Susahnya kalau sampahnya campuran, dua2 baknya tidak mau membuka ? 2018-07-16 8:19 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:
> > > Dulu pernah ada yang posting kalau tidak salah di jawa timur ada siswa > SMK menemukan tempat sampah yang bisa memisahkan sampah organik dan sampah > anorganik. JIka kita memasukan sampah plastik ke dalam tong sampah organik > makan bak sampahnya tidak bisa dibuka begitu sebaliknya. > > Kenapa penemuan ini tidak dikembangkan dan digunakan dirumah-rumah dan > dikantor kantor > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Monday, July 16, 2018 2:01 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Laskar Hijau kembangkan > pengolahan sampah dengan cacing > > > > > > Disini, kami mempunyai sistem dimana setiap rumah dikasih oleh pemerintah > setempat dua macam bin yg. satu *bin* *berwarna coklat* utk buang sampah > dan yg. lain* bin berwarna biru* utk. barang2 yg. bisa di recyle (seperti > kertas, karton, metal). Selain itu di kota ada *tempat/kantor2 recycle* > dimana kami bisa membawa botol2 gelas atau kaleng2 kesana. Kemudian mereka > akan menghitung botol2 nya dan kami mendapat uang utk. botol2 itu sesuai > dgn. jumlahnya.. > > > ---In [email protected], <ehhlin@...> wrote : > > Dimanakah masalahnya?? > > Soal utama adalah pemisahan sampah yg bio-degradeble dari sampah lain, > plastic, metal, kertas, botol gelas dll..... Di sementara negara ada bin2 > tertentu utk jenis sampah dan para penduduk mentaati dan aktif memisahkan > sampah dari rumah masing2 menurut jenis sampah..... nah ini kuncinya. > > Menggunakan cacing untuk mrngkompos sampah, nenek2 kita pun sudah tahu, > zaman itu jenis sampah kan jauh berbeda dr sampah sekarang. > > > > > > On 16 Jul 2018 8:41 a.m., "'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' inengahk@... > [GELORA45]" <[email protected]> wrote: > > > > Kenapa hal ini tidak dilakukan di TPA-TPA dikota kota besar, sehingga > sampah tidak menumpak kayak gunung. > > Katanya ada juga ulat bambu yang bisa menguraikan sampah-sampah plastik > > > > *From:* [email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com > <[email protected]>] > *Sent:* Monday, July 16, 2018 10:35 AM > *To:* GELORA_In <[email protected]> > *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Laskar Hijau kembangkan pengolahan > sampah dengan cacing > > > > > > Muntok (ANTARA News) - Kelompok Swadaya Masyarakat Laskar Hijau Kabupaten > Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan ujicoba > pengolahan sampah organik menggunakan bantuan cacing pengurai. > > "Ujicoba sudah dilakukan beberapa bulan terakhir dan hasilnya cukup > menggembirakan. Kami berharap ke depan pola ramah lingkungan ini bisa > dikembangkan warga dan kelompok lain agar sampah organik bisa dikendalikan > bersama-sama," kata penggerak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Laskar > Hijau, Arie Kurniadi di Muntok, Minggu. > > Menurut dia, pola penguraian sampah organik menggunakan cacing pengurai > sudah dilakukan di beberapa lokasi di Pulau Jawa, dan sudah terbukti mampu > mengendalikan penumpukan sampah rumah tangga. > > Selain mampu mengurai sampah organik dengan cepat, kotoran cacing yang > dihasilkan juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dimanfaatkan sebagai > kompos organik. > > "Kami akan coba kembangkan dalam skala lebih besar dalam pengolahan sampah > organik yang berasal dari anggota KSM Laskar Hijau yang saat ini berjumlah > sekitar 350 rumah tangga," kata Arie. > > Dari 350 rumah tangga yang terdaftar, KSM Laskar Hijau berhasil > mengendalikan kurang lebih 0,6 ton sampah rumah tangga per hari. > > Pada awalnya gerakan yang swadaya yang berdiri pada awal 10 Januari 2018 > tersebut beranggotakan sekitar 100 rumah tangga di wilayah Kelurahan > Sungaidaeng, Muntok, namun saat ini terus berkembang hingga 350 anggota > yang tersebar di Kelurahan Sungaidaeng, Sungaibaru, Tanjung, Airbelo dan > Belolaut. > > Ia optimistis dengan pola pengendalian sampah yang dikembangkan akan > membawa dampak dalam pelestarian lingkungan sekaligus memberi manfaat > positif bagi kesejahteraan masyarakat. > > "Kami menargetkan selain bisa mengendalikan sampah secara mandiri, ke > depan juga bisa memberi andil dalam pengembangan agrowisata yang edukatif > dan sehat," katanya. > > Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta > Editor: Unggul Tri Ratomo > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > >
