Kalau buatan India, bisa jauh lebih murah , tetapi apa ada di Indonesia ? : https://en.wikipedia.org/wiki/Trastuzumab
2018-07-27 7:49 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > Saya heran kok ada orang main gugat terhadap pemerintah masalah obat? > > Mestinya rakyat harus menoleh ke belakang, sudah kah pemerintahan > sebelumnya membebaskan masalah obat ini? > > Padahal kalau ngobatin kanker tidaklah murah, malah biaya ratusan juta. > > Saya tanya tetangga saya tentang operasi sesar yang ditanggung BPJS, > padahal operasi sesar bisa sampai 15-20 juta. > > Kalau operasi kanker mungkin bisa 80-100 juta. > > Terus terang saya ikut asuransi inhealt bayar 500 ribu per bulan, kalau > bpjs mungkin tidak sampai segitu. > > Bayar cuma 80-100 rb, mau gratis operasi kanker enak betul. > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Friday, July 27, 2018 11:06 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Penderita Kanker Payudara Gugat > Jokowi dan BPJS Kesehatan > > > > > > Setelah didepak keluar apakah ada obat pengganti? > > Atau.... peduli amat? > > > > --- > > Obat Trastuzumab ini diakui dan diterima untuk membantu pengobatan kanker > payudara sejak tahun 1998. > > ... > > Di Indonesia, trastuzumab awalnya masuk daftar obat yang dijamin BPJS > Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Formularium > Nasional 2018 yang ditetapkan pada 28 Desember 2017. Namun mulai 1 April > 2018, obat ini harus didepak dari daftar. > > Menurut Nopi Hidayat, Kepala Humas BPJS Kesehatan, keputusan ini sesuai > dengan keputusan Dewan Pertimbangan Klinis bahwa trastuzumab tidak memiliki > dasar indikasi medis untuk digunakan pasien kanker payudara metastatik > walaupun dengan restriksi. Selain itu, obat ini harganya mahal. > > ... > Penderita Kanker Payudara Gugat Jokowi dan BPJS Kesehatan > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180727094118-20-317385/penderita-kanker-payudara-gugat-jokowi-dan-bpjs-kesehatan> > > Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Jumat, 27/07/2018 09:54 WIB > > Bagikan : > > [image: Penderita Kanker Payudara Gugat Jokowi dan BPJS Kesehatan]Ilustrasi > kantor BPJS Kesehatan. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha) > > Jakarta, CNN Indonesia -- Suami penderita kanker payudara Juniarti, Edy > Haryadi, bersama enam orang yang telah ditunjuk sebagai kuasa hukumnya akan > mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (27/7). > > Mereka akan menggugat manajemen Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) > Kesehatan dan Presiden Joko Widodo karena menghentikan penjaminan obat > Trastuzumab. > > Edy mengatakan gugatan ini dilayangkan lantaran sejumlah langkah > sebelumnya seperti musyawarah, tak menemui jalan keluar. > > > Lihat juga: > > Mengenal Trastuzumab, Obat Kanker Payudara HER2 Positif > <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180717162829-255-314845/mengenal-trastuzumab-obat-kanker-payudara-her2-positif/> > > > "Benar. Saya dan istri akan hadir. Saya menempuh jalur hukum karena semua > jalan sudah buntu," kata Edy lewat pesan singkat kepada *CNNIndonesia.com* > pada > Jumat (27/7). > > Ia berharap Majelis Hakim PN Jakarta Selatan dapat menjadi 'wasit' yang > adil atas gugatannya ini. > > Edy pun berharap hakim mengabulkan gugatannya agar seluruh penderita > kanker payudara dengan status HER2 Positif dapat kembali mengonsumsi > Trastuzumab yang penjaminannya dihentikan oleh BPJS Kesehatan sejak 1 April > 2018. > > "Saya tidak tahu apakah istri saya masih bertahan hidup sampai vonis > dijatuhkan. Meski (begitu), saya berharap penderita HER2 Positif yang > terdeksi setelah istri saya bisa menikmati kembali Trastuzumab," ujarnya. > > > Lihat juga: > > Alasan BPJS Kesehatan Hapus Obat Kanker Trastuzumab > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180717102756-78-314718/alasan-bpjs-kesehatan-hapus-obat-kanker-trastuzumab/> > > > Edy berharap Majelis Hakim PN Jakarta Selatan dapat menegakkan hukum > secara adil. Sebagai rakyat, dia mengaku, hanya bisa memasrahkan diri di > hadapan hukum saat ini. > > "Kami cuma rakyat kecil. Mungkin negara terlalu sibuk untuk memperhatikan > kelangsungan hidup penderita HER2 Positif," ujarnya. > > Mengutip dari situs resmi Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas > Obat dan Makanan (Pionas BPOM), Trastuzumab digunakan untuk terapi kanker > payudara stadium awal dengan produksi substansi protein HER2 berlebihan. > > HER2 atau human *epidermal growth factor receptor* 2 adalah salah satu > jenis gen yang membantu pertumbuhan dan proliferasi sel-sel manusia. > > Obat Trastuzumab ini diakui dan diterima untuk membantu pengobatan kanker > payudara sejak tahun 1998. > > Jika dikombinasikan dengan obat lain, Trastuzumab dapat digunakan untuk > mengobati kanker payudara metastase atau metastatis pada pasien dengan HER2 > positif. > > > Lihat juga: > > Kemenkeu Beri Sanksi 11 Daerah Penunggak BPJS Kesehatan > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180608131113-532-304562/kemenkeu-beri-sanksi-11-daerah-penunggak-bpjs-kesehatan/> > > > Di Indonesia, trastuzumab awalnya masuk daftar obat yang dijamin BPJS > Kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Formularium > Nasional 2018 yang ditetapkan pada 28 Desember 2017. Namun mulai 1 April > 2018, obat ini harus didepak dari daftar. > > Menurut Nopi Hidayat, Kepala Humas BPJS Kesehatan, keputusan ini sesuai > dengan keputusan Dewan Pertimbangan Klinis bahwa trastuzumab tidak memiliki > dasar indikasi medis untuk digunakan pasien kanker payudara metastatik > walaupun dengan restriksi. Selain itu, obat ini harganya mahal. > *(pmg/asa)* > > > > >
