http://mediaindonesia.com/read/detail/175012-prabowo-di-persimpangan-jalan
*Prabowo Di Persimpangan Jalan*
Penulis: *Dero Iqbal Mahendra* Pada: Minggu, 29 Jul 2018, 19:54 WIB
Politik dan Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/175012-prabowo-di-persimpangan-jalan>
<http://twitter.com/home/?status=Prabowo%20Di%20Persimpangan%20Jalan%20http://mediaindonesia.com/read/detail/175012-prabowo-di-persimpangan-jalan%20via%20@mediaindonesia>
Prabowo Di Persimpangan Jalan
/MI/Rommy/
MENCERMATI perkembangan dinamika perpolitikan terkait pencapresan di
kubu oposisi, Pengamat politik sekaligus Direktur Indo Barometer
Muhammad Qodari menyatakan saat ini Ketua Umum Gerindra sedang berada
dalam posisi yang sangat dilematis. Khususnya berkaitan dengan cawapres
yang akan dipilihnya dalam pilpres 2019 nanti.
"Prabowo saat ini sedang sangat dilematis, di satu sisi SBY memita AHY
sebagai cawapresnya prabowo. Prabowo sendiri di sisi lain tidak mudah
menerima hal tersebut. Di lain pihak Prabowo harus memilih cawapres dari
koalisi awalnya," terang Qodari saat dihubungi Media Indonesia Minggu
(29/7).
Qodari menilai tekanan Prabowo saat ini semakin berat, terutama setelah
Ijtima ulama GNPF meminta cawapres Prabowo adalah Ketua Majelis Syuro
PKS Salim Segaf Al-Jufri. Hal itu menjadikan posisi Prabowo berada
dipersimpangan antara memilih AHY atau Salim Segaf Al-Jufri dan
pilihannya tersebut akan berdampak kepada dukungan kepadanya di Pilpres
2019 nanti.
Adanya dorongan dari SBY kepada Prabowo terkait masuknya nama AHY
sebagai cawapres diyakini Qodari menjadi faktor yang menjadikan koalisi
Prabowo basih bersifat terbuka dan belum masuk secara kokoh.
Qodari juga menyatakan memiliki keyakinan bahwa PKS dan PAN secara
naluriah akan menolak AHY sebagai cawapres. Menurutnya dengan usia AHY
yang masih sangat muda akan menjadi ancaman di Pilpres 2024 nanti,
karena akan memiliki start yang baik sebagai capres di 2024 nanti.
Sedangkan terkait pernyataan Prabowo sebelumnya yang menyatakan tidak
masalah jika dirinya tidak menjadi Capres menurut Qodari hal tersebut
merupakan bagian dari retrorika Prabowo untuk menarik simpati dari para
ulama.
"Itu menurut saya cara retrorika dirinya saja dalam mengambil hati dan
suara dari para ulama. Dia ingin mengirim pesan bahwa dia tunduk kepada
ulama dan rendah hati," tutur Qodari.
Dirinya juga menyarankan agar Prabowo tetap pada koalisi awalnya dengan
PKS dan PAN. Meski Prabowo juga perlu berhati hati dengan Demokrat kukuh
menyodorkan AHY sebagai cawapres bukan tidak mungkin SBY akan membangun
koalisinya sendiri.
"Sekarang ada dua kutub mengenai partai oposisi, kutub pertama motornya
prabowo dan kedua adalah SBY. Agenda utama SBY adalah menjadikan AHY
sebagai cawapres. Kalau itu ditolak oleh Gerindra bukan tidak mungkin
SBY akan membangun koalisinya sendiri dengan PKS dan PAN. Capres nya
sendiri mungkin bisa saja Gatot Atau Anies," pungkas Qodari. (OL-4)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/175012-prabowo-di-persimpangan-jalan>
<http://twitter.com/home/?status=Prabowo%20Di%20Persimpangan%20Jalan%20http://mediaindonesia.com/read/detail/175012-prabowo-di-persimpangan-jalan%20via%20@mediaindonesia>