*Yusuf Supendi, Tersisih di PKS Berlabuh di PDIP*
*Ihsan Dalimunthe*, CNN Indonesia | Jumat, 03/08/2018 10:35 WIB
Yusuf Supendi, Tersisih di PKS Berlabuh di PDIPYusuf Supendi meninggal
dunia Jumat (3/8) pagi. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri PKS dan
kini menjadi caleg PDIP. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pendiri *Partai Keadilan Sejahtera
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pks>*(PKS) *Yusuf Supendi
<https://www.cnnindonesia.com/tag/yusuf-supendi>*meninggal Jumat (3/8)
pagi di RSCM Jakarta.
Pria kelahiran Bogor, 15 Mei 1958 itu diketahui lahir dari keluarga
besar ulama besar di Bogor. Yusuf tercatat sebagai salah satu generasi
pertama dari gerakan Tarbiyah di Indonesia.
Lulusan Pondok Pesantren Darul Falah Bogor dan Universitas Imam Muhammad
Ibnu Saud Riyadh Arab Saudi itu kemudian menjadikan gerakan Tarbiyah
sebagai bekal untuk mendirikan Partai Keadilan yang kemudian berubah
menjadi PKS bersama Hilmi Aminuddin, Salim Segaf Al Jufri dan sejumlah
tokoh lain.
Selain menjadi dosen dan penerjemah, Yusuf pernah menjabat menjadi Wakil
Ketua dan anggota Dewan Syariah PKS peroide 2000-2010. Pada periode
2004-2009, Yusuf juga pernah menjadi anggota DPR Fraksi PKS dari Dapil
IV kabupaten/kota Bogor Jawa Barat.
Dalam dunia politik di Indonesia, Yusuf diketahui sudah dua kali pindah
partai, yakni Hanura dan terakhir Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP).
Lihat juga:
Yusuf Supendi Pendiri PKS dan Caleg PDIP Meninggal
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180803082351-20-319131/yusuf-supendi-pendiri-pks-dan-caleg-pdip-meninggal/>
Yusuf Supendi diberhentikan dari PKS pada tahun 2010, saat menjabat
Wakil Ketua Dewan Syariah PKS. Dia diberhentikan karena dituduh telah
melakukan perselingkuhan.
Yusuf Supendi, Tersisih di PKS dan Nyaleg di PDIPYusuf Supendi menjadi
caleg PDIP. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Yusuf menggugat PKS dengan melaporkan Presiden PKS saat itu Luthfi Hasan
Ishaq yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR dan Sekjen PKS
Anis Matta yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPR ke Badan
Kehormatan DPR dan pengadilan atas pemecatan itu.
Namun gugatan Yusuf yang pernah menjabat sebagai Badan Anggota Legislasi
DPR itu ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
pada 2012.
Tak hanya memperkarakan PKS, mantan anggota DPR Komisi X periode
2004-2009 ini pernah melaporkan para petinggi PKS atas dugaan menerima
gratifikasi dan penggelembungan dana calon Gubernur DKI Jakarta, Adang
Darajatun, tahun 2009. Ia juga pernah melaporkan dua kader PKS Nasir
Djamil dan Mahfudz Siddiq dengan tudingan pencemaran nama baik dan fitnah.
Lihat juga:
PKS Doakan Yusuf Supendi Husnul Khotimah
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180803085612-20-319136/pks-doakan-yusuf-supendi-husnul-khotimah/>
Hengkang dari PKS, tepatnya pada 2013, Yusuf bergabung ke Partai Hanura.
Di Partai besutan Wiranto itu, Yusuf maju menjadi calon legislatif DPR
pada pemilu 2014, namun gagal mendapat kursi.
Lama tak terdengar, menjelang pemilu 2019, Yusuf membuat heboh karena
memutuskan bergabung dengan PDIP. Yusuf akan maju sebagai bakal calon
anggota legislatif atau caleg Daerah Pemilihan V Jabar, Kabupaten Bogor.
Ia mengaku dasar dirinya mau dicalonkan PDIP karena sekitar 70 persen
partai tersebut Islam dan dari kalangan santri
Namun, Yusuf yang pernah disebut sebagai hafiz Alquran itu wafat tepat 8
bulan sebelum bertarung di pemilihan legilstaif (pileg) 2019
mendatang.*(DAL)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com