Pelarangan ekspor kayu gelondongan saya rasa bukan karena concern pd 
lingkungan, tetapi karena Bob Hasan menguasai industri plywood atau yg terkenal 
dgn nama triplex. Industri plywood membuka jalan bagi adanya industri pulp, 
paper, ataupun palm oil, yg akhirnya bikin hutan gundul (The conversation, 
2014) 

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 Betul, salahsatu dari sedikit pengusaha Cina yang sayang 

 pada Indonesia. Yang dibenci IMF lantaran mendesak 

 Soeharto keluarkan larangan ekspor kayu gelondongan 

 dan ekspor minyak sawit (era sebelum hutan Indonesia 

 diobrak-abrik Sukanto Tanoto). Yang nyengir bangga 

 dipanggil a seng.

 

 Jadi, seperti bangsa apa pun, bangsa Cina ya tidak tunggal. 

 Cina Pluit atau Pantai Mutiara jelas beda dengan Cina 

 Benteng atau Lasem atau Singkawang. Beda lagi Cina Glodok. 

 Tidak perlu sedih dengan keanekaragaman. Seperti diakui 

 Chan, ada kelompok Cina yang memperlakukan Indonesia 

 seperti rumah sendiri, ada juga yang memang menganggap 

 Indonesia cuma seperti hotel. Makan, tidur, berak.

 

 --- ronggo303@... wrote:
 

 Bob hasan, pengusaha cina yg selama ini sering di "aseng aseng" kan oleh 
sebagian dari kita.

 

 hiks................


 
 2018-07-15 14:55 GMT+07:00 ajeg :
   
 “Bukan Pemda NTB, bukan pula Menpor, Apalagi Jokowi" 
  
 Nama Bob Hasan di Balik Kesuksesan Sang Juara Dunia, Ramai Jadi Perbincangan
 

 Juli 14, 2018 20:57
 
 

 Nama Bob Hasan yang merupakan Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh 
Indonesia (PB PASI) terus menjadi perbincangan di publik.
 

 Pasalnya, nama Bob Hasan disebut menjadi orang yang paling berjasa besar atas 
kemenangan yang diraih pelari tercepat dengan gelar juara dunia dalam laga 
tanding U-20 di Finlandia, Lalu Muhammad Zohri.
 

 Kesuksesan Lalu menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Untuk kali pertama, atlet 
dibidang atletik Indonesia berhasil menjadi juara di ajang tersebut.
 

 PASI bersyukur dengan hasil tersebut. Dia meminta agar lalu diberi dukungan, 
bukan pujian berlebihan.
 

 “Sesuai ekspektasi? Ya, kan di Kejuaraan Asia Atletik di Jepang, (Lalu) sudah 
pernah juara. Dia mengalahkan wakil tuan rumah dan Malaysia. Tapi, tadi saya 
bilang ke Komandan Kontingen Asian Games (Syafruddin) jangan dipuji-puji nanti 
kepalanya besar, jadi tegang, malah kalah,” kata Bob saat berkunjung di Kantor 
Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/7) kemarin.
 

 Bahkan, nama Bob dalam sejumlah ulasan di media sosial (Medsos) sangat berjasa 
dan bila dibandingkan dengan perhatian dari pemerintah daerah setempat, yakni 
Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan tempat tinggal, Lalu.
 

 “Bukan Pemda NTB, bukan pula Menpor, Apalagi Jokowi tetapi seseorang yang 
bernama Bob Hasan yang menanggung semua biaya (keberangkatan Lalu ke 
Finlandia,red), setelah juara semua mencari simpati dan pencitraan, sedangkan 
Bob Hasan ikhlas dan terekspos,” begitu bunyi kutipan yang kini menjadi viral 
di media sosial, salah satunya di What’s up Group (WAG).
 

 Bahkan sebelumnya, Bob Hasan, mengatakan kemenangan Lalu Muhammad Zohri agar 
tidak terlalu dibesarkan menyusul kekhawatiran ketidaktenangan yang muncul pada 
atlet Nusa Tenggara Barat itu.
 

 “Saya menyampaikan kepada CdM agar tidak memuji Zohri. Nanti besar kepala dia, 
kalau udah begitu, dia gugup bisa kalah. Jadi, biasa-biasa saja,” katanya di 
Jakarta, Kamis (12/7), tentang pembicaraannya bersama Komandan Kontingen 
Indonesia (Chef de Mission/CdM) dalam Asian Games 2018 Komjen Pol. Syafruddin.
 

 Pria yang akrab disapa Bob Hasan itu mengatakan alasan untuk tidak terlalu 
memuji atlet yang telah meraih gelar juara dunia lari 100 meter pria U-20 itu 
adalah kemungkinan cedera jika Zohri terlalu gugup jelang Asian Games.
 

 “Yang saya takutkan, Asian Games ataupun pertandingan lain dia tegang, 
cedera,” ujar Bob Hasan.
 

 (Novrizal Sikumbang)
 


 
 
 
 
 





 
 

 
 




 
 
 





Kirim email ke