http://mediaindonesia.com/read/detail/188854-kontras-soroti-masih-banyak-pelanggaran-ham-oleh-tni
/*Kontras Soroti masih Banyak Pelanggaran HAM
*/
/*oleh TNI*/
Penulis: *Insi Nantika Jelita* Pada: Jumat, 05 Okt 2018, 19:40 WIB
Politik dan Hukum <http://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/188854-kontras-soroti-masih-banyak-pelanggaran-ham-oleh-tni>
<http://twitter.com/home/?status=Kontras%20Soroti%20masih%20Banyak%20Pelanggaran%20HAM%20oleh%20TNI%20http://mediaindonesia.com/read/detail/188854-kontras-soroti-masih-banyak-pelanggaran-ham-oleh-tni%20via%20@mediaindonesia>
Kontras Soroti masih Banyak Pelanggaran HAM oleh TNI
<http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/10/879567883dbe50c81c6f26d2e780d79d.jpg>
/ANTARA FOTO/Reno Esnir/
PADA HUT TNI ke-73, Jumat (5/10), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan (Kontras) menyampaikan sejumlah masalah yang menjadi
problem dalam tubuh TNI. Kontras terutama menyoroti pelanggaran HAM oleh
TNI.
"Kami menyampaikan kekerasan yang dilakukan TNI masih terjadi dalam
temuan Kontras. Kita berharap di usia 73 tahun TNI dan 20 tahun
reformasi, kekerasan seharusnya bisa berkurang dan tidak terjadi lagi,"
ujar Feri Kusuma yang bergerak di bidang Strategi dan Mobilisasi
Kontras, di Gedung Kontras, Jakarta, Jumat (5/10).
Sepanjang November 2017 hingga Agustus 2018, Kontras mencatat sedikitnya
ada 76 peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM yang melibatkan anggota TNI.
"Pelanggaran itu dalam satu tahun ini ada 76 peristiwa. Mayoritas
pelanggaran ialah penganiayaan sebanyak 47 kasus, intimidasi sebanyak 29
kasus dan pelanggaran lain," ungkap Feri.
Dalam pemaparan yang disampaikan, Feri menerangkan bahwa kekerasan oleh
TNI (AD, AU, AL) kerap terjadi di tiga provinsi, yaitu Sumatra Utara (13
peristiwa), Papua (11 peristiwa), dan Jawa Timur (9 peristiwa).
"Mayoritas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI terhadap warga sipil.
Provinsi Sumatra Utara dan Papua, menjadi dua provinsi teratas yang
seringkali terjadi pelanggaran HAM," terang Feri.
Kontras juga menyoroti soal akuntabilitas proses hukum. Menurut Kontras
banyak kasus kekerasan oleh anggota TNI diadili di pengadilan militer,
padahal menurut Feri seharusnya diadili pengadilan umum. Dalam setahun
ini terdapat 165 perkara diputuskan di peradilan militer.
"Soal akuntabilitas, proses hukum terhadap pelaku tindak kekerasan itu
masih banyak diproses peradilan militer. Menurut saya peradilan militer
itu tidak memberikan proses hukum yang fair. Setiap ada tindakan
penganiyaan dari TNI ke sipil itu harus diadili di pengadilan umum,"
ungkap Feri.
Alasanya, karena anggota TNI yang melakukan tindakan kekerasan tersebut
merupakan warga negara Indonesia yang memiliki kedudukan yang sama
dimata hukum.
"Tidak fair, dalam artian TNI sebagai warga negara di mata hukum sama
semua kedudukanya. Nah ketika dia melakukan tindakan pelanggaran hukum
seharusnya dia dibawa ke pengadilan hukum bukan di peradilan militer,"
tegas Feri
Menurutnya peradilan militer mestinya hanya untuk mengadili proses yang
berkaitan dengan kemiliteran. "Peradilan militer itu untuk memproses
masalah tentang kemiliteran. Tapi ketika dia (anggota TNI) melakukan
tindak pidana umum atau pelanggaran hak asasi manusia itu ke peradilan
umum." kata Feri
Karena itu, lanjut Feri, ia berharap hasil kajian Kontras bisa
memperbaiki sistem peradilan militer sebagai satu-satunya alat uji
akuntabilitas yang justru kerap dijadikan dalih mangkirnya anggota TNI
yang terlibat dalam sejumlah tindak pidana maupun pelanggaran HAM.
Kontras juga mendesak agar panglima TNI menguatkan instrumen dan
kapasitas internal dalam menghadapi persoalan pelanggaran hukum,
keamanan dan ketertiban dalam momentum politik. Jaminan hak asasi
manusia dan nilai-nilai demokrasi harus menjadi rambu-rambu anggota TNI
dalam menjalankan tugasnya di lapangan. (X-12)
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/188854-kontras-soroti-masih-banyak-pelanggaran-ham-oleh-tni>
<http://twitter.com/home/?status=Kontras%20Soroti%20masih%20Banyak%20Pelanggaran%20HAM%20oleh%20TNI%20http://mediaindonesia.com/read/detail/188854-kontras-soroti-masih-banyak-pelanggaran-ham-oleh-tni%20via%20@mediaindonesia>