https://www.antaranews.com/berita/728258/putin-tuding-kekuatan-
amerika-serikat-berusaha-rusak-hasil-pertemuan-dengan-trump
Putin tuding kekuatan Amerika
Serikat berusaha rusak hasil
pertemuan dengan Trump
Kamis, 19 Juli 2018 22:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin
berjabat tangan saat mereka bertemu di Helsinki, Finlandia, Senin
(16/7/2018). (REUTERS/Kevin Lamarque)
Moskow (ANTARA News) - Presiden Rusia, Vladimir Putin, Kamis, menuding
kekuatan-kekuatan di Amerika Serikat berusaha merusak keberhasilan
pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kendati demikian dia menyatakan, kedua pemimpin telah mulai memperbaiki
hubungan AS-Rusia.
Putin dan Trump duduk bersama untuk mengadakan pertemuan puncak pertama
mereka di Helsinki pada Senin, acara yang memicu badai kritik di Amerika
Serikat setelah Trump menolak menyalahkan pemimpin Rusia itu telah
campur tangan dalam pemilihan AS tahun 2016, sesuatu yang Putin tolak.
Kemudian Trump mengatakan dia telah salah mengatakan dan menuduh
"sejumlah orang" membenci fakta bahwa ia bergaul dengan Putin. Sejak itu
Gedung Putih berjuang menahan kecaman publik dan kebingungan atas
pertemuan tersebut.
Putin, yang berbicara kepada para diplomat Rusia dari berbagai bagian di
seluruh dunia yang berkumpul di Moskow, mengatakan pada Kamis bahwa
pertemuan puncak Helsinki telah berlangsung sukses.
"Secara keseluruhan pertemuan itu sukses dan mengarah kepada pembuatan
perjanjian yang berguna. Tentu saja, mari kita lihat bagaimana peristiwa
itu akan berkembang lebih lanjut," kata dia, tanpa mengungkap perjanjian
apa saja yang dia maksudkan.
Namun, Putin menyatakan kekuatan-kekuatan yang "berkuasa" di AS berusaha
merusak apa yang telah dicapai dalam pertemuan itu.
"Kami lihat bahwa ada kekuatan-kekuatan di Amerika Serikat yang siap
untuk mengorbankan hubungan Rusia-AS dengan seenaknya, mengorbankan demi
ambisi mereka dalam pertempuran politik internal mereka di Amerika Serikat."
Kekuatan-kekuatan yang sama itu tampak siap mengorbankan ratusan ribu
pekerjaan AS dan mencederai bisnis dan keamanan AS sambil melancarkan
peperangan politik yang memecah, kata Putin.
Putin tidak menyebut nama-nama dari kekuatan tersebut tetapi berbicara
tentang para politisi AS yang "mendahulukan kepentingan partai yang
sempit" di atas kepentingan terbaik AS dan cukup berkuasa untuk
membohongi "kisah-kisah" mereka yang patut dipertanyakan mengenai jutaan
orang Amerika.
Dikatakannya, naif berharap pertemuan puncak Helsinki dapat memecahkan
masalah-masalah yang telah bertumpuk selama bertahun-tahun dalam waktu
yang hanya beberapa jam.
"Kendati ada perbedaan pandangan (dengan Trump), kami setuju bahwa
hubungan Rusia-AS dalam keadaan sangat kurang memuaskan. Dalam banyak
hal, bahkan lebih buruk daripada semasa Perang Dingin," kata dia.
Namun kedua pemimpin itu sedikitnya sudah membuat permulaan ketika
saatnya datang untuk memperbaiki hubungan.
"Jalan menuju perubahan-perubahan positif sudah mulai," kata Putin.
"Penting bahwa pertemuan skala penuh akhirnya berlangsung dan
memungkinkan kami berbicara langsung."
Bagaimanapun Putin memperingatkan akan bahaya yang Moskow dan Washington
hadapi jika gagal meneruskan merajut hubungan, dengan mengatakan
perjanjian pengurangan senjata strategis START baru yang akan habis masa
waktunya segera jika kedua negara tak mengambil tindakan.
Pewarta: ANTARA
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018