Orang Betawi Asli Tinggal 3 Juta, Begini Kata Anies Baswedan
Reporter:
Antara
Editor:
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Senin, 30 Juli 2018 09:30 WIB
0KOMENTAR
<https://metro.tempo.co/read/1111771/orang-betawi-asli-tinggal-3-juta-begini-kata-anies-baswedan#comments>
000
#
#
#
#
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri Lebaran Betawi di
kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Ahad, 29 Juli 2018. Tempo/M Yusuf
Manurung <https://statik.tempo.co/data/2018/07/29/id_722420/722420_720.jpg>
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri Lebaran Betawi di
kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Ahad, 29 Juli 2018. Tempo/M Yusuf
Manurung
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Gubernur DKI JakartaAnies Baswedan
<https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan> menerima hantaran dari lima
wali kota dan satu bupati dalam acara Lebaran Betawi 2018, Ahad 29 Juli
2018. Hantaran ini merupakan tradisi silaturahmi antara yang lebih muda
kepada yang dituakan saat Idul Fitri.
*Baca:Ini Alasan Anies Baswedan Tuding Ketua KASN Berpolitik
<https://metro.tempo.co/read/1111656/ini-alasan-anies-baswedan-tuding-ketua-kasn-berpolitik>
<https://metro.tempo.co/read/895584/hadiri-lebaran-betawi-presiden-jokowi-membeli-lukisan-rp-80-juta>*
Hantaran yang diserahkan kepada orang nomor satu di DKI itu merupakan
simbol penghargaan dan penghormatan, berisi panganan khas masing-masing
daerah.
Kabupaten Kepulauan Seribu, misalnya, menghantarkan olahan laut.
Sedangkan para wali kota menghantarkan kuliner khas Betawi lainnya,
seperti Ikan Gabus Pucung, dan Roti Buaya. Hantaran itu diterima Anies
Baswedan dan isteri, Fery Farhati Ganis.
Ketua Panitia Lebaran Betawi 2018 Munier Arsyad mengatakan ide tentang
Lebaran Betawi ini adalah mempertahankan tradisi saling bersilaturahmi
antara anak lebih muda ke para tetua dengan membawa
hantar-hantaran. Kebiasaan itu pun dilanjutkan pada Lebaran Betawi ke-11
yang diadakan sejak 27 hingga 29 Juli di Setu Babakan.
Sejumlah masyarakat memadati acara lebaran Betawi di Setu Babakan,
Jakarta Selatan, 28 Juli 2018. Lebaran Betawi adalah ritual Betawi yang
harus jaga betul dan karena kaum Betawi dikenal sebagai orang yang penuh
toleransi, kaum yang mudah bergaul. Tempo/Fakhri Hermansyah
Sebelum menerima hantaran, Anies Baswedan menyatakan komitmennya bahwa
Lebaran Betawi tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga dikembangkan.
"Jika hanya dilestarikan, maka masa lalu akan awet, tetapi jika
dikembangkan, maka akan terus mengikuti perkembangan zaman,"
kata Anies dalam sambutannya di Perkampungan Budaya Setu Babakan, Ahad.
Anies Baswedan mengatakan, jumlah pendatang ke ibukota memang telah
menggerus penduduk asli. Bahkan, sebagaimana disampaikan Ketua Panitia
Lebaran Betawi 2018 Munier Arsyad, jumlah penduduk asli bersisa tiga
juta jiwa.
*Baca: Rombongan Anies Baswedan Dihadang Jawara di Setu Babakan
<https://metro.tempo.co/read/1111627/rombongan-anies-baswedan-dihadang-jawara-di-setu-babakan>*
Namun, eksistensi masyarakat Betawi, bagi Gubernur Anies, tidak
ditentukan oleh banyaknya jumlah masyarakat asli yang bertahan, tetapi
bagaimana kelompok itu dapat konsisten mempertahankan tradisi dan
kebudayaannya.
"Jumlah masyarakat Betawi bisa jadi tidak terlalu banyak, karena makin
hari banyak pendatang di ibukota. Tetapi, kalau ditanya budayanya, maka
pengaruhnya amat besar di Jakarta," kata Anies Baswedan.
Anies Baswedan
<https://metro.tempo.co/read/1111616/datang-ke-setu-babakan-anies-baswedan-disambut-7-ikon-betawi>mengatakan,
begitu para pendatang dari berbagai daerah tiba di Jakarta, mereka harus
mengikuti kebiasaan masyarakat Betawi. "Jangan lupa, peristiwa-peristiwa
besar di ibukota, fondasinya adalah budaya Betawi," tambahnya.
*ANTARA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com