*Hanya 31 juta?  Dikatakan bahwa NKRI mempunyai pancasila  yang pada sila
pertama ditulis Ketuhanan yang mahaesa, selain itu para petinggi negara
disumpah pakai kitab suci diatas kepala, tetapi itu hanya ritual tidak
bermakna terhadap kejujuran*


s://www.jawapos.com/nasional/politik/18/10/2018/protes-soal-31-juta-data-pemilih-siluman-timses-pasangan-02-ke-kpu
<https://www.jawapos.com/nasional/politik/18/10/2018/protes-soal-31-juta-data-pemilih-siluman-timses-pasangan-02-ke-kpu>
Pilpres 2019 Protes Soal 31 Juta Data 'Pemilih Siluman', Timses Pasangan 02
ke KPU

politik <https://www.jawapos.com/nasional/politik>

18/10/2018, 00:15 WIB | Editor: Dimas Ryandi

[image: Muzani]

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mempertanyakan soal adanya 31 jutadata
pemilih siluman dari Kemendagri. (jpnn/jawapos.com)

Share this image



*JawaPos.com *- Koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga mempertanyakan adanya
dugaan data siluman alias data susupan dari Kementerian Dalam Negeri
(Kemdagri) yang mencapai 31 Juta untuk pemilu 2019.

Data itu dinilai cukup aneh lantaran diserahkan dari Kemendagri ke Komisi
Pemilihan Umum (KPU) setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang
diketahui mencapai 185 juta pemilih.

"Kami terkejut ada data 31 juta sekian pemilh yang belum masuk dalam daftar
pemilih. Kami datang ke KPU untuk meminta penjelasan. Karena itu bukan
angka kecil," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani usai bertemu Ketua
KPU dan jajarannya di gedung KPU, Jakarta Pusat, Rabu (17/10).

Dalam pertemuan dengan pimpinan KPU tersebut, Muzani juga didampingi oleh
Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. Selain
itu,hadir pula jajaran tim sukses Prabowo-Sandi dari politisi PAN Abdul
Hakam dan Dian Fatwa serta Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Muzani menjelaskan, sebelum penetapan DPT, kemendagri telah menyerahkan
Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) kepada KPU mencapai 196 juta.
Setelah disisir oleh KPU dan partai politik (Parpol), KPU lalu menetapkan
DPT hanya 185 juta. ‎Saat itu, koalisi Prabowo-Sandi mengkritik bahwa dari
185 juta DPT tersebut masih ada sekitar 25 juta pemilih ganda.

"Ini data apa lagi yang 31 juta itu. Apakah itu pengurangan atau penambahan
dari angka 185 juta. Kemudian apakah memang DP4 masih berubah setelah
ditetapkan DPT? Apakah masih bisa ubah DPT, padahal sudah ditetapkan? Ini
yang ingin kami mohon penjelasan dari KPU," ujar Muzani.

Menurut dia, KPU telah menerima keluhan dari koalisi Prabowo-Sandi. Lembaga
yang diketuai Arief Budiman itu juga mengaku siap menyisir data baru dari
Kemendagri tersebut.

"KPU akan teliti terlebih dahulu apakah data yang sudah masuk dalam 185
juta atau benar-benar data baru," ucap dia.

Sayangnya, imbuh Muzani, KPU belum mengetahui data yang disebut oleh
Kemendagri tersebut. Pasalnya, KPU tidak bisa mengakses lantaran adanya
surat edaran dari Kemendagri bahwa data 31 juta itu belum boleh dibuka.
Alasannya karena bersifat rahasia.

"Tadi KPU menyebut ada surat edaran dari Kemendagari yang menyebutkan tidak
boleh membuka data itu. Alasannya karena masih rahasia. Kalau KPU saja
tidak bisa buka, gimana kami. Ini misterius," tutup Muzani.

*(aim/JPC)*

Kirim email ke