https://travel.tempo.co/read/1113967/jumlah-keping-untuk-patung-gwk-di-bali-total-mencapai-300-truk?
TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_4
Jumlah Keping untuk Patung GWK di Bali Total
Mencapai 300 Truk
Reporter:
Antara
Editor:
Tulus Wijanarko
Minggu, 5 Agustus 2018 14:16 WIB
0 komentar
<https://travel.tempo.co/read/1113967/jumlah-keping-untuk-patung-gwk-di-bali-total-mencapai-300-truk?TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_4#comments>
011
#
#
#
#
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto
dengan latar belakang Patung GWK di Ungasan, Badung, Bali, Selasa
(31/7). ANTARA
<https://statik.tempo.co/data/2018/08/05/id_723947/723947_720.jpg>
Pemrakarsa Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Nyoman Nuarta berfoto
dengan latar belakang Patung GWK di Ungasan, Badung, Bali, Selasa
(31/7). ANTARA
*TEMPO.CO*, *Bali *- Patung Garuda Wisnu Kencana alias GWK yang
diresmikan (/soft opening/) pada Sabtu, 4/8, lalu terdiri dari
keping-keping tubuh patung yang jumlahnya mencapai 300 truk.
Keping-keping patung itu dibuat di Bandung dan kemudian dikirim dengan
truk ke bengkel kerja di dekat patung GWK yang berlokasi di Ungasan, Bali.
“Mereka (para seniman di Bali) pula yang menyusun keping-keping itu
sampai siap dinaikkan ke atas pedestalan patung," kata Nyoman Nuarta,
seniman penggagas dan pembuat GWK, di Bali, Sabtu, 4/8, malam. Berat
tiap keping mencapai 3 ton.
Seluruhnya ada 120 seniman yang terlibat dalam penyusunsan dan
merampungkan pembangunan patung GWK itu. “Sebagian besar dari mereka
telah bekerja selama 28 tahun," kata Nuarta.
Pembangunan GWK memang memakan waktu selama 28 tahun. Hingga 31 Juli
2018 para seniman telah berhasil melakukan pemasangan modul terakhir
untuk menggenapi jumlah 754. Modul terakhir itu berupa kepingan tembaga
kuningan yang diletakkan pada bagian tertinggi dari ekor garuda.
Nyoman mengatakan mengangkat keping-keping patung yang beratnya mencapai
3 ton perkeping itu bukan perkara mudah. Apalagi dalam proses
pengangkatan dan pemasangannya hanya menggunakan /crane/, dan bukan steiger.
"Cara seperti ini membuat para pekerja harus berani bergelantungan di
atas ketinggian ratusan meter dari permukaan tanah," kata dia.
Oleh sebab itu Nyoman berupaya memberikan penghargaan kepada para
pekerja tersebut. Sebab bersama mereka ia telah mewujudkan mimpi
menuntaskan GWK sehingga bisa menjadi /landmark/ baru dunia kebudayaan
dan pariwisata Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar)
I Gde Pitana dalam acara /Soft Opening/ Syukuran Rangkaian Kegiatan
Peresmian GWK di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Ungasan, Bali,
mengatakan, GWK menjadi salah satu pengayaan produk pariwisata di Bali
bahkan Indonesia.
Dia berharap patung GWK akan menjadi salah satu /landmark//ikon baru
bagi Bali. "Artinya, Bali bukan saja mengandalkan pariwisata berbasis
alam dan budaya, melainkan juga pariwisata berbasis pada kreativitas
manusianya," katanya.
*ANTARA*