https://www.antaranews.com/berita/742836/rusia-gelar-pelatihan-perang-
terbesar-dalam-empat-puluh-tahun
Rusia gelar pelatihan perang
terbesar dalam empat puluh
tahun
Rabu, 29 Agustus 2018 08:15 WIB
Warga menyaksikan jet tempur Su-30 tim aerobatik Russkiye Vityazi
(Russian Knights) dalam International Army Games 2018 di Alabino diluar
Moskow, Rusia, Sabtu (11/8/2018). (REUTERS/Maxim Shemetov)
Moskow, (ANTARA News) - Rusia bulan depan akan menggelar pelatihan
perang terbesar dalam hampir empat puluh tahun terakhir ini, kata
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu kepada sejumlah kantor berita Rusia,
Selasa.
Pelatihan militer besar-besaran itu juga akan melibatkan tentara China
dan Mongolia.
Pelatihan perang tersebut dinamakan Vostok-2018 (Timur-2018) dan akan
dilangsungkan di wilayah-wilayah militer tengah dan timur Rusia.
Pelatihan akan diikuti hampir 300.000 prajurit, lebih dari 1.000 pesawat
militer, dua armada Angkatan Laut Rusia serta seluruh unit Angkatan
Udara, kata laporan kantor-kantor berita yang mengutip pernyataan Shoigu.
Pelatihan perang tersebut akan berlangsung di tengah ketegangan yang
meningkat antara negara-negara Barat dan Rusia, yang khawatir soal
pengembangan persekutuan militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
di sisi baratnya, yang dianggap Rusia tidak bisa dibenarkan.
*Baca juga: China- Rusia adakan pelatihan gabungan anti-peluru kendali
<https://www.antaranews.com/berita/559186/china-rusia-adakan-pelatihan-gabungan-anti-peluru-kendali>*
NATO mengatakan pihaknya telah meningkatkan kekuatan di wilayah Eropa
Tmur untuk mencegah kemungkinan Rusia melancarkan aksi militer setelah
Moskow mencaplok Krimea --milik Ukraina-- pada 2014 serta mendukung
pemberontakan pro-Rusia di Ukraina Timur.
Pelatihan perang yang akan berlangsung dari 11 September hingga 15
September itu mungkin menjengkelkan Jepang, demikian laporan Reuters.
Jepang sudah menyampaikan keluhan mengenai keadaan tersebut, yang
dikatakannya sebagai pembangunan militer Rusia di kawasan Timur Jauh.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan menghadiri sebuah forum
ekonomi di Vladivostok pada saat yang sama.
Shoigu mengatakan kepada kantor-kantor berita bahwa pelatihan perang
tersebut akan merupakan yang terbesar yang digelar Rusia sejak pelatihan
militer Soviet, yang dinamakan Zapad-81 (Barat-81), pada 1981.
"Dalam beberapa hal, pelatihan perang (Vostok-2018, red) akan mengulang
aspek-aspek Zapad-81, tapi dengan skala yang lebih besar," kata Shoigu
kepada para wartawan ketika ia mengunjungi Kabupaten Khakassia, Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengatakan bahwa kesatuan-kesatuan
militer China dan Mongolia juga akan ambil bagian dalam pelatihan perang
tersebut.
Juru bicara NATO Dylan White mengatakan Rusia pada Mei telah mengabarkan
persekutuan itu soal rencana pelatihan perang itu dan NATO berencana
memantaunya.
*Baca juga: Rusia selenggarakan pelatihan peluru tajam di Baltik
<https://www.antaranews.com/berita/422073/rusia-selenggarakan-pelatihan-peluru-tajam-di-baltik>*
Editor: Tia Mutiasri
Pewarta: Antara
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018