Ma'ruf ingin bangun "landas pacu" ekonomi Indonesia
Senin, 24 September 2018 03:26 WIB
Ma'ruf ingin bangun "landas pacu" ekonomi Indonesia
Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin usai menghadiri Dekrlarasi Arus Baru
Muslimah di Jakarta, Minggu (23/9/2018) malam. Foto ANTARA News (Agus Salim)
Jakarta (ANTARA News) - Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin ingin
membangun "landas pacu" bagi perekonomian Indonesia sehingga dapat
segera masuk ke tahap tinggal landas menjadi negara maju.
"Saya akan bantu Pak Jokowi, beliau sudah membuat patok-patok sejak
2014, untuk membangun Indonesia. Saya bantu menyiapkan landasan supaya
2024 ketika kita mewariskan, Indonesia sudah siap tinggal landas," kata
Ma'ruf Amin saat menghadiri Deklarasi Arus Baru Muslimah di Balai
Kartini Jakarta, Minggu malam.
Menurut dia, pada tahub 2024, Indonesia harus berjalan secara "miraj"
atau terbang, tidak boleh lagi jalan datar. Ia mengenalkan arus baru
ekonomi Indonesia menuju Indonesia yang lebih maju dan lebih sejahtera.
Menurut dia, arus lama ekonomi Indonesia dengan membentuk konglomerat
yang diharapkan akan meneteskan kesejahteraan ke bawah, ternyata tidak
kunjung menetes.
"Yang terjadi justru yang kuat makin kuat yang lemah makin lemah," katanya.
Menurut dia, perlu dibangun ekonomi kerakyatan yang memberikan keadilan
ekonomi, menghilangkan disparitas antardaerah, menghilangkan disparitas
produk lokal dengan produk global.
"Menghilangkan kesenjangan bukan berarti melemahkan yang kuat, tapi
membangun kolaborasi saling membantu sehingga yang kuat tetap kuat dan
yang lemah menjadi kuat, " katanya.
Ia menyebutkan disparitas produk lokal dan global harus diselesaikan
sehingga Indonesia tidak terus menerus mengimpor yang menyebabkan kurs
rupiah tertekan.
"Produk lokal harus diberi nilai tambah. Misalnya coklat di Sulsel cuma
Rp1.000 padahal setelah sampai di Singapura Rp20.000," katanya.
Ia juga mencontohkan kopi Indonesia dijual ke asing hanya lima dolar AS
per kilo, dan begitu dijual kedai kopi asing harganya Rp30.000 per cangkir.
Menurut Ma'ruf, untuk meraih nilai tambah, Indonesia harus didukung
dengan peningkatan kemampuan SDM.
Ia menyebutkan Indonesia bisa maju jika tidak ada kerikil-kerikil atau
becek-becek yang mengganggu perjalanan.
"Harus ada kondisi kondusif supaya bisa lepas landas, tidak ada konflik
ideologi, pangkal kita adalah Pancasika dan UUD 1945. Pancasila adalah
titik temu seluruh elemen bangsa," katanya.
Pewarta:Agus Salim
Editor: Kunto Wibisono
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com