Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Pesan "Game of Thrones" dalam Pertemuan Tahunan IMF-WB
Senin, 15 Oktober 2018 06:04 WIB
Pesan "Game of Thrones" dalam Pertemuan Tahunan IMF-WB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Direktur Pelaksana IMF Christine
Lagarde (ketiga kanan) dan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan)
berjalan menuju lokasi Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank
Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat
(12/10/2018). ANTARA FOTO/ICom/AM IMF - WBG/Wisnu Widiantoro/aww.
Saya yakin ceritanya akan berakhir dengan pesan moral bahwa konfrontasi
dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan...
Nusa Dua, Bali (ANTARA News) - Dalam publikasi/World Economic
Outlook/terbaru, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi
pertumbuhan ekonomi global dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen.
Alasan penurunan proyeksi global ini antara lain adanya potensi kenaikan
suku bunga serta ketidakpastian politik yang dapat memicu gangguan dalam
sektor perdagangan.
Penurunan angka perkiraan ini tidak mengherankan karena hubungan dagang
negara-negara adidaya yang sedang "menghangat" mempengaruhi kondisi
ekonomi global saat ini.
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato dalam Sidang Umum
Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2018 di Bali pada 12 Oktober ikut
mengingatkan bahwa ancaman perang dagang dapat menyebabkan perlambatan
perekonomian global.
Ia mengumpamakan kondisi dunia saat ini seperti halnya film seri Game of
Thrones.
Hubungan negara-negara ekonomi maju, ia mengatakan, sepertinya tengah
mengalami keretakan kerja sama, yang telah meningkatkan harga minyak
mentah dunia dan menyebabkan volatilitas mata uang.
Di serial Game of Thrones juga ada sejumlah/great houses/ --kelompok
penguasa beberapa wilayah-- yang bertarung hebat satu sama lain untuk
mengambil alih kendali Iron Throne.
"Namun mereka lupa, tatkala para/great houses/sibuk bertarung, mereka
tidak sadar ada ancaman besar dari utara, yaitu/Evil Winter/yang ingin
merusak dan menyelimuti dunia dengan es dan kehancuran," kata Jokowi.
Kemudian, ancaman itu membuat mereka sadar bahwa siapapun yang menang
dalam kompetisi akan lebih baik menggalang kekuatan bersama agar bencana
global tidak terjadi dan dunia tidak menjadi porak-poranda.
Pengibaratan tersebut mengundang antusiasme para hadirin, termasuk
Presiden Grup Bank Jim Yong Kim dan Direktur Pelaksana IMF Christine
Lagarde yang tampak tersenyum-senyum mendengar pidato Jokowi.
Jokowi kembali menyebutkan bahwa tahun depan merupakan musim kedelapan
atau terakhir serial Game of Thrones, yang diluncurkan oleh stasiun
televisi Amerika Serikat, HBO.
"Saya bisa perkirakan bagaimana akhir ceritanya. Saya yakin ceritanya
akan berakhir dengan pesan moral bahwa konfrontasi dan perselisihan akan
mengakibatkan penderitaan bukan hanya bagi yang kalah tapi juga bagi
yang menang," ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa ketika kemenangan dirayakan dan kekalahan diratapi,
keduanya akan sadar bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam perang
hasilnya sama yaitu dunia porak poranda.
Menurut dia tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan dalam
kehancuran, ketika dunia sedang berpotensi untuk tenggelam, meski sang
pemenang merupakan pemegang kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
*Perkuat multilateral*
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan eskalasi perang
dagang dunia yang terus berlanjut dapat menurunkan satu persen Produk
Domestik Bruto (PDB) global dalam dua tahun ke depan.
Oleh karena itu, demi kepentingan ekonomi bersama, negara-negara di
dunia perlu menurunkan tensi perang dagang dunia, sekaligus mereformasi
sistem perdagangan global menuju tatanan atau rantai ekonomi yang lebih
adil bagi masyarakat luas.
Lagarde menegaskan semua negara perlu bekerja sama menangani
permasalahan dalam sektor perdagangan serta konsisten melakukan
reformasi struktural agar tidak kondisi global.
Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20
juga menekankan bahwa kerja sama perdagangan internasional harus
ditingkatkan karena dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi global.
"Kami menyepakati perdagangan internasional sangat penting sebagai mesin
pertumbuhan. Untuk itu, perlu upaya pengurangan tensi yang dapat
menyebabkan sentimen negatif pasar dan meningkatkan ketidakpastian
sektor finansial," kata Nicolas Dujovne, Menteri Keuangan Argentina
selaku Ketua Pertemuan.
Dujovne menambahkan kerja sama antar sesama negara G20 menjadi kunci
untuk menjaga stabilitas keuangan global dalam menghadapi berbagai
tantangan yang menggelora tersebut.
Komite Pembangunan Bank Dunia yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati saat melakukan pertemuan di Nusa Dua, Bali, Sabtu,
juga menyoroti tantangan-tantangan pertumbuhan ekonomi global.
Komite menekankan peran penting perdagangan internasional untuk
mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan
pembangunan berkelanjutan.
Dengan dukungan dari IMF dan Bank Dunia, Komite menyerukan kebijakan
penguatan dan pertumbuhan ekonomi inklusif, pengurangan risiko, promosi
daya saing serta ketahanan fiskal yang berkelanjutan.
*Optimisme dari Bali*
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui risiko perang dagang
maupun penurunan kinerja investasi dapat berpengaruh kepada pertumbuhan
ekonomi 2019.
Risiko perang dagang antar negara maju masih menjadi isu utama di
perekonomian global karena hal ini dapat menciptakan ketidakpastian
terhadap kinerja ekspor impor yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan.
"Risiko dari/trade war/masih sangat nyata, bahkan mungkin ada eskalasi
karena semakin politis, berarti ini akan menciptakan ketidakpastian
terhadap ekspor," ujarnya.
Padahal dalam lingkungan global penuh gejolak, salah satu upaya yang
bisa menjaga pertumbuhan ekonomi berada dalam kisaran yang ditetapkan
oleh pemerintah adalah mendorong ekspor yang belum tumbuh optimal.
Oleh karena itu, Sri Mulyani mengharapkan agar penguatan semangat kerja
sama multilateral, yang menjadi salah satu komitmen Pertemuan Tahunan,
bisa dijalankan dengan baik.
Dalam jumpa pers penutupan, Sri Mulyani juga mengutip salah satu judul
dari seri "Game of Thrones" yang juga disebut dalam pidato Presiden
yaitu "Winter is Coming" (Musim Dingin Tiba).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu berharap negara-negara maju,
yang sebagian juga akan memasuki musim dingin, mengurangi tensi perang
dagang agar ancaman proteksionisme tidak merusak kerja sama ekonomi yang
selama ini telah terjalin.
"Musim dingin akan tiba di AS, China, Jepang dan Eropa. Kami ingin
cinta, kehangatan maupun semangat kolaborasi dari Bali bisa menjadi
penghangat dan pelindung dari musim dingin. Mohon semangat dari Bali ini
dipelihara," ujarnya.
*Baca juga:Jokowi ibaratkan kondisi perekonomian global seperti "Game of
Thrones"
<https://www.antaranews.com/berita/757757/jokowi-ibaratkan-kondisi-perekonomian-global-seperti-game-of-thrones>*
Oleh Satyagraha
Editor: Maryati
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com