Tol Laut Turunkan Ketergantungan dari Produk Malaysia 20 Persen
Reporter:
Antara
Editor:
Kodrat Setiawan
Senin, 20 Agustus 2018 14:51 WIB
0KOMENTAR
<https://bisnis.tempo.co/read/1118813/tol-laut-turunkan-ketergantungan-dari-produk-malaysia-20-persen/full&Paging=Otomatis#comments>
000
#
#
#
#
12_ekbis_tollaut
<https://statik.tempo.co/data/2017/04/21/id_600599/600599_620.jpg>
12_ekbis_tollaut
*TEMPO.CO*,*Nunukan*- Ketergantungan warga perbatasan RI dengan Malaysia
di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terhadap produk luar negeri
menurun berkat programtol laut
<https://www.tempo.co/tag/tol-laut>pemerintah Indonesia.
*Baca juga:Kemenhub Sediakan 15 Trayek Tol Laut, Ini Rincian Rutenya
<https://bisnis.tempo.co/read/1055171/kemenhub-sediakan-15-trayek-tol-laut-ini-rincian-rutenya>*
"Program tol laut berhasil menurunkan ketergantungan warga perbatasan di
Pulau Sebatik terhadap produk Malaysia hingga 20 persen," ujar Kepala
Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan,
Hasan Basri di Nunukan, Senin, 20 Agustus 2018.
Sebelum adanya program tol laut, kebutuhan pokok sehari-hari bagi
masyarakat di Pulau Sebatik hampir 80 persen didatangkan dari Negeri
Sabah, Malaysia, secara ilegal.
Namun program tol laut yang lancar dengan mengangkut produk dalam negeri
sesuai kebutuhan sebanyak dua kali sebulan, warga setempat telah
memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Menurut Hasan Basri, ini membuktikan, pengaruh positif dari program tol
laut sangat efektif sebagaimana keinginan pemerintah Indonesia agar
ketergantungan warga perbatasan terhadap produk luar negeri dapat dikurangi.
Hanya saja, kata Hasan Basri, produk dalam negeri melalui program tol
laut ini harganya masih relatif tinggi dibandingkan produk Malaysia.
Sebab, produk Malaysia merupakan subsidi dari pemerintahnya yang
diperdagangkan ke Pulau Sebatik.
"Kita harus akui harga kebutuhan pokok dalam negeri lebih mahal
dibandingkan produk Malaysia. Karena produk Malaysia ini disubsidi oleh
pemerintahnya," ungkap dia.
Ia mengharapkan, ke depannya produk dalam negeri ini semakin diminati
oleh warga perbatasan. Tidak tertutup kemungkinan pasokan produk
Malaysia yang masuk ke Kabupaten Nunukan secara ilegal akan dibatasi
atau bahkan dilarang nanti.
Barang kebutuhan pokok yang diangkut menggunakan kapal oleh programtol
laut <https://www.tempo.co/tag/tol-laut>ini langsung dari Surabaya, Jawa
Timur. Produk yang diangkut sesuai dengan kebutuhan warga setempat
melalui rekomendasi Pemkab Nunukan.
*ANTARA*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com