Sejak Jokowimenaikkan harga BBM pada November 2014 

(belum sebulan jadi presiden), satu-persatu pemilih yang sehat 


jasmani-rohani mulai balikbadan. Begitu seterusnya dari hari 


ke hari, minggu ke minggu, bertahun-tahun. Jelas, suara dukungan 


yang 37% sudah menyusut sejak awal pemerintahannya. 


Yangtersisa paling yah kaum oportunis yang pura-pura mendukung 


padahal cuma mau menunggangi kekuasaan si lemah. Tak ketinggalan, rombongan 
buta-tuli yang berhalusinasi dirinya adalah Jokowi.



- 

Gerakan Ramai-Ramai Tinggalkan Jokowi





Maret 27, 2018 12:15




Jakarta, Aktual.com – Di tengah-tengah kerumunan puluhanorang di depan Istana 
Negara, terdapat sebuah spanduk agak menarik perhatiandibandingkan puluhan 
spanduk lainnya. Bertuliskan ‘Trisakti & NawacitaOmong Kosong’, spanduk 
berukuran 4×1 meter ini pun sangat mencolok pada siangitu.





Spanduktersebut merupakan salah satu spanduk yang mewarnai unjuk rasa yang 
dilakukan olehsejumlah aktivis asal Pro Demokrasi (Prodem) di depan Istana 
Negara, Jakarta,16 Maret 2018 lalu.




Dalamaksi itu, salah satu pentolan Prodem, Agus Edy Santoso atau yang akrab 
disapaLenon pun menyatakan penyeselannya karena pernah mendukung Joko Widodo 
dalamPemilihan Presiden (Pilpres) edisi lalu. Untuk mempertegasnya, Agus 
Lenonbahkan menyebutkan tobat nasuha.




Sehariberselang, giliran Komunitas Relawan Sadar (Korsa) yang menyatakan 
menyesalpernah mendukung Jokowi.




Keduarelawan ini menilai Jokowi gagal menepati janji kampanye, gagal 
dalammenghentikan utang luar negeri, dan gagal meningkatkan pertumbuhan 
ekonomiIndonesia.




Penyataanterkait hilangnya kepercayaan terhadap Jokowi sendiri ini bukanlah 
yangpertama. Beberapa pihak pun telah menyatakan hal serupa sejak beberapa 
tahunlalu.




Istridari mendiang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, Suciwati 
punmengemukakan hal yang sama pada tahun lalu. Suciwati pesimis Jokowi 
mampumenuntaskan kasus pembunuhan suaminya, termasuk mengungkap dokumen hasil 
TPFyang kini disebut-sebut hilang.




Padahal,Suciwati ingat betul saat kampanye Pilpres dahulu, Jokowi berjanji 
akanmenuntaskan kasus tersebut.




“Soalharapan, pesimis kalau saya ya sama Presiden Jokowi,” katanya usai 
menjadipembicara dalam diskusi publik dengan tema ‘Munir, Demokrasi, dan 
PerlindunganPembela HAM’ di Unika Atma Jaya, Jakarta, 5 September 2017 silam.




Penarikandukungan oleh orang-orang yang pernah menjadi relawan atau tim sukses 
Jokowijuga pernah dilakukan oleh Ferdinan Hutahean pada beberapa tahun lalu. 
Ferdinankini ‘membelot’ ke Partai Demokrat.




Ketikadihubungi Aktual, Agus Lenon, pendeklrasi taubat nasuha dalam unjuk rasa 
yangdilakukan sejumlah aktivis Prodem pada beberapa waktu lalu enggan 
berkomentarlebih jauh. Ia lebih merekomendasikan Aktual untuk menanyakan hal 
tersebutkepada rekan-rekannya yang lain di Prodem.




Dihubungisecara terpisah, Ketua Majelis Prodem, Syafti Hidayat menyatakan, 
unjuk rasaitu memang diadakan untuk mengingatkan Jokowi terhadap janji-janji 
yangdilontarkannya pada empat tahun lalu.




“Banyakjanji yang enggak dipenuhi, jadi kita minta Jokowi memenuhi janjinya,” 
katapria yang akrab disapa Ucok ini kepada Aktual, Jumat (23/3) lalu.




(Teuku Wildan)



Kirim email ke