Pesan yang Diwanti-wanti Jack Ma untuk Pengusaha dan Pemerintah
Reporter:
Caesar Akbar
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Senin, 3 September 2018 07:30 WIB
Jack Ma. APJack Ma. AP
*TEMPO.CO, Jakarta -*CEO Alibaba Group,Jack Ma
<https://www.tempo.co/tag/jack-ma>menyebutkan ada dua hal terpenting
yang harus diperhatikan pemerintah dan pelaku usaha.
"Dua hal pesan dia, yaitu ke depan yang harus diperhatikan adalah
industri blockchain dan cloud computing," ujar Rosan Roeslani Ketua
Kamar Dagang dan Industri di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Ahad, 2
September 2018. Jack Ma, ujar Rosan, memprediksikan bahwa dua hal
tersebut adalah teknologi masa depan.
*Simak: *Jack Ma: Asian Games 2018 Sangat Sukses
<https://bisnis.tempo.co/read/1122921/jack-ma-asian-games-2018-sangat-sukses>
Di samping itu, menurut Rosan, bos Alibaba itu berpesan agar pelaku
usaha di Indonesia sebaiknya tidak cepat puas dan merasa besar.
Sehingga, upaya perbaikan bisnis dengan mengadopsi blockchain dan cloud
mesti mulai dilirik.
Selain soal dua industri tersebut, Rosan berujar penasehat e-commerce
Indonesia itu mewanti-wanti agar pemerintah mulai memperhatikan usaha
mikro, kecil, dan menengah. Sebab sektor itu dinilai lebih fleksibel
ketimbang perusahaan besar.
Untuk itu, pemerintah didorong untuk bisa mendorong terciptanya minat
berkewirausahaan, peningkatan sumber daya manusia, usaha yang
berkesinambungan, serta usaha yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan.
"Itu kalau mau/sustainability/-nya jalan," ujar Rosan.
Jack Ma memang baru saja menggelar pertemuan bersama sejumlah menteri
Kabinet Kerja di hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Ahad,
2 September 2018. Ia mengatakan pertemuan hari ini adalah tindak lanjut
dari pertemuan sehari sebelumnya.
"Pertemuan hari ini sangat penting untuk mem-/follow-up/ pertemuan
kemarin," ujar Jack Ma seusai pertemuan. Dalam kesempatan itu, Jack Ma
berdiskusi dengan sejumlah tokoh, antara lain Menteri Koordinator
Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika
Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Kepala Otoritas
Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan
P. Roeslani.
Beberapa hal yang diperbincangkan antara lain pengembangan talenta untuk
mengembangkan teknologi Internet dan /e-commerce/ di Indonesia.
Dalam perbincangan itu, Ma dan sejumlah menteri juga membicarakan soal
bagaimana mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah, serta anak-anak
muda untuk bisa meraih peluang dari perkembangan Internet dan pasar digital.
Perbaikan bisnis perdagangan/ e-commerce/antara Indonesia dan Cina,
serta negara lain juga tidak luput dibicarakan bersama bos Alibaba itu.
Termasuk, bagaimana mengembangkan teknologi finansial di Tanah Air,
sehingga nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya anak muda.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dalam
pertemuan itu, Jack Ma
<https://bisnis.tempo.co/read/1122853/rudiantara-jelaskan-jack-ma-institute-perlu-dibangun-di-indonesia> yakin
masa depan bisnis di Indonesia akan digerakkan oleh UMKM. Sebab, di
kawasan Asia tidak banyak usaha besar ketimbang UMKM.
"Karena itu kita disarankan untuk mempersiapkan betul mendorong usaha
kecil ini masuk /e-commerce/, itu yang cocok buat kita," kata Darmin.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com