*Masyarakat Internasional Nilai Positif Penyelenggaraan
*
*Sukses KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika*
2018-09-06 11:32:00
http://indonesian.cri.cn/20180906/da86593d-1836-5d7d-6d7d-808896da385f.html
KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika diselenggarakan pada tgl.
3-4 September. Masyarakat internasional berpendapat, keberhasilan KTT
Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika akan meningkatkan hubungan
Tiongkok dan Afrika ke tingkat baru, sekaligus meletakkan dasar kuat
bagi kerja sama yang bersahabat antara Tiongkok dan Afrika pada era baru.
Pada tol.3 September, Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya di
depan upacara pembukaan KTT mengumumkan, Tiongkok tidak campur tangan
dalam urusan negara-negara Afrika untuk menemukan jalan perkembangan
yang sesuai dengan negara masing-masing, tidak campur tangan dalam
urusan intern Afrika, tidak memaksakan keinginan pribadi kepada negara
lainnya, tidak menyertai syarat politik apapun dalam menyediakan
bantuan, tidak mengusahakan kepentingan politik pribadi dalam investasi
dan pendanaan di Afrika. Kebijakan tersebut mendapat penilaian tinggi
dari berbagai kalangan.
Ekonom terkenal Afrika Selatan, Mundie mengatakan, Afrika dan Tiongkok
mempunyai persahabatan alamiah, kerja sama antara kedua pihak memiliki
dasar kuat. Negara-negara Afrika pada umumnya berpendapat, kerja sama
antara Afrika dan Tiongkok diadakan secara kesetaraan dan saling
menguntungkan, tak peduli bagaimana berubahnya situasi internasional,
dasar kerja sama antara Afrika dan Tiongkok adalah tak tergoyahkan.
Sarjana Kenya, Ndegwa Muhoro mengatakan, Tiongkok menghormati
negara-negara Afrika untuk memilih sendiri jalan perkembangan, tidak
memaksakan keinginannya kepada negara lainnya, Tiongkok dengan tulus
hati membantu Afrika.
Dalam KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika, Presiden Xi Jinping
mengemukakan “delapan aksi”, yaitu pada tiga tahun mendatang dan masa
selanjutnya, secara titik berat mendorong industri, koneksi sarana,
kemudahan perdagangan, perkembangan hijau, peningkatan kemampuan,
pertukaran masyarakat serta perdamaian dan keamanan.
Ekonom Zimbabwe, Mousenger berpendapat, “delapan aksi” merupakan hasil
penting dalam KTT, menunjukkan arah bagi kerja sama antara Afrika dan
Tiongkok di berbagai bidang pada masa depan. Dia yakin bahwa sejalan
dengan pelaksanaan “delapan aksi”, kerja sama antara Afrika dan Tiongkok
akan mencapai puncak yang baru.
Presiden Serbia, Aleksander Vucic menaruh perhatian sepenuhnya terhadap
KTT Beijing Forum Kerja Sama Tiongkok-Afrika. Ia mengatakan, pada saat
penting ekonomi global menghadapi tantangan proteksionisme perdagangan,
sebagai negara besar ekonomi, Tiongkok sekali lagi memperlihatkan tekad
tegas untuk membantu negara-negara berkembang tanpa pamrih, hal itu
bermanfaat bagi pembangunan komunitas senasib yang dianjurkan oleh
Presiden Xi Jinping. Inisiatif “satu sabuk satu jalan” mempunyai arti
amat penting bagi berbagai negara Afrika, maka akan mendapat tanggapan
positif di berbagai negara Afrika.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com