https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214
Minggu 22 Juli 2018, 20:57 WIB
Habibie: Pilih Presiden yang Mampu dan
Rekam Jejaknya Nyata
Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214#>
276 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214#>
Habibie: Pilih Presiden yang Mampu dan Rekam Jejaknya Nyata BJ Habibie
di kediamannya. Foto: Pradita Utama
<https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214#><https://news.detik.com/berita/d-4127790/habibie-pilih-presiden-yang-mampu-dan-rekam-jejaknya-nyata?_ga=2.79894431.903394022.1532280228-742834375.1532280214#>
*Jakarta* - Presiden ke-3 RI BJ Habibie
<https://www.detik.com/tag/bj-habibie> bicara soal Pilpres 2019. Dia
mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih Presiden yang mampu dan
mempunyai kerja yang nyata.
Habibie awalnya memaparkan soal pentingnya produktivitas manusia
Indonesia dan perlunya pemimpin yang benar-benar dekat dengan rakyat.
Habibie <https://www.detik.com/tag/habibie> lantas mengibaratkannya
dengan suatu bus.
"Sekarang kita harus tingkatkan produktivitas sumber daya manusia. Oleh
karena itu leadership yang kita butuhkan pertama yang benar-benar dekat
dengan rakyat dan mempunyai suatu proses yang nyata," kata Habibie di
kediamannya di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (22/7/2018).
*Baca juga: *Menlu Malaysia Bertemu Habibie Bahas Proyek Pusat Peradaban
Islam
<https://news.detik.com/read/2018/07/22/195712/4127728/10/menlu-malaysia-bertemu-habibie-bahas-proyek-pusat-peradaban-islam>
Habibie menganalogikan rakyat itu seperti penumpang yang berada dalam
suatu bus. Sedangkan Presiden adalah sopir yang memegang kendali
kendaraan tersebut.
"Anggap Anda punya bus, bus itu penumpangnya bus itu namanya RI,
penumpangnya rakyat Indonesia, pengemudi bus itu adalah Presiden, dia
harus ke titik A," tuturnya.
Setiap bus, kata Habibie, pasti mempunyai tujuan yang ditentukan
penumpang. Untuk mencapai tujuan itu, bus harus mempunyai rem dan gas
agar perjalanan tidak oleng.
"Yang menentukan ke titik A itu ada penumpangnya, dia bayar pajak, dia
membiayai semua. Tapi bus itu hanya bisa bergerak, kalau dia punya gas,
gas itu dia tekan, bergerak. Tetapi kalau hanya gas saja, tidak cukup,
dia butuh rem. Karena kalau dia cukup gas, baru keluar, bisa tabrak
mobil atau tabrak pohon. Kecelakaan. Jadi dia butuh rem," paparnya.
Rem yang dimaksud dalam konteks pemerintah menurut Habibie adalah
Bappenas. Sedangkan gas nya itu adalah persoalan ekonomi dan teknologi.
Semuanya dikendalikan oleh sang pemegang kendali yaitu Presiden.
*Baca juga: *Menlu Malaysia Silaturahmi ke Kediaman BJ Habibie
<https://news.detik.com/read/2018/07/22/161907/4127426/10/menlu-malaysia-silaturahmi-ke-kediaman-bj-habibie>
"Kalau rem nya itu siapa, itu yang memikirkan makro ekonomi, Bappenas
karena harus melihat keadaan global, yang namanya gas, yang memikirkan
mikro ekonomi dan tekno. Karena dia harua tahu persis apa yang ada di
sumber daya manusia. Dua-duanya dikendalikan oleh namanya Presiden,"
tuturnya.
Namun untuk menuju ke arah yang dikehendaki bus memerlukan peta. Peta
itu lah, menurut Habibie, adalah Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
"Tapi dia butuh peta harus mau kemana. Nah peta itu disusun bersama
dengan namanya garis haluan besar negara (GBHN), GBHN," bebernya.
GBHN ini, masih kata Habibie, disusun oleh eksekutif, partai politik dan
dewan riset nasional. Semua harus bekerja sama untuk menentukan arah
perjalanan bangsa.
Tak hanya GBHN, Habibie pun menyarankan setiap daerah memiliki Garis
Besar Haluan Daerah (GBHD). GBHD disusun oleh pemerintah daerah bersama
dengan partai politik di daerah.
"Agar supaya mana maka tiap provinsi menyusun Garis Besar Haluan Daerah
yang menyusun siapa? Pemda bekerja sana dengan sinergi positif dengan
dewan riset daerah dengan parpol daerah dan belum tentu parpol daerah
itu berperan dalam nasional," ujarnya.
Dengan begitu, kata Habibie, kinerja pemerintah dapat diukur secara
jelas. Terakhir, dia pun meminta masyarakat untuk memilih Presiden yang
mempubyai jejak yang nyata dan bisa melaksanakan GBHN itu.
"Sekarang kita memilih siapa yang leader nya? Yang menjadi Presiden?
Pilih yang mampu. Tidak pernah berbicara, jejak-jejaknya nyata, mampu
melaksanakan GBHN," bebernya.
*(knv/bag)*