https://bisnis.tempo.co/read/1114028/as-dan-cina-saling-berbalas-tarif-perang-dagang-semakin-memanas?
BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_5
AS dan Cina Saling Berbalas Tarif, Perang Dagang
Semakin Memanas
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Minggu, 5 Agustus 2018 21:25 WIB
Komunitas bisnis Amerika di Cina prihatin tentang masa depan di tengah
gesekan perdagangan dan perselisihan antara AS dan Cina.
<https://statik.tempo.co/data/2018/07/20/id_720304/720304_720.jpg>
Komunitas bisnis Amerika di Cina prihatin tentang masa depan di tengah
gesekan perdagangan dan perselisihan antara AS dan Cina.
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Eskalasi tensi perang dagang
<https://www.tempo.co/tag/perang-dagang> antara Amerika Serikat dan
China semakin panas. Setelah pekan lalu Negeri Paman Sam meningkatkan
tarifnya kepada Negeri Panda, sekarang giliran China yang memberikan
balasan.
Simak: Strategi Jokowi Antisipasi Ancaman Perang Dagang
<https://bisnis.tempo.co/read/1105194/strategi-jokowi-antisipasi-ancaman-perang-dagang-as>
Pekan lalu, AS mengubah proposal ancaman tarifnya yang semula 10%
menjadi 25% untuk produk impor asal China yang senilai US$200 miliar.
China pun akhirnya bereaksi dengan mengeluarkan daftar yang berisi
produk impor asal AS senilai US$60 miliar untuk dikenakan tarif sebesar
25%. Salah satu produk AS yang rentan di dalam daftar tersebut adalah
produk gas alam cair (LNG).
Presiden AS Donald Trump menyatakan tarifnya kini mulai berdampak
terhadap China.
“Kita benar-benar telah mengubah China, dan kini saatnya kita mengubah
diri sendiri,” ujar Trump di Ohio, seperti dikutip Reuters, Minggu 5
Agustus 2018.
Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa harga saham China telah jatuh dan
melemahkan posisi Negeri Panda di dalam perundingan perdagangan.
“Pasar AS semakin kuat dari sebelumnya. Sementara pasar China telah
jatuh 27% dalam empat bulan terakhir, dan mereka mulai membuka
percakapan dengan kita [AS],” kata Trump.
Namun, pengukuran untuk saham China yang dimaksud Trump masih belum
jelas. Adapun, indeks S&P 500 yang mengukur saham mayoritas perusahaan
AS masih belum dapat kembali ke level tinggi seperti pada Januari sejak
Trump memulai tensi dagang.
Baik AS maupun China menyatakan tidak akan menyerah dalam tensi perang
dagang
<https://dunia.tempo.co/read/1113998/perang-dagang-media-cina-tuding-amerika-berusaha-memeras>
tersebut. Menlu China Wang Yi menyebutkan bahwa tindakan balasan dari
China semata untuk menjaga perdagangan bebas.
“Langkah yang kami ambil mempertimbangkan kepentingan masyarakat kami
dan berpegang pada aturan rezim Organisasi Dagang Dunia,” katanya di
Singapura.
------------------------------------------------------------------------