Kutipan dari the Conversation, yg berkaitan dgn Bob Hasan: http://theconversation.com/how-plywood-started-the-destruction-of-indonesias-forests-33087 http://theconversation.com/how-plywood-started-the-destruction-of-indonesias-forests-33087 By 1979, Indonesia was the world’s leading producer of tropical logs, with 40% of the global market. https://images.theconversation.com/files/64069/original/w4gv4vs2-1415582971.jpg?ixlib=rb-1.1.0&q=45&auto=format&w=1000&fit=clipPlywood is one of the most commonly used building materials. Plywood image from www.shutterstock.com http://www.shutterstock.com/index-in.mhtml One of the biggest logging companies in the world in 1970 was American Georgia Pacific. Its local partner was Bob Hasan, a close friend and business partner of President Suharto. To staunch the flow of windfall profits leaving the country (as logs) and refocus them on the central leadership Hasan re-formed the entire forestry industry by setting up a monopoly of globally lucrative plywood http://cip.cornell.edu/DPubS?service=UI&version=1.0&verb=Display&handle=seap.indo/1106953918. In 1981, the ban on logs leaving the country saw the exit of many big foreign investors dragging down the domestic value of logs and provided cheap raw material for plywood mills. The Indonesian Wood Panel Association (Apkindo), controlled by Hasan, was given extraordinary powers by Suharto, including sole authority to grant export licenses to plywood makers, and the power to sanction any company that breached its rules. Apkindo flooded the world’s plywood export market. By 1987, Apkindo’s predatory pricing strategies had captured three quarters of the American import market, and 67% of the global market for tropical plywood with immense profits channeled to Hasan and Suharto’s inner circle. By 1994 Hasan was one of the richest men http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/933787.stm on earth. In 1997, in an Orwellian twist, Bob Hasan was even awarded a US medal for his environmental achievements in building a giant pulp and paper mill, and an honorary professorship.
---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : Pelarangan ekspor kayu gelondongan saya rasa bukan karena concern pd lingkungan, tetapi karena Bob Hasan menguasai industri plywood atau yg terkenal dgn nama triplex. Industri plywood membuka jalan bagi adanya industri pulp, paper, ataupun palm oil, yg akhirnya bikin hutan gundul (The conversation, 2014) ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Betul, salahsatu dari sedikit pengusaha Cina yang sayang pada Indonesia. Yang dibenci IMF lantaran mendesak Soeharto keluarkan larangan ekspor kayu gelondongan dan ekspor minyak sawit (era sebelum hutan Indonesia diobrak-abrik Sukanto Tanoto). Yang nyengir bangga dipanggil a seng. Jadi, seperti bangsa apa pun, bangsa Cina ya tidak tunggal. Cina Pluit atau Pantai Mutiara jelas beda dengan Cina Benteng atau Lasem atau Singkawang. Beda lagi Cina Glodok. Tidak perlu sedih dengan keanekaragaman. Seperti diakui Chan, ada kelompok Cina yang memperlakukan Indonesia seperti rumah sendiri, ada juga yang memang menganggap Indonesia cuma seperti hotel. Makan, tidur, berak. --- ronggo303@... wrote: Bob hasan, pengusaha cina yg selama ini sering di "aseng aseng" kan oleh sebagian dari kita. hiks................ 2018-07-15 14:55 GMT+07:00 ajeg : “Bukan Pemda NTB, bukan pula Menpor, Apalagi Jokowi" Nama Bob Hasan di Balik Kesuksesan Sang Juara Dunia, Ramai Jadi Perbincangan Juli 14, 2018 20:57 Nama Bob Hasan yang merupakan Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) terus menjadi perbincangan di publik. Pasalnya, nama Bob Hasan disebut menjadi orang yang paling berjasa besar atas kemenangan yang diraih pelari tercepat dengan gelar juara dunia dalam laga tanding U-20 di Finlandia, Lalu