*Tiongkok dan Afrika Selatan Sepakat Untuk Tingkatkan Kemitraan
Strategis Komprehensif*
2018-09-03 10:51:27
http://indonesian.cri.cn/20180903/566cc9af-4117-d16f-d967-a91dfdbeb57c.html
KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika akan diadakan di Beijing
hari ini (3/9). Kemarin malam, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengakhiri
pertemuan bilateral yang berlangsung selama satu hari. Pemimpin terakhir
yang ditemuinya adalah Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa
yang pertama kali mengunjungi Tiongkok. Kedua pemimpin dalam pertemuan
itu sepakat untuk meningkatkan kemitraan strategis komprehensif kedua
negara ke tahap baru.
Xi Jinping dalam pertemuan menyatakan senang bersama dengan Presiden
Ramaphosa memimpin KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika. Ia
mengatakan, KTT bertujuan untuk membentuk komunitas senasib
Tiongkok-Afrika yang lebih akrab, hal itu mempunyai arti penting bagi
perkembangan kemitraan kerja sama strategis keseluruhan. Xi Jinping
menyatakan kesediaan untuk bersama dengan Presiden Ramaphosa mendorong
keberhasilan berbagai agenda, merealisasi target ramalan untuk
meningkatkan persatuan dan kerja sama.
Xi Jinping menegaskan, makna hubungan Tiongkok dan Afrika Selatan jauh
melintasi kategori bilateral, memiliki pengaruh global dan strategis.
Kedua negara perlu maju terus dengan menyusuri arah dan target umum yang
sudah ditetapkan, dengan aktif menerapkan berbagai kesepahaman penting
yang sudah dicapai oleh kedua pihak, menyusun rancangan strategis kerja
sama selama dasawarsa mendatang, meningkatkan kontak lapisan tinggi,
memperdalam saling percaya pada aspek politik, mendorong kerja sama
pragmatis, mengintensifkan pertukaran antar partai dan masyarakat. Kedua
negara perlu berupaya mengembangkan kerja sama Tiongkok-Afrika,
memperkuat kerja sama antara negara-negara BRICS, mempererat kontak dan
koordinasi dalam kerangka multilateral, memelihara kepentingan sah
negara-negara berkembang, mendorong demokratisasi hubungan
internasional, mendorong sistem internasional dan tata tertib
internasional berkembang ke arah yang lebih adil dan rasional.
Sementara itu, Ramaphosa menyatakan, hubungan antara Afrika Selatan
dengan Tiongkok didirikan di atas dasar saling menghormati, sama derajat
dan saling menguntungkan, mempunyai arti strategis. Afrika Selatan
bersedia belajar pengalaman yang bermanfaat pihak Tiongkok di
bidang-bidang pembangunan partai berkuasa serta pengelolaan perusahaan,
aktif berpartisipasi dalam kerja sama “satu sabuk satu jalan”. Di bawah
situasi dewasa ini, kedua pihak perlu berupaya memelihara sistem
multilateral dan perdagangan internasional, memelihara negara-negara
pasar baru dan kepentingan bersama negara-negara berkembang.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com