Terima kasaih ersponsnya yang positif bung ajeg

 

Salam,

 

Roeslan.

 

Von: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Gesendet: Dienstag, 25. September 2018 18:40
An: [email protected]
Betreff: Re: [GELORA45] Apakah masyarakat Adil Dan Makmur itu Utopi?

 

  

Jadi utopi kan karena dunia terus dibiasakan secara paksa 

(halus maupun kasar) untuk memandang hidup dengan 

kacamata neolib. Untuk menghirup udara dengan nafas 

kapitalisme. Dan, selanjutnya menjalani hidup sampai mati 

dalam lakon kelas buruh-majikan, proletar-borju. 

 

Jujur saja, itulah sebenarnya kelas sosial yang asli jadul, 

karena buah zakar kapitalisme ada di era feodal. Beranak-pinak 

menjadi kolonialisme, oligarki, Thatchernomics, Reaganomics, 

neoliberal dll. dst. 

 

Sedangkan kelas sosial Marhaen adalah media tumbuhnya 

adil-makmur. Buah peradaban budaya maju yang harus dibasmi 

karena menjadi ancaman besar bagi kelangsungan modernisasi 

feodalisme.

 

 

--- roeslan12@... wrote:

  

Apakah Adil Dan Makmur yang oleh Bung Karno disebut masyarakat 

Sosialis Indonesia itu UTOPI, dan ketinggalan Zaman (jadul)?

 

Pada akhir Pidato Presiden Soekarno dalam sidang Istimewa Depernas pada tanggal 
9 Januari 1960, beliau mengatakan: “Saya mengharap daripada Saudara-saudara 
sekalian untuk benar-benar memberi sumbangan kepada pembangunan semesta dalam 
arti menyelesaikan kita punya revolusi nasional, dalam arti menyusun satu 
masyarakat Indonesia sosialis, dalam arti masyarakt adil dan makmur“.(TUBAPI 
halaman ;:579)

 

Selain itu pernyataan masyarakat adil dan makmur juga tercermin dalam Pembukaan 
(Preambule) UUD 45 yang mengatakan : 

 

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat 
yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan 
pintu gerbang negara Indonesia yang merdeka, bersatu berdauilat, adil dan 
makmur.

 

Dibawah ini adalah tanggapan  saya terhadap Pesan Bung Karno, dan preambule UUD 
45 :  Prokalmsi Kemerdekan Indonesia itu adalah menuju pada terbentuknya suatu 
masyarakat yang adil dan makmur, yang oleh Bung Karno disebut sebagai 
masyarakat Sosialis Indonesia.

 

Tapi anehnya di era ``reformasi`` yang sudah berjalan selama 20 Tahun berlalu 
ini, ada elemen-eleman dalam masyarakat Indonesia yang  mengklaim dirinya 
sebagai generasi millennial, menolak keras  runusan Indonesia Adil dan Makmur, 
Ucapan tersebut tercermin dalam siaran  You tube Timses Jokowi Ledek Nama 
Koalisi Prabowo: Nama Koalisi Prabowo Sangat Jadul .Jadul adalah kependekan 
dari perkataan jaman dulu.. Memang benar perkataan Indonesia adil dan makmur 
itu adalah ucapan Bung Karno (9. Januari. 1960), yang tertuang dalam Preambule 
UUD 45,seperti yang saya kutip diatas. Untuk mecapai masyarakat Indonesia yang 
adil dan makmur itu kita bangsa Indonesia harus menempuh jakan demokrasi 
Ekonomi, yaitu ekonomi Pancasila dan Pasal 33 UUD 45. Jadi ucapan Bung Karno 
dan juga Preambul UUD 45, tentang Indonesia yang adil dan makmur itu ada 
hubungannya yang sangat erat dengan demokrasi ekonomi yang berdasarkan 
Pancasila dan Pasal 33 UUD 45. Maka sungguh relevan jika kita katakan bahwa 
penolakan istilah adil dan makmur dalam konteks ini langsung atau tidak 
langsung, secara terselubung menolak ideologi Pancasila, dengan alasan Jadul.  
Menurut pengamatan saya, jika ada generasi millennial yang menolak istilah 
Indonesia  adil dan makmur, itu disebabkan oleh karena adanya kecenderungan 
latah dalam mengagumi globalisasi pasar bebas yang tertuang dalam ideologi 
Neoliberalisme, yang saat ini dilaksanakan oleh rezim Jokowi-Jk.