Muhammad Zohri. Kesuksesan Lalu menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Untuk kali pertama, atlet dibidang atletik Indonesia berhasil menjadi juara di ajang tersebut. PASI bersyukur dengan hasil tersebut. Dia meminta agar lalu diberi dukungan, bukan pujian berlebihan. “Sesuai ekspektasi? Ya, kan di Kejuaraan Asia Atletik di Jepang, (Lalu) sudah pernah juara. Dia mengalahkan wakil tuan rumah dan Malaysia. Tapi, tadi saya bilang ke Komandan Kontingen Asian Games (Syafruddin) jangan dipuji-puji nanti kepalanya besar, jadi tegang, malah kalah,” kata Bob saat berkunjung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/7) kemarin. Bahkan, nama Bob dalam sejumlah ulasan di media sosial (Medsos) sangat berjasa dan bila dibandingkan dengan perhatian dari pemerintah daerah setempat, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan tempat tinggal, Lalu. “Bukan Pemda NTB, bukan pula Menpor, Apalagi Jokowi tetapi seseorang yang bernama Bob Hasan yang menanggung semua biaya (keberangkatan Lalu ke Finlandia,red), setelah juara semua mencari simpati dan pencitraan, sedangkan Bob Hasan ikhlas dan terekspos,” begitu bunyi kutipan yang kini menjadi viral di media sosial, salah satunya di What’s up Group (WAG). Bahkan sebelumnya, Bob Hasan, mengatakan kemenangan Lalu Muhammad Zohri agar tidak terlalu dibesarkan menyusul kekhawatiran ketidaktenangan yang muncul pada atlet Nusa Tenggara Barat itu. “Saya menyampaikan kepada CdM agar tidak memuji Zohri. Nanti besar kepala dia, kalau udah begitu, dia gugup bisa kalah. Jadi, biasa-biasa saja,” katanya di Jakarta, Kamis (12/7), tentang pembicaraannya bersama Komandan Kontingen Indonesia (Chef de Mission/CdM) dalam Asian Games 2018 Komjen Pol. Syafruddin. Pria yang akrab disapa Bob Hasan itu mengatakan alasan untuk tidak terlalu memuji atlet yang telah meraih gelar juara dunia lari 100 meter pria U-20 itu adalah kemungkinan cedera jika Zohri terlalu gugup jelang Asian Games. “Yang saya takutkan, Asian Games ataupun pertandingan lain dia tegang, cedera,” ujar Bob Hasan. (Novrizal Sikumbang) https://images.theconversation.com/files/64069/original/w4gv4vs2-1415582971.jpg?ixlib=rb-1.1.0&q=45&auto=format&w=1000&fit=clipPlywood is one of the most commonly used building materials. Plywood image from www.shutterstock.com http://www.shutterstock.com/index-in.mhtml One of the biggest logging companies in the world in 1970 was American Georgia Pacific. Its local partner was Bob Hasan, a close friend and business partner of President Suharto. To staunch the flow of windfall profits leaving the country (as logs) and refocus them on the central leadership Hasan re-formed the entire forestry industry by setting up a monopoly of globally lucrative plywood http://cip.cornell.edu/DPubS?service=UI&version=1.0&verb=Display&handle=seap.indo/1106953918. In 1981, the ban on logs leaving the country saw the exit of many big foreign investors dragging down the domestic value of logs and provided cheap raw material for plywood mills. The Indonesian Wood Panel Association (Apkindo), controlled by Hasan, was given extraordinary powers by Suharto, including sole authority to grant export licenses to plywood makers, and the power to sanction any company that breached its rules. Apkindo flooded the world’s plywood export market. By 1987, Apkindo’s predatory pricing strategies had captured three quarters of the American import market, and 67% of the global market for tropical plywood with immense profits channeled to Hasan and Suharto’s inner circle. By 1994 Hasan was one of the richest men http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/933787.stm on earth. In 1997, in an Orwellian twist, Bob Hasan was even awarded a US medal for his environmental achievements in building a giant pulp and paper mill, and an honorary professorship. ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : Pelarangan ekspor kayu gelondongan saya rasa bukan karena concern pd lingkungan, tetapi karena Bob Hasan menguasai industri plywood atau yg terkenal dgn nama triplex. Industri plywood membuka jalan bagi adanya industri pulp, paper, ataupun palm oil, yg akhirnya bikin hutan gundul (The conversation, 2014) ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Betul, salahsatu dari sedikit pengusaha Cina yang sayang pada Indonesia. Yang dibenci IMF lantaran mendesak Soeharto keluarkan larangan ekspor kayu gelondongan dan ekspor minyak sawit (era sebelum hutan Indonesia diobrak-abrik Sukanto Tanoto). Yang nyengir bangga dipanggil a seng. Jadi, seperti bangsa apa pun, bangsa Cina ya tidak tunggal. Cina Pluit atau Pantai Mutiara jelas beda dengan Cina Benteng atau Lasem atau Singkawang. Beda lagi Cina Glodok. Tidak perlu sedih dengan keanekaragaman. Seperti diakui Chan, ada kelompok Cina yang memperlakukan Indonesia seperti rumah sendiri, ada juga yang memang menganggap Indonesia cuma seperti hotel. Makan, tidur, berak. --- ronggo303@... wrote: Bob hasan, pengusaha cina yg selama ini sering di "aseng aseng" kan oleh sebagian dari kita. hiks................ 2018-07-15 14:55 GMT+07:00 ajeg : “Bukan Pemda NTB, bukan pula Menpor, Apalagi Jokowi" Nama Bob Hasan di Balik Kesuksesan Sang Juara Dunia, Ramai Jadi Perbincangan Juli 14, 2018 20:57 Nama Bob Hasan yang merupakan Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) terus menjadi perbincangan di publik. Pasalnya, nama Bob Hasan disebut menjadi orang yang paling berjasa besar atas kemenangan yang diraih pelari tercepat dengan gelar juara dunia dalam laga tanding U-20 di Finlandia, Lalu Muhammad Zohri. Kesuksesan Lalu menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Untuk kali pertama, atlet dibidang atletik Indonesia berhasil menjadi juara di ajang tersebut. PASI bersyukur dengan hasil tersebut. Dia meminta agar lalu diberi dukungan, bukan pujian berlebihan. “Sesuai ekspektasi? Ya, kan di Kejuaraan Asia Atletik di Jepang, (Lalu) sudah pernah juara. Dia mengalahkan wakil tuan rumah dan Malaysia. Tapi, tadi saya bilang ke Komandan Kontingen Asian Games (Syafruddin) jangan dipuji-puji nanti kepalanya besar, jadi tegang, malah kalah,” kata Bob saat berkunjung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (12/7) kemarin. Bahkan, nama Bob dalam sejumlah ulasan di media sosial (Medsos) sangat berjasa dan bila dibandingkan dengan perhatian dari pemerintah daerah setempat, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan tempat tinggal, Lalu. “Bukan Pemda NTB, bukan pula Menpor, Apalagi Jokowi tetapi seseorang yang bernama Bob Hasan yang menanggung semua biaya (keberangkatan Lalu ke Finlandia,red), setelah juara semua mencari simpati dan pencitraan, sedangkan Bob Hasan ikhlas dan terekspos,” begitu bunyi kutipan yang kini menjadi viral di media sosial, salah satunya di What’s up Group (WAG). Bahkan sebelumnya, Bob Hasan, mengatakan kemenangan Lalu Muhammad Zohri agar tidak terlalu dibesarkan menyusul kekhawatiran ketidaktenangan yang muncul pada atlet Nusa Tenggara Barat itu. “Saya menyampaikan kepada CdM agar tidak memuji Zohri. Nanti besar kepala dia, kalau udah begitu, dia gugup bisa kalah. Jadi, biasa-biasa saja,” katanya di Jakarta, Kamis (12/7), tentang pembicaraannya bersama Komandan Kontingen Indonesia (Chef de Mission/CdM) dalam Asian Games 2018 Komjen Pol. Syafruddin. Pria yang akrab disapa Bob Hasan itu mengatakan alasan untuk tidak terlalu memuji atlet yang telah meraih gelar juara dunia lari 100 meter pria U-20 itu adalah kemungkinan cedera jika Zohri terlalu gugup jelang Asian Games. “Yang saya takutkan, Asian Games ataupun pertandingan lain dia tegang, cedera,” ujar Bob Hasan. (Novrizal Sikumbang)
