jawaban kok kurang jelas, tolong lebih spesifik menurut saya sementara 2 hal yg perlu dilakukan, yg ke 1 hapus ambang batas, ke 2 campaign donation limitation.
---In [email protected], <lusi_d@...> wrote : Untuk keadaan yang aktual yah hapuskan saja aturan-aturan yang mengekang hak setiap warganegara untuk melaksanakan hak memilih dan dipilih dalam rangka pemilihan presiden negara Repubklik Indonesia yang dijamin oleh UUD yang bentuknya §ambang batas" itu. Am Wed, 15 Aug 2018 17:32:00 +0000 (UTC) schrieb "Jonathan Goeij jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected] mailto:[email protected]>: > Yg anda kemukakan tentang ambang batas kurang lebih begitulah, tidak > tahu bagaimana keputusan MK nantinya? Hal kedua mungkin maksud anda > pemilihan langsung seperti sekarang, apakah anda punya ide agar bisa > dipilih secara demokratis? > > > ---In [email protected] mailto:[email protected], <lusi_d@...> > wrote : > > Memang fungsinya sistem ambang batas calon presiden untuk menjamin > hanya calon presiden yang dikehendaki kaum oligarkhi dan kaum elite > peng-peng sajalah yang boleh ditampilkan sebagai capres Negara RI ini. > > Presiden dipilih bukan secara demokratis tapi sesuai dengan faham > neo-liberalisme - mengikuti seberapa berat bobot kapital mereka yang > sedang bertarung. Tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan sistim > demokrasi. Atau ada pengertian lain? > > > > > Am Tue, 14 Aug 2018 23:16:34 +0000 (UTC) > schrieb "Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45]" > <[email protected] mailto:[email protected]>: > > > > Saya kira masalahnya terletak pada sistem ambang batas calon > > presiden, seandainya tanpa ambang batas tentu akan banyak calon yang > > bisa bersaing dan pemilih/rakyat bisa mempunyai banyak alternatif. > > > > ---In [email protected] mailto:[email protected], > > <lusi_d@...> wrote : > > > > Saya pikir mBak Sinta betul juga. > > Karena konsep kedua pasangan calon presiden itu aliran politik yang > > dianutnya pada prinsipnya sama-sama neoliberal. Paling-paling beda > > personifikasi oligarkhinya saja. > > Lain halnya kalau masih ada pasangan calon presiden ketiga, misalnya > > Rizal Ramli dengan konsep anti neo-liberalnya, mendorong kemajuan > > usaha nasional dan ada perhatian terhadap nasib kehidupan rakyat. > > Dia juga pernah menunjukkan keberanian melawan tuntutan yang tidak > > wajar dari kaum investor, berani mempertahankan prinsip berdikari > > di bidang ekonomi dan intelegensianya mampu menyusun konsep ekonomi > > politik untuk memenangkan kepentingan ekonomi nasional, misalnya > > penyelesaian masalah Freeport. Tidak seperti presiden yang sekarang > > ini. Kadar pengetahuan masalah politik dan ekonominya kan mémblé > > sekali. > > > > Salam > > Lusi.- > > > > > > > > > > Am Tue, 14 Aug 2018 14:20:59 +0000 (UTC) > > schrieb "Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45]" > > <[email protected] mailto:[email protected]>: > > > > > > > Waduh, bu Gus Dur bisa masuk golongan Golput, > > > dong!!!??Ha...ha..bisakah bu Gus Dur membantu orang-orang remo > > > pro-kapitalis untuk mengerti mengapa orang memilih jadi Golput??? > > > Sudah sejak pemilu 2014, di milis ini terjadi perdebatan antara > > > mereka yang "tergiur" dan "terpesona" oleh Jokowi dengan orang > > > yang tak peduli akan pemilu karena siapapun yang menang, nasib > > > rakyat jelata tak akan berubah. Dan ini sudah dibuktikan oleh > > > kekuasaan sang presiden yang katanya "merakyat" dan "less evil" > > > alias Jokowi. Ya jelas mereka yang nongkrong diluar negeri dan > > > hidup mapan di tanah air sama sekali tidak merasakan tanahnya > > > dirampas, mata pencahariannya dilenyapkan, rumah serta tanaman > > > yang sebentar lagi dipanen digilas buldoser. Makanya masih bisa > > > berkoar-koar pro-Jokowi! Perubahan hanya bisa diciptakan oleh > > > gerakan rakyat sendiri yang harus terus membangun dan membesarkan > > > gerakannya. Logika orang remo dan pro-statusquo: karena gerakan > > > rakyat kecil, jadi ikut saja dan kolaborasi dengan mereka yang > > > berkuasa!!! Itulah yang terjadi dengan banyak aktivis yang > > > sekarang nongkrong jadi anggota DPR atau pejabat. Yang > > > dikepalanya hanya duit!!! Tap rakyat yang sadar bukan aktivis > > > gadungan! > > > > > > On Tuesday, August 14, 2018 2:27 PM, "Noroyono 1963 > > > noroyono1963@... [GELORA45]" <[email protected] > > > mailto:[email protected]> wrote: > > > > > > Istri Gus Dur soal Pilpres:Tak Ada yang Cocok Saya PilihDZA, CNN > > > Indonesia | Senin, 13/08/2018 18:43 WIB Istri mendiang Gus Dur, > > > Sinta Nuriyah Wahid (keduadari kanan) menyatakan tak punya > > > pilihan pada pemilihan presiden 2019.(Foto:Sigid Kurniawan) > > > Jakarta, CNNIndonesia -- Sinta Nuriyah Wahid, istrimendiang > > > Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, menyatakan tidak punya > > > pilihanpada pemilihan presiden 2019.Dia merasa tak ada calon yang > > > cocok untuk dipilih. > > > > > > "Saya juga enggak bisa memilih. Enggak ada yang bisa saya pilih. > > > Enggakada yang merasa cocok," kata Sinta di kediamannya kawasan > > > Jagakarsa,Jakarta Selatan, Senin (13/8). > > > > > > Sinta enggan berkomentar mengenai pencalonan Rais Aam Pengurus > > > Besar NahdlatulUlama Ma'aruf Amin sebagai calon wakil presiden > > > pendamping Joko Widodo dalampilpres 2019. > > > > > > Lihat juga: Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf,Farhat Abbas Siap Hadapi > > > Fadli Zon Pencalonan Ma'ruf sebagai cawapres Jokowi mengundang > > > reaksi dari berbagaipihak. KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus > > > meminta Ma'ruf mundur darijabatannya sebagai Rais Aam Pengurus > > > Besar Nahdlatul Ulama karena persoalanetika di tubuh organisasi. > > > > > > Selain itu, anggota Komisi Bidang Agama DPR RI Sodik Mudjahid > > > meminta Ma'rufmundur dari jabatan MUI. Menurutnya MUI sudah > > > seharusnya tidak berpihak padakepentingan politik manapun. > > > > > > Sinta juga tak ingin berkomentar mengenai tes kesehatan yang > > > telahdilakukan Ma'aruf pada Minggu (12/8). Pada pemilu 2004, Gus > > > Dur dinyatakangagal maju mengikuti konstestasi pemilihan presiden > > > saat tes kesehatan. > > > > > > "Saya selama ini tidak tahu bagaimana, ya yang kita tahu beliau > > > (Ma'rufAmin) sehat, perkara apakah beliau ada penyakit yang lain, > > > saya tidak tahu. Maukomentar gimana, toh itu pilihannya Pak > > > Jokowi," kata Sinta. > > > > > > > > > > > > | Ma'ruf Amin (kedua dari kanan) dan Jokowi saat menjalani tes > > > kesehatan di RSPAD Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino) | > > > > > > > > > Bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden > > > Jokowi-Ma'aruf Amintelah menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit > > > Pusat Angkatan Udara (RSPAD) GatotSubroto. Tes tersebut dijalani > > > selama kurang lebih 12 jam. > > > > > > Lihat juga: TimKampanye Jokowi-Ma'ruf Pakai Cara Ofensif di > > > Pilpres 2019 Tes kesehatan yang dijalani Ma'aruf menimbulkan > > > spekulasi tak lolos kesehatankarena usianya sudah 75 tahun. > > > Selain itu, Ma'ruf mempunyai riwayat penyakitasam urat. > > > > > > Jokowi dan Ma'ruf keluar tepat pukul 20.46 WIB yang ditemani oleh > > > sejumlahdokter dan pendamping. Hasil rekam medis keduanya pun > > > langsung diberikan olehKetua Umum Ikatan Dokter Indonesia Ilham > > > Oetama Marsis. > > > > > > Sepanjang pemeriksaan, Jokowi merasa tidak mengalami kesulitan > > > apapun. Dia jugamengklaim hasil rekam medis miliknya maupun milik > > > Ma'ruf baik-baik saja.. > > > > > > Ma'ruf juga menyampaikan hal yang sama. Kata dia tak ada kendala > > > apapun yabgdialaminya selama pemeriksaan. > > > > > > "Lancar semuanya, Insyaallah baik-baik saja," kata dia. > > > > > > Lihat juga: Ma'ruf Amin Akan Berangkat Haji Besok > > > (pmg) > > > > > > > > >
