https://tirto.id/ekonom-mending-perluas-pasar-ekspor-ketimbang-batasi-impor-cVQG
Ekonom: Mending Perluas Pasar
Ekspor Ketimbang Batasi Impor
Ilustrasi ekspor. tirto.id/Andrey Gromico
<https://tirto.id/ekonom-mending-perluas-pasar-ekspor-ketimbang-batasi-impor-cVQG>
Ilustrasi ekspor. tirto.id/Andrey Gromico
Oleh: Damianus Andreas - 29 Agustus 2018
/Ekonom menyarankan agar pemerintah perluas pasar ekspor ketimbang
membatasi laju impor/
tirto.id <https://tirto.id/> - Ekonom Faisal Basri mengatakan pemerintah
perlu memperluas pasar ekspor ketimbang memunculkan rencana untuk
mengerem laju impor terhadap 900 komoditas dalam mengendalikan defisit
transaksi berjalan.
Faisal pun lantas menyoroti produksi otomotif dalam negeri yang
menghasilkan produk tidak terpakai (idle) hingga hampir 1 juta unit.
Dalam setahun, produksi mobil di dalam negeri tercatat mencapai 2,2 juta
unit.
“Nggak bakal menang kita kalau defensif terus. Strateginya harus
ofensif. Untuk di otomotif, terkait satu jutanya yang masih idle, harus
didorong [ekspornya]. Tidak malah menunggu pabrik baru, kasih insentif
macam-macam,” ungkap Faisal di kawasan Menteng, Jakarta pada Rabu
(29/8/2018).
Lebih lanjut, Faisal menilai industri otomotif Indonesia memiliki
peluang untuk mengekspor kendaraan ke kawasan Afrika atau Asia Selatan.
Ia tak menampik apabila ekspor ke pasar nonkonvensional relatif sulit
untuk dilakukan. Akan tetapi, Faisal melihat adanya potensi barter
produk yang dapat dilakukan.
Adapun Faisal mengatakan pemerintah harus meningkatkan pertumbuhan pada
sektor manufaktur yang bisa menghasilkan produk untuk diekspor. Ia pun
mengklaim bahwa pertumbuhan di sektor jasa selama ini masih jauh lebih
besar apabila dibandingkan dengan pertumbuhan pada industri manufaktur.
“Industri-industri kita yang berbasis sumber daya alam malah jeblok.
Yang tidak ada potensi sumber daya alam malah berkembang. Menurut saya,
ujung tombaknya paling tidak industri yang punya basis keunggulan di
sumber daya alam,” jelas Faisal.
Masih dalam kesempatan yang sama, Faisal juga meminta agar para duta
besar Indonesia di berbagai negara ikut berperan dalam mendorong ekspor
Indonesia ke pasar-pasar baru. Faisal menilai sudah seharusnya para duta
besar menjadi ujung tombak pemerintah untuk memperluas pasar ekspor.
“Presiden Jokowi saat menugaskan [duta besar], seharusnya mengingatkan
lagi tentang itu,” kata Faisal.
Baca juga:
* Pemerintah Akui Defisit Neraca Perdagangan Juli Di Luar Perkiraan
<https://tirto.id/pemerintah-akui-defisit-neraca-perdagangan-juli-di-luar-perkiraan-cSQV>
* Ekonom Pesimistis Penerapan Kebijakan B20 Bisa Segera Tekan Defisit
<https://tirto.id/ekonom-pesimistis-penerapan-kebijakan-b20-bisa-segera-tekan-defisit-cVCx>
Baca juga artikel terkait DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN
<https://tirto.id/q/defisit-transaksi-berjalan-oND?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
<https://tirto.id/author/damianusandreas?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Ekonomi)
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yantina Debora