Kok Ratna Sarumpaet tua tua bisa dipergunakan jadi kacung kampretnya Prabowo. Cuma dijadikan tumbal sang Prabu setelah segala itpu daya lewat Hoax terbongkar? Kacung Kampret : https://mail.google.com/mail/#inbox/FMfcgxvzLDwXlxFShvsngVzHzdBwkcQh Lagu Kacung Kampret : https://www.youtube.com/watch?v=gU0TLc-S1uk
On Tue, 16 Oct 2018 at 01:33, ChanCT [email protected] [URECA_SGT] < [email protected]> wrote: > > > > > > -------- 轉寄郵件 -------- > 主旨: [GELORA45] Episode Terakhir,Ratna Sarumpaet > 日期: Mon, 15 Oct 2018 19:07:28 +0200 > 從: Awind [email protected] [GELORA45] <[email protected]> > <[email protected]> > > > > > > > > > > > https://x.detik.com/detail/investigasi/20181008/Episode-Terakhir-Ratna-Sarumpaet/index.php?tag_from=wp_cb_detikx_list > > INVESTIGASI > Episode Terakhir > Ratna Sarumpaet > > Ratna Sarumpaet dipecat sebagai Juru Kampanye Nasional > Prabowo-Sandi setelah berbohong. Habis itu masih dipolisikan oleh Gerindra. > > Ilustrasi : Edi Wahyono > Rabu, 10 Oktober 2018 > > Nurcahaya Nainggolan, yang sedang leyeh-leyeh di rumah, mendadak kaget > saat Ratna Sarumpaet mengabarkan bahwa dirinya ditangkap pada Kamis, 4 > Oktober 2018, malam di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta), Cengkareng, Banten.. > “Saya ditangkap di pesawat. Tolong hubungi anak saya, biar saya ada yang > mendampingi,” begitu perintah Ratna di ujung telepon kepada Nurcahaya, yang > merupakan staf Ratna. > > Mendapat perintah tersebut, Nurcahaya segera mengontak anak nomor dua > Ratna, yakni Mohammad Iqbal Alhady, untuk menyusul ke Bandara Soeta. > “Namanya juga orang tua. Dalam kondisi seperti itu, dia akan lebih nyaman > kalau ada anak,” kata Nurcahaya saat berbincang dengan *detikX*, Sabtu, 6 > Oktober 2018. > > Sebagai staf, Nurcahaya menjadi orang yang dihubungi secara intens saat > penangkapan Ratna di kursi pesawat Turkish Airlines pada pukul 21.00 WIB > itu. Bahkan satu jam sebelum penangkapan, dia juga sempat berkomunikasi > dengan Ratna via WhatsApp terkait hotel yang akan diinapi Ratna di Chile. > > Ratna sejatinya akan mengikuti acara Women Playwrights Conference (WPI), > yang diadakan di Kota Santiago, Chile, pada 7-12 Oktober. Ratna hadir > sebagai anggota senior sekaligus menjadi pembicara dalam pembukaan acara > tersebut. Namun rencana itu pun kandas setelah petugas Imigrasi Bandara > Soeta menghampiri Ratna, yang sedang duduk di bangku pesawat nomor 12-G > Turkish Airlines, yang akan menerbangkannya ke Chile. > > Suasana penangkapan Ratna Sarumpaet di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, > Kamis (4/10). > *Foto : Gloria Safira Taylor/CNN Indonesia* > > Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto, yang kemarin tulus membela > kebohongan yang saya buat. Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dan berjanji > akan memperbaiki.” > > Pasalnya, pemain teater kawakan itu masuk daftar cekal pihak Imigrasi atas > permintaan Polda Metro Jaya. Menurut Kepala Bagian Humas Direktorat > Jenderal Imigrasi Agung Sampurno, Ratna dicegah bepergian selama 20 hari > atas permintaan cekal tersebut. Ratna kemudian digiring dari pesawat menuju > ruang Imigrasi untuk dijemput petugas dari Polda Metro Jaya. > > Saat itu pula, status Ratna, yang sebelumnya sebagai saksi, ditingkatkan > menjadi tersangka pembuat keonaran dan penyebaran informasi bohong. Sebelum > berangkat, Ratna memang sudah mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. > “Beliau kan syok karena nggak menduga. Kan perginya santai saja. Kita > menganggapnya panggilan sudah ada tanggal 8 Oktober dan kita sudah menunjuk > kuasa hukum untuk mengundur karena pulangnya tanggal 10 Oktober nanti. Dari > *e-ticket*-nya juga sudah jelas,” katanya. > > Ratna memang sempat membuat geger publik dengan pengakuannya kepada > sejumlah kolega bahwa ia menjadi korban penganiayaan, yang membuat wajahnya > *bengap*. Kisah penganiayaan Juru Kampanye Nasional Prabowo > Subianto-Sandiaga Uno itu kemudian viral di media sosial dan menjadi > pemberitaan media arus utama. > > Sejumlah politikus oposisi yang menjadi mitra Ratna di Badan Pemenangan > Nasional Prabowo-Sandi pun ramai-ramai memberikan dukungan moral kepada ibu > artis Atiqah Hasiholan itu. Bahkan, Prabowo sempat menggelar jumpa pers > khusus terkait cerita penganiayaan itu di rumahnya, Jalan Kertanegara IV, > Jakarta Selatan, Selasa, 2 Oktober. > > Prabowo mengecam penganiayaan yang terjadi terhadap Ratna di sekitar > Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 21 September. Penganiya > Ratna diduga dua orang. Ia juga meminta bertemu dengan Kapolri Jenderal > Tito Karnavian untuk membicarakan kasus itu. > > Ratna Sarumpaet mengenakan baju tahanan. > *Foto : Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom* > > Namun, hasil penyelidikan polisi berkata lain. Polisi menemukan bukti > bahwa pada 21 September 2018, Ratna berada di Rumah Sakit Bina