Indonesia juga berinvestasi di Vietnam di bidang real estate dan juga di Shanghai Pudong, Xiamen dan Hangzhou, dan juga pabrik mie di Tiongkok.Ada juga yang joint venture di Hong Kong. Nederland kemajuan ekonominya hanya 2.5 %, tetapi bedanya dengan Indonesia, Nederland sudah jadi negeri cukup makmur.
On Sat, 15 Sep 2018 at 10:03, Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > *Dibilang bahwa pertumbuhan ekonomi NKRI hebat paling rendah 5% selama > ini, berarti perusahaan nasional neo-Mojopahit bertambah kuat dan bisa > ”going abroad” atau menanamkan modal di luarnegari, tetapi ternyata > sebaliknya kemana sang presiden kalau pergi keluar selalu diajak perusahaan > negeri yang dikunjungi untuk menanamkan modal di NKRI. Jadi mungkin bisa > dikatakan bahwa yang menyumbang kepada apa yang dikatakan pertumbuhan > ekonomi yang didasarkan pada hasilPDB adalah modal asing yang keuntungannya > dibawa ke induk negerinya dan ditinggalkan buruh upah murah bernaum dibawah > Pancasila dan UUD45 yang tak ada faedah aplikasinya. Benarkan tanggapan > ini? Silahkan komentar untuk menambahkan wawasan. Satu catatan yang > barangkali bisa diperhatikan bahwa Vietnam mengalami peperangan hebat sejak > habis perang dunia II sampai tahun 1975, bom yang dijatuhkan oleh USA di > Vietnam dikatakan sebanyak bom yang dijatuhkan selama perang dunia II, > sekalipun demikian bisa bangun dan berinvestasi di NKRI.* > > > > https://fokus.tempo.co/read/1126158/lawatan-jokowi-ri-banjir-investasi-korea-selatan-dan-vietna > <https://fokus.tempo.co/read/1126158/lawatan-jokowi-ri-banjir-investasi-korea-selatan-dan-vietnam> > Lawatan Jokowi, RI Banjir Investasi Korea Selatan dan Vietnam > > Reporter: > Tempo.co > > Editor: > Dewi Rina Cahyani > > Kamis, 13 September 2018 17:39 WIB > > 0 komentar > <https://fokus.tempo.co/read/1126158/lawatan-jokowi-ri-banjir-investasi-korea-selatan-dan-vietnam/full&view=ok#comments> > > 18019 > > - > > [image: Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbicara pada sesi pleno > Forum Ekonomi Dunia ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, 12 > September 2018. Tema Forum Ekonomi Dunia tersebut adalah] > <https://statik.tempo.co/data/2018/09/13/id_733244/733244_720.jpg> > <https://statik.tempo.co/data/2018/09/13/id_733244/733244_720.jpg> > > Presiden Joko Widodo atau Jokowi berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi > Dunia ASEAN di Convention Center, Hanoi, Vietnam, 12 September 2018. Tema > Forum Ekonomi Dunia tersebut adalah "ASEAN 4.0: Kewirausahaan dan Revolusi > Industri Keempat". AP > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Presiden Joko Widodo atau Jokowi > <https://www.tempo.co/tag/jokowi>baru saja menyelesaikan kunjungannya ke > Korea Selatan dan Vietnam. Jokowi bertolak dari Pangkalan Udara Halim > Perdanakusuma, Jakarta menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada > hari Minggu, 9 September 2018 dan kembali lagi Rabu, 12 September 2018. > > *Baca juga: 2020, Jokowi Ingin Nilai Perdagangan RI - Vietnam Capai USD 10 > M > <https://bisnis.tempo.co/read/1125734/2020-jokowi-ingin-nilai-perdagangan-ri-vietnam-capai-usd-10-m>* > > Kunjungan singkat di tengah situasi global yang tidak menentu ini berbuah > sejumlah kesepakatan. Perusahaan dan institusi pemerintah Indonesia - Korea > Selatan menandatangani 15 nota kesepahaman investasi. Kerja sama ini > meliputi sektor energi, properti, mesin, teknologi, dan kosmetika. Total > komitmen investasi yang bersifat business to business (B-to-B) dari hasil > MoU tersebut mencapai US$ 5,76 miliar. > > Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani mengatakan banyak potensi > perdagangan dan investasi antara RI-Korsel yang perlu digali. "Kami sangat > terbuka akan investasi yang masuk ke Indonesia," ujar Rosan dalam > keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 11 September 2018. > > Kesepakatan yang terjadi di sektor industri terjalin salah satunya antara > Hyundai Engineering yang bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha untuk > pengembangan pabrik kimia yang akan menghasilkan produk vinyl chloride > monomer (VCM) dan poly vinyl chloride (PVC) di Merak, Banten dengan nilai > investasi sebesar US$ 200 juta. Kemudian, pengembangan pabrik mesin diesel > senilai US$ 185 juta yang dilakukan oleh Doosan Infracore dengan PT Boma > Bisma Indra (Persero) dan PT Equiti Manajemen Teknologi. > > Selanjutnya, SD Biotechnologies menjalin kerja sama dengan PT Orion > Pratama Sentosa untuk membangun industri kosmetika di Karawang, Jawa Barat > senilai US$ 20 juta, serta terjalin pula kemitraan strategis di bidang > pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat > yang merupakan kolaborasi Korea Institute for Advancement of Technology dan > Kementerian Perindustrian. > > Selain nota kesepahaman, beberapa perusahaan Korea Selatan menyatakan > berminat untuk segera merealisasikan investasi senilai US$446 juta di > Indonesia. Terdapat enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah menyatakan > niat berinvestasi, yakni LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha > Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai > US$50 juta di Karawang, Jawa Barat. > > Selain itu, Parkland menggelontorkan dana sebesar US$ 75 juta untuk > membangun industri alas kaki di Pati, Jawa Tengah dan Sae-A Trading > menanamkan modalnya hingga US$ 36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di > Tegal, Jawa Tengah. > > Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai US$100 juta > di Subang dan Bandung, Jawa Barat, sedangkan World Power Tech dengan mitra > lokalnya PT NW Industries berinvestasi sebesar US$85 juta untuk > pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat. > Sementara itu, InterVest dengan Kejora Ventures menamamkan modalnya US$100 > juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta. > > > >
