Pesisir Pantai IndonesiaBagian Selatan Dilanda Gelombang Tinggi dan Udara Dingin Kamis, 26 Juli 2018 08:24 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang tinggi yang menerpapesisir pantai di wilayah Indonesia bagian Selatan mulai Jawa, Bali, NusaTenggara disebabkan faktor perubahan musim. BadanMeteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut saat ini masuk periodepuncak musim kemarau. DikutipTribunjogja.com dari BMKG.go.id, perubahan cuaca signifikan puncak musimkemarau yaitu pada Juli-Agustus khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan(Jawa, Bali, Nusa Tenggara). Halini ditandai dengan berhembusnya massa udara (angin) yang dingin dan keringdari wilayah Australia yang berdampak pada minimnya potensi hujan dan terjadipeningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia bagian selatan pada periodetersebut. Kondisitekanan tinggi yang bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau disebutdengan istilah Mascarene High memicu terjadinya gelombang tinggi di perairanselatan Indonesia. Halitu dikarenakan kecepatan angin yang tinggi di sekitar wilayah kejadianmascarene high di Samudra Hindia (barat Australia) dan terjadinya swell/alunyang dibangkitkan oleh mascarane high menjalar hingga wilayah Perairan BaratSumatra, Selatan Jawa hingga Pulau Sumba. Kondisitersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang hingga berkisar 4.0 -6.0 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara. Prakiraantinggi gelombang laut di perairan Indonesia pada tanggal 22 - 26 Juli 2018antara lain : TinggiGelombang 1.25 - 2.5 m (Sangat Waspada) berpeluang terjadi di Selat Malakabagian utara, Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Perairan timur Kotabaru, SelatMakassar bagian selatan, Perairan Kep. Selayar, Laut Flores, Perairan Baubau -Kep. Wakatobi, Laut Banda, Perairan selatan P. Buru - P.Seram, Perairan Kep.Kei-Kep. Aru, Perairan Kep. Babar-Kep. Tanimbar, Laut Arafuru, PerairanJayapura. TinggiGelombang 2.5 - 4 meter (Berbahaya) berpeluang terjadi di Perairan Sabang,Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai,Perairan barat Bengkulu - Kep. Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sundabagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumbawa, Selat Bali - SelatLombok - Selat Alas bagian selatan, Perairan selatan P. Sumba, Laut Sawu, Perairanselatan - P. Rote. Padatanggal 24 - 26 Juli 2018 berpeluang terjadi peningkatan tinggi gelombangmenjadi 4 - 6 meter (Sangat Berbahaya) di Perairan barat Aceh, Perairan baratP. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan barat Bengkulu - Lampung, Samudra Hindiabarat Sumatra. Perairanselatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagianselatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB. (jogja.tribunnews.com) Editor: Sugiyarto - Gelombang Tinggi Capai 8 Meter Porak Porandakan Kawasan Wisata PantaiSelatan Agregasi KR Jogja, Jurnalis ·Kamis 26 Juli 2018 15:38 WIB lustrasi Gelombang Tinggi di Laut AkibatCuaca Ekstrem (foto: Antara) YOGYAKARTA - Gelombang tinggi terus menghantam wilayah pesisirdi sepanjang Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah,Rabu 25 Juli 2018. Akibatnya, kerusakan bangunan, kapal nelayan, perlengkapannelayan, tambak, fasilitas wisata dan lainnya tak terhindarkan lagi. Terjanganombak besar juga sampai menjangkau wilayah yang cukup jauh dari bibir pantai.Kawasan wisata Pantai Selatan Bantul juga porak-poranda dihajar gelombangtinggi. Seperti terpantau di Pantai Pandansimo, Pandansimo Baru, Kuwaru, GoaCemara, Patehan hingga Samas. Selainmerusak kawasan wisata, air laut juga masuk ke Sungai Opak dan Winongo kemudianmenggenangi lahan pertanian di Tirtohargo Kretek dan Srigading Sanden yangditanami bawang merah, melon, jagung dan lainnya. Kapal karam di Cilacap akibat ombaktinggi (foto: KR) DiPantai Pandansimo belasan rumah rusak dan roboh, sehingga penghuninya kaburmeninggalkan lokasi. Seorang warga Ny Paini (45) tertimpa dinding yang robohmengakibatkan patah tulang kaki kanan dan dilarikan ke Puskesmas Srandakan.Tanggul tambak udang juga jebol. Di Pantai Pandansimo Baru, Kuwaru dan GoaCemara belasan warung makan rusak, Pos Tim SAR Darurat roboh. MenurutKoordinator Pos Tim Sar Satlinmas DIY Samas-Pandansimo Krismanto, gelombanglaut pasang terjadi Selasa 24 Juli malam pukul 19.30 WIB, disusul Rabu pagipukul 04.00 WIB dan pukul 07.30 WIB. Gelombangsetinggi 7 meter juga mengakibatkan sejumlah rumah makan di Pantai DepokParangtritis kemasukan material pasir. Di Parangtritis, terjangan gelombangmerobohkan pos pantau. Koordinator SAR Bantul Ali Sutanta Jaka Saputramengatakan, gelombang kali ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya. "SetelahSubuh gelombang sangat tinggi sampai airnya mendekati perkampungan warga,"katanya. Berbagaifasilitas umum, tempat usaha/warung dan rumah tinggal warga di Pantai SelatanKulonprogo rusak diterjang gelombang besar. Tidak ada korban dalam peristiwatersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. Gelombangtinggi datang silih berganti dan pada Rabu pagi lebih besar dibandingkankejadian pekan lalu. Ketinggian mencapai sekitar 8 meter. Hempasan gelombang dibibir pantai masuk ke daratan hingga sejauh 200 meter. (fid)