Estetika, > Teuku Cik Ditiro, Jakarta, untuk melakukan operasi plastik berupa > penyedotan lemak di wajahnya. > > Hal ini diperkuat keterangan juru bicara rumah sakit tersebut, Harisman, > yang menyebut, Ratna masuk sekitar pukul 17.00 WIB sampai sekitar pukul > 21.00 WIB di rumah sakit tersebut. Dan Ratna sudah membuat janji sehari > sebelumnya dengan dokter langganannya yang bertugas di situ. > > Bukan itu saja. Ratna, yang sebelumnya mengaku datang ke Bandung untuk > menghadiri *event* internasional yang berujung penganiayaan, juga > terbantahkan. Dari penelusuran yang dilakukan Polda Jawa Barat, saat itu > tidak ada acara bertaraf internasional yang digelar di Bandung. > > Dengan temuan-temuan itu, Ratna pun terdesak hingga akhirnya mengakui > dirinya berbohong terkait cerita penganiayaan itu. Dia meminta maaf kepada > sejumlah tokoh yang telah dibohongi, seperti Prabowo-Sandi dan Amien Rais.. > Para tokoh itu pun menyusul meminta maaf kepada publik. > > “Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto, yang kemarin tulus membela > kebohongan yang saya buat. Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dan berjanji > akan memperbaiki,” kata Ratna saat jumpa pers di kediamannya, Tebet, > Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober. > > Namun maaf saja tidak cukup. Sejumlah relawan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, > seperti Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Biar Pak Jokowi Saja (BPJS), > Saya Tetap Jokowi (STMJ), serta Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi > (Kopi Pojok) melaporkan Ratna berikut tokoh-tokoh yang telah menyebarkan > kebohongan Ratna kepada publik. > > Prabowo Gelar Jumpa Pers Soal Ratna Sarumpaet > *Foto : Grandyos Zafna/detikcom* > > Mereka yang dilaporkan di antaranya Prabowo, Sandiaga Uno, Fadli Zon, dan > Rizal Ramli. “Yang kami laporkan terkait dengan konspirasi dan pemufakatan > jahat, fitnah Ratna Sarumpaet yang seolah-olah dirinya dizalimi,” ucap > Direktur Eksekutif Kopi Pojok kepada wartawan. > > Laporan itu pun berbuntut penangkapan Ratna di Bandara Soeta dan > penahanannya di Polda Metro Jaya. Ratna dijadikan tersangka karena > melanggar Pasal 14 UU Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE > Pasal 28 *juncto* Pasal 45. “Tentang ancaman hukuman di Pasal 14 dan 15 > UU Nomor 1 Tahun 1946. Jabarannya, kalau dia membuat keonaran atau membuat > kegaduhan dengan menyebarkan berita *hoax*, ancamannya 10 tahun penjara,” > ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. > > Pasal 14 ayat 1 mengatur, orang yang sengaja menyebarkan berita bohong > untuk menimbulkan keonaran dihukum 10 tahun. Pada ayat 2, penyiaran berita > yang bikin onar tapi bohong juga dapat dihukum 3 tahun. Sedangkan Pasal 15 > mengatur, orang yang menyebarkan kabar yang meragukan dan berpotensi bikin > onar rakyat bakal dihukum 2 tahun kurungan. Adapun Pasal 28 ayat 2 UU ITE > mengatur hukuman untuk orang yang menyebarkan informasi berkonten > menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan > antargolongan (SARA). > > Selain menerapkan pasal keonaran dan penyebaran *hoax*, rupanya polisi > tengah menelisik penggunaan dana sumbangan bagi korban Kapal Motor Sinar > Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin, 18 Juni 2018. > Pasalnya, pembayaran biaya operasi plastik Ratna ditransfer dari rekening > tempat pengumpulan sumbangan bagi keluarga korban KM Sinar Bangun. > Berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang dan Barang, > seseorang tidak boleh mengumpulkan sumbangan tanpa izin. > > Aktivis Ratna Sarumpaet saat jumpa pers di kediamannya, Jalan Kampung > Melayu Kecil 5. Ia memberikan keterangan pers perihal kasus penganiayaannya > yang sepenuhnya *Hoax*. Jakarta. > *Foto : Andry Novelino/CNN Indonesia* > > Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penyidik akan > menyelidiki unsur pidana dalam penggunaan dana sumbangan yang digalang > Ratna. Soalnya, ada keterangan yang menyampaikan bahwa rekening yang > digunakan untuk membayar jasa di Rumah Sakit Bina Estetika sama dengan yang > digunakan Ratna untuk menggalang sumbangan bagi keluarga korban > tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. > > Dan, Senin, 8 Oktober 2018, Gerindra ikut mempolisikan Ratna terkait > *hoax* penganiayaan itu. Gerindra merasa dirugikan atas kebohongan yang > dilakukan Ratna. “Ratna sudah ditahan dan ditersangkakan, tapi ini sebagai > bentuk penegakan hukum. Karena Gerindra sangat dirugikan,” kata Sekretaris > Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI Jakarta, Mohammad Taufiqurrahman. > ------------------------------ > *Penulis:* Gresnia Arela F > *Redaktur:* Deden Gunawan > *Editor:* Irwan Nugroho > *Desainer:* Luthfy Syahban > > > > > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_5661467692702688945_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > >
