http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item
*Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali
*
*Item*
Penulis: *Akmal Fauzi* Pada: Minggu, 29 Jul 2018, 20:05 WIB Megapolitan
<http://mediaindonesia.com/megapolitan>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item>
<http://twitter.com/home/?status=Warga%20pun%20Turun%20Tangan%20Usir%20Bau%20Busuk%20Kali%20Item%20http://mediaindonesia.com/read/detail/175008-warga-pun-turun-tangan-usir-bau-busuk-kali-item%20via%20@mediaindonesia>
Warga pun Turun Tangan Usir Bau Busuk Kali Item
/MI/Akmal Fauzi/
PENANGANAN Kali Sentiong atau yang kerap disebut Kali Item bukan hanya
dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Pemerintah Pusat.
Masyarakat pun turun tangan mengusir bau busuk di kali yang terletak di
belakang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.
Sebanyak 500 kilogram bubuk penghilang bau busuk ditebar di beberapa
titik di Kali Item , Minggu (29/7) pagi. Bubuk dengan nama Deogone
disebar secara manual di hulu aliran Kali Item.
"Idealnya itu jumlahnya 7,5 ton bubuk untuk di sepanjang Kali Item dari
ujung ke ujung bukan hanya di sisi Wisma Atlet. Karena air mengalir ke
utara, maka kami sebar ke hulunya, tujuannya bisa hanyut sedikit lah
walau jumlahnya sedikit," kata koordinator aksi Suwardi Hagani, Minggu
(29/7).
Meski jumlahnya tak ideal, ia meyakini bau busuk di Kali Item bisa
berkurang. Ia menyebut, biasanya serbuk itu bisa mengurangi bau kali
kurang lebih satu minggu.
"Mudah-mudahan bisa menghilangkan bau walau idealnya itu butuh 7,5 ton
sepanjang Kali Item. Daripada berteriak dalam kegelapan lebih baik
menyalakan lilin walau sebatang," kata Suwardi mengibaratkan polemik
penangan Kali Item oleh pemerintah
Ia menyebut aksi itu merupakan inisiatif masyarakat yang diakomodir
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DKI Jakarta. Biaya yang
dikeluarkan pun dari urunan masyararakat.
"Rp50 ribu per kilogramnya. Ya hitung saja berapa jumlahnya. 100 persen
dari masyarakat," kata Suwardi
*Mengurai bakteri*
Suwardi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum DPD HKTI DKI Jakarta
mengatakan, bau busuk air limbah di Kali Item terjadi karena adanya
bakteri pengurai dalam air limbah. Dalam proses penguraian, bakteri
mengeluarkan gas amoniak dan gas sulfur.
"Sebagaimana bakteri pengurai makanan di dalam perut kita yang
menghasilkan gas amoniak, bernama kentut," ujarnya
Serbuk Deogone ini, kata Suwardi, mengandung mikroba unggul hasil
seleksi di laboratorium, yaitu jamur pelapuk kayu. Ketika ditabur pada
limbah akan menggantikan peran bakteri dalam melapukan limbah.
"Karena mikroba ini jenis jamur bukan bakteri, maka jamur adalah jenis
tanaman. Jamur tidak mengeluarkan gas amoniak tapi hanya uap air,
sebagaimana umumnya tanaman,"jelasnya
Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan mengapresiasi bantuan yang
dilakukan masyarakat terhadap Kali Item. Pihaknya akan melihat hasil
kerja penaburan bubuk itu selama beberapa hari ke depan. Jika hasil dari
kedua langkah tersebut efektif, maka bakal dilakukan kembali.
"Sekarang masih uji coba. Kalau hasilnya bagus akan dilakukan kembali,"
ujar Teguh. (X-10)