 

Memang Demokrasi di Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila 1 Juni 1945,  dan 
UUD 45 itu adalah Jalan dulu (jadul). Nampaknya jalan baru yang di nilai 
sebagai jalan ``modern`` oleh sekelompok elemen masyarakat yang mengklaim 
dirinya sebagai kelompok mellinnial abad 21; nampaknya mereka cenderung 
menggunakan ``meme`` baru, yang dewasa ini telah mendominasai kekuasaan di 
NKRI, yang mucul dalam bentuk : Demokrasi-liberal/neoliberal, yang mengikuti 
jejaknya  sistem demokrasi dan ekonomi- menurut sistem neoliberalisme.  Sistem 
neoliberal yang mendambakan globlisasi pasar bebas secara menyeluruh telah di 
ikuti oleh pemerintah NKRI yang dipilih secara langsung. Ini tercermin dalam 
kebijakkan-kebijakan yang meliputi disegala bidang perekonoimian; masalah yang 
menonjol misalnya masalah import beras yang menyengsarakan kaum tani, dibidang 
sumber daya alam , misalnya emas, perak ,tembaga, uran sampai pada minyak bumi 
telah dijual atau digadaikan pada pihak asing demi keuntungannya para pemodal 
asing yaitu negara-negara kapitalis neoliberalisme..  Boleh dikata bahwa hampir 
semua aset-aset negara (BUMN) telah dijual habis. Sehingga kehidupan negara 
tergantung pada utang luarnegeri dan modal asing.  Inilah dampak sistemik dari 
amademen UUD 45, yang saat ini terus dijalankan oleh elompok Oligarki Ekonomi, 
yang berhaluan ekonomi-politik neoliberal, yang pro-imperialisme AS. Inilah 
yang sekarang ini dipandang sebagai ``meme`` baru yang di nilai ``modern`` 
diabad ke 21. Kecenderungan yang latah, yang mengagumi ekonomi neoliberal 
dengan pasar bebasnya tidak boleh berlangsung terus, oleh karena itu kita harus 
kembali, back to the basics, mengutamakan kedaulatan rakyat daripada kedaulatan 
pasar.!!! Demi terlaksanakannya suatu masyarakat yang adil dan makmur!!! Inilah 
sebenarnya yang ditentang oleh mereka yang mengklaim dirinya sebagai kaum 
melinnial abad 21, yang menempuh jalan ``modern``, karena back to the basics 
adalah jadul menurut mereka.

 

Apakah seruan Bung Karno tentang Masyarakat adil dan makmur atau masyarakat 
Sosialisme Indonesia itu adalah Utopi, dan sudah usang (jadul)? Dan haus 
ditinggalkan?

 

Sosialisme Utopi itu terjadi dikarenakan oleh adanya pengkhianatan dari 
kalangan Elite Politik yang hidup di negara-negaea Sosialis Eropa timur,yang  
menampakkan dirinya seperti sekte millenarian sekitar  tahun 1980-2000 atau 
sekitar abad ke-20-han dalam dunia yang terpisah; Dengan mempraktekkan sistem 
Demokrasi polisi khusus (polisi Rahasia), budaya Politisi korup, karena 
mengindap virus penyakait Konsum Syndrome, budaya Surat kabar yang dikendalikan 
oleh penguasa, budaya elite politik yang egosentris dan revisionis, dan budaya 
pengawasan negara yang bertindak tidak nyata dan rapuh dinegeri-negeri sosialis 
eropa timur di abad 20-han, yang sampai hari ini masih terus berlanjut.. 
Dampaknya adalah kegagalan sistem sosialis di negara-negara eropa timur pada 
saat itu.

 

Yang lebih jelas lagi adalah: Hancurnya Sosialismre di USSR, yang  diprakarsai 
oleh penghianatan pemimpin-pemimpin PKUS   dengan teorinya yang terkenal yaitu 
PERESTROIKA DAN GLASNOS sebagai ``meme`` baru yang berhasil mengantikan 
``meme`` lama yaitu budaya sosialisme dimana klas buruh sebagai mayoritas 
seharusnya ditempatkan sebagai kekuatan substansinya dalam Demokrasi rakyat di 
USSR saat itu. Tetapi tidak dijalankan, dampaknya adalah sosialisme gagal total.

 

Rupanya teorinya Korbacov tentang Perestroika dan Glasnos itu telah memberikan 
ilham kepada pemegang kapital dinegeri-negeri yang melakukan system 
kapitalisme. Banyak orang-orang „terpelajar“ yang keblinger tidak tahu, karena 
mereka melihat gejala hanya dari satu segi saja. Saat-saat sejak Kruscov, 
Bresjnev berkuasa sudah ada trend dampak ekses-ekses Kapitalisme itu; yaitu 
adanya  korupsi dan hilangnya “nilai” menolong orang yang membutuhkan 
pertolongan, lambat laun menghilang karena dijejel konsum oleh negara-negara 
kapitalis monopol barat  yang “serba ada“ khususnya  imperialisme AS.

