https://tirto.id/pengamat-lipi-isu-sara-mencuat-karena-dimanipulasi-para-elite-cQNi
Pengamat LIPI: Isu SARA Mencuat
Karena Dimanipulasi Para Elite
Sejumlah tukang becak memperlihatkan stiker saat sosialisasi stop
kampanye hitam. ANTARA FOTO/Pradita Utama/nz/15
<https://tirto.id/pengamat-lipi-isu-sara-mencuat-karena-dimanipulasi-para-elite-cQNi>
Sejumlah tukang becak memperlihatkan stiker saat sosialisasi
stop kampanye hitam. ANTARA FOTO/Pradita Utama/nz/15
Oleh: Lalu Rahadian - 7 Agustus 2018
/"Kalau dilihat di grass root sebenarnya tidak ada masalah isu SARA.
Masyarakat kita toleran dan pengertian. Yang jadi masalah kalau ini
digoreng, dimanipulasi elite," ujar Syarif/
tirto.id <https://tirto.id/> -
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif
Hidayat menyebut isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) menjadi
berbahaya jelang pemilu karena dimanfaatkan dan dimanipulasi segelintir
elite. Jika tidak digunakan elite, ia menyebut tak ada permasalahan SARA
di tengah masyarakat.
"Kalau dilihat di /grass root/ sebenarnya tidak ada masalah isu SARA.
Masyarakat kita toleran dan pengertian. Yang jadi masalah kalau ini
digoreng, dimanipulasi elite," ujar Syarif di kawasan Kuningan, Jakarta,
Selasa (7/8/2018).
Menurut Syarif, isu SARA dapat menonjol dan mengganggu pemilu 2019 jika
ruang bagi elite untuk memanfaatkan hal tersebut terbuka. Jika ruang
gerak elite untuk memanipulasi isu SARA ditutup, ia yakin tak ada isu
berbasis identitas yang digunakan selama pemilu berlangsung.
Syarif menyebut salah satu cara untuk memperkecil ruang gerak elite
memanfaatkan isu SARA adalah dengan memperkuat peran Badan Pengawas
Pemilu (Bawaslu).
Menurutnya, Bawaslu harus mengusut tuntas segala perilaku menyimpang
elite yang membawa isu SARA selama proses pemilu. Temuan Bawaslu juga
harus ditindak aparat penegak hukum lain seperti kepolisian serta kejaksaan.
"Pengetatan /black campaign/ dikonkritkan, itu kan elite yang
melakukannya. Kalau hanya wacana ya jalan saja dan isu SARA
dimanipulasi. Kalau ruang elite dikecilkan saya yakin isu SARA tak akan
besar," ujar Syarif.
Dalam survei ahli yang telah dilakukan Pusat Penelitian Politik (P2P)
LIPI, ditemukan bahwa banyak ahli menganggap isu SARA sebagai salah satu
ancaman pengganggu pemilu 2019. Selain itu, beberapa isu lain yang
dianggap berpotensi mengganggu pemilu adalah konflik horizontal antar
pendukung, gangguan keamanan, kekurang-siapan penyelenggara pemilu dan
lainnya.
Survei yang melibatkan 145 ahli politik, ekonomi, sosial budaya dan
hankam itu diselenggarakan pada April-Juli 2018. Survei dilakukan di 11
Provinsi berdasarkan Indeks Demokrasi Indonesia dan Indeks Pembangunan
Manusia.
Baca juga:
* Survei LIPI: Politisasi SARA dan Identitas Ancaman Terbesar Pemilu
<https://tirto.id/survei-lipi-politisasi-sara-dan-identitas-ancaman-terbesar-pemilu-cQH7>
Baca juga artikel terkait PILPRES 2019
<https://tirto.id/q/pilpres-2019-c2Z?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Lalu Rahadian
<https://tirto.id/author/lalurahadian?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Politik)
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yulaika Ramadhani