-md-dan-maruf-amin-dinilai-cocok-jadi-cawapres-jokowi?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_5#comments>
000
#
#
#
#
Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar
pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung
Nusantara, kompleks Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md
menyarankan KPK untuk langsung menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas
Reviyanto Atmodjo
<https://statik.tempo.co/data/2017/11/17/id_663568/663568_720.jpg>
Pakar hukum tata negara, Mahfud Md, saat hadir dalam rapat dengar
pendapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK di Gedung
Nusantara, kompleks Parlemen, Jakarta, 18 Juli 2017. Mahfud Md
menyarankan KPK untuk langsung menahan Setya Novanto. TEMPO/Dhemas
Reviyanto Atmodjo
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai
sosok mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Ketua Umum Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin adalah yang paling cocok untuk dipilih
Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon wakil presiden 2019
(cawapres<https://www.tempo.co/tag/cawapres-jokowi>Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/cawapres-jokowi>).
"Sosok ulama, santri, dan tokoh umat merupakan calon wakil presiden
paling tepat dipilih Jokowi untuk menetralisir sentimen politik entitas
agama dan etnis yang menguat belakangan," ujar Direktur Eksekutif Voxpol
Center Research and Consulting itu kepada/Tempo/, Sabtu malam, 14 Juli 2018..
*Baca:Reaksi PKB Soal Mahfud MD Jadi Kandidat Cawapres Jokowi
<https://nasional.tempo.co/read/1106313/reaksi-pkb-soal-mahfud-md-jadi-kandidat-cawapres-jokowi>*
Menurut Pangi, keduanya juga merupakan tokoh non-partai yang memiliki
kapasitas memimpin dan juga berpeluang dari sisi elektabiltas. Tingkat
penerimaan parpol koalisi juga diprediksi lebih bagus. Jika tidak ada
satu pun kader atau ketua umum partai yang dipilih, memilih cawapres
Jokowi dari nonpartai akan adil bagi para pengusungnya.
"Jokowi tidak perlu perang urat saraf dengan ketua umum parpol pengusung
yang terkesan memaksakan kadernya menjadi cawapres pendamping Jokowi,"
kata Pangi. Cara seperti itu disebut Pangi sebagai strategi politik bumi
hangus.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Maruf Amin di sela Maulid Nabi
Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Lapangan Monumen Nasional,
Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi
Pangi menyebut, ada beberapa kriteria yang penting sebagai pertimbangan
dalam memilih cawapres. Pertama, harus disukai masyarakat dan figur yang
bisa diterima koalisi pendukung. Kedua, memiliki modal racikan
elektoral. Ketiga, memiliki/chemestry/(nuansa kebatinan) antara capres
dan cawapres. Keempat, mendapat restu ketua umum Parpol pengusung utama
Jokowi.
*Baca:Mahfud MD Sebut Nama Cawapres Jokowi Mulai Mengerucut
<https://nasional.tempo.co/read/1106293/mahfud-md-sebut-nama-cawapres-jokowi-mulai-mengerucut>*
"Meski Jokowi tidak lagi bicara setelah 2024, logika PDIP sebagai
pengusung utama berbeda. Dia harus memikirkan 2024," ujar Pangi. "Bahaya
memberi karpet merah pada kader partai lain, wapres bisa curi start".
Terakhir, lanjut dia, memilih figur yang memiliki ceruk pemilih berbeda.
Kombinasi ideal untuk Jokowi dinilai adalah nasionalis-religius. "Jadi
cawapres Jokowi tidak perlu dipaksakan ahli di bidang ekonomi, hukum dan
politik. Nanti sudah cukup diperkuat menteri koordinator," ujar dia.
Menurut Pangi, dari nama-nama cawapres yang santer beredar, Mahfud MD
dan Ma'ruf Amin paling mendekati lima kriteria tersebut. Dari sisi
kapasitas memimpin, ujar dia, secara integritas sudah teruji, memiliki
track record yang bagus, secara pengalaman juga cukup komplit dengan
pernah jadi Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur, anggota DPR dan
juga pernah menjadi ketua Mahkamah Konstitusi. "Disamping itu, Mahfud
punya modal suara akar rumput sebagai representasi santri dan NU," ujar dia..
*Baca:Muhaimin Iskandar Salah Satu dari Lima Bakal Cawapres Jokowi
<https://nasional.tempo.co/read/1106876/muhaimin-iskandar-salah-satu-dari-lima-bakal-cawapres-jokowi>*
Sementara itu, lanjut Pangi, Ma'ruf Amin juga punya peluang yang sama.
Dia terkenal sebagai sosok yang mengayomi dan menyejukkan politik
kebangsaan. "Sosok figur Ma'ruf Amin dibutuhkan Jokowi
dalam/maintenance/problem keumatan. Kalau tidak terjadi split ticket
voting maka/grassroot/NU dan PKB besar kemungkinan bulat memilih
Ma'ruf," ujar Pangi.
Pangi menambahkan, Ma'ruf Amin sebagai tokoh senior dari segi umur,
karirnya kira-kira habis di tahun 2024, dianggap tidak bisa curi start
atau tidak membahayakan PDIP di 2024. "Dari segi kalkulasi ini, Ma'ruf
Amin lebih mudah mendapatkan restu dari parpol koalisi pendukung utama
dalam hal ini Megawati dan PDIP, restu Megawati determinan menentukan
siapacawapres Jokowi <https://www.tempo.co/tag/cawapres-jokowi>," ujar dia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com