 

Mengejar keuntungan-sebanyak-mugkin juga merupakan trend abad ke 21 ini. 
Aktivitas ini dilakukan bukan karena kekurangan uang, melainkan sudah terbiasa 
atau sudah kecanduan oleh impian betapa enaknya memiliki „segudang-uang“. Trend 
ini bukan hanya aktivitas para pedagang, melainkan juga dilakukan oleh para 
pegawai negeri maupun swasta misalnya dalam bentuk kerja-lembur sebanyak 
mungkin. Para birokrat yang berkesempatan mengambil uang negara, maka mereka 
tak tanggung-tanggung manyalah gunakan uang arakyat alias korup, demi untuk 
mengejar konsum yang melimpah. Sudah pasti hal ini tidak berlaku bagi orang 
yang bekerja-sambilan yang wajar. karena memang sangat membutuhkan uang buat 
menutup kebutuhannya yang mutlak diperlukannya atau pensiun yang 
“nyrempet-nyrempet bahaya” !.

 

Dikalangan manipulator aktivitas ini makin menjadi-jadi yang dapat kita lihat 
pada phenomena bermacam-macam kejahatan yang merembes meliputi seluruh jagad, 
yang dapat kita nyatakan sebagai globalisasi-kejahatan.

 

Jadi apa yang disebut konsum dalam tulisan ini bukan hanya berupa materi atau 
non-materi melainkan juga termasuk alat-pembayarbarang atau jasa . Konsum yang 
tadinya hanya berfungsi untuk menutupi keperluan hidup,  kini sudah berubah 
fungsinya sebagai „penyakit“.

 

Demikianlah antara lain interprestasi sejarah yang ujung-ujungnya mengatakan 
bahwa Indonesia adil makmur atau sosialisme Indonesia adalah ketinggalan zaman 
dan utopia, yang dinyatakan dalam perumusan JADUL oleh elemen-elemen anti 
Pancasila dan UUD 45 secara terselubung dalam masyarakat kita dewasa ini.

 

Ternyata di dunia ini selalu ada ruang yang memicu kemungkinan runtuhnya setiap 
interpretasi sejarah umat manusia, seperti yang terjadi di USSR tersebut 
diatas, yang mengeluarkan gagasan trobosan : gagasan yang memicu Keruntuhan 
rezim-rezin Sosialis abad 20 di eropa timur eperti USSR (Rusia) dll, dan 
keruntuhan rezim Orde Baru pasca politik kediktatoran dan pembantaian massal 
1965-1966.

 

Tetapi mengapa kita tidak memiliki Fiksi yang yang bagus, yang dapat 
menggerakkan emajinasi pikiran kita untuk menggunakan akal sehat dan 
menggunakan kesempatan yang membayangkan kehidupan yang ideal dan masyarakat 
yang sempurna adil dan makmur (sosialis Indonesia) sebagai makhluk yang bebas 
dan berdaulat?

 

Padahal ada budaya yang populer, yang  telah melakukan trobosan ini; dalam 
bentuk melawan bencana pasca  penjahahan kolonialisme Belanda, dalam bentuk 
perang kemerdekaan 1945-1949, dan  bencana pembantaian massal kekuasaan rezim 
Orde baru dalam gerakkan reformasi 1998.

 

Budaya pop terobosan dengan ide ini telah menhasilkan Keruntuhan dipihak 
penjajah kolonialisme Belanda, dan penguasa kediktatoran militer fasir Orde 
baru selama 32 tahun lamanya. Tetapi kita sebagai makhluk hidup yang 
rasional,mengapa tidak boleh memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan yang 
ideal dan masyarakat yang sempurna, yaitu masyarakat Indonesia yang adil dan 
makmur atau sosialime Indonesia, yang diharpkan oleh Proklamasi kemerdekaan 
Indonesi 17 Agustus 1945 ? Yang saratnya adalah back to the basics . Tapi 
sayangnya  ada orang–orang yang usil yang  mengatakan bahwa back to the basics 
adalah jadul yang harus ditinggalkan !!!. Sungguh disayangkan kondesi seperti 
itu !!!

 

Jutaan orang mulai menyadari bahwa mereka telah digiring ke mimpi palsu yang 
menyodorkan janji-janji kosong, yang diringi dengan  sesuatu yang baik-baiak.

Kita harus mengatasi mimpi palsu ini dengan lebih dari sekumpulan mimpi lain, 
yang akan menghancurkan ekonomi neoliberal, yang memungkinkan pelaksanaan 
demokrasi ekonomi yang berdasarlkan teori analisis, yaitu demokrasi ekonomi , 
ekonomi Pancasila yang bedasarkan pada Pasal 33 UUD 45, dengnan desain 
(rancangan) yang dapat diverifikasi, kehidupan yang panjang Bumi NKRI . Mari 
kita bergegas untuk menjalankan gagasan mimpi baru yang di amanatkan oleh para 
pendahulu pendiri NKRI, seperti kutipan diatas.

 

Roeslan

 

 



Kirim email ke