https://nasional.tempo.co/read/1137709/kinerja-presiden-dari-soekarno-sampai-jokowi-menurut-prabowo/full&view=ok
Kinerja Presiden dari Soekarno sampai Jokowi, Menurut Prabowo
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Endri Kurniawati
Kamis, 18 Oktober 2018 17:38 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1137709/kinerja-presiden-dari-soekarno-sampai-jokowi-menurut-prabowo/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merayakan ulang tahun
ke-67 bersama emak-emak pendukungnya di Pasar Raya, Blok M, Jakarta
Selatan, Rabu malam, 17 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
<https://statik.tempo.co/data/2018/10/17/id_743194/743194_720.jpg>
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merayakan ulang tahun
ke-67 bersama emak-emak pendukungnya di Pasar Raya, Blok M, Jakarta
Selatan, Rabu malam, 17 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto menyampaikan penilaiannya
atas capaian para presiden sejak Soekarno hingga Jokowi dalam akun
Facebooknya yang menjelaskan tentang "Indonesia First" dan "Make
Indonesia Great Again" yang disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional
Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Kamis, 11 Oktober lalu. Menurut Prabowo
para presiden RI, dari Sukarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono telah
mengupayakan kejayaan Indonesia.
Dua slogan Prabowo lekat dengan seruan yang dilontarkan Donald J. Trumps
semasa kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat 2016. Trump menjual
gagasan "America First" dan "Make America Great Again." Namun, Prabowo
mengklaim, dia telah menuliskan gagasan mengembalikan kejayaan Indonesia
itu sebelum Trump mempopulerkan "Make America Great Again" dalam bukunya
yang berjudul "Kembalikan Indonesia" (2004) dan "Membangun Indonesia
Raya" (2007/2008). Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan
pemikirannya didasari semangat para pendiri bangsa dalam merumuskan
cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Baca: Prabowo: Indonesia Tumbuh Cepat di Masa SBY, Jokowi Ugal-ugalan
<https://nasional.tempo.co/read/1137605/prabowo-indonesia-tumbuh-cepat-di-masa-sby-jokowi-ugal-ugalan>
Penilaian Prabowo disampaikannya pada akun Facebooknya, Selasa, 16
Oktober 2018. Berikut prestasi para presiden menurut mantan Komandan
Jenderal Komando Pasukan Khusus itu:
* Sukarno
1. Mengobarkan semangat revolusi
2. Menggalang negara-negara Asia dan Afrika dan menggalang gerakan
nonblok saat Perang Dingin.
3. "Tidak lupa Bung Karno mengguncang dunia lewat pidato-pidatonya
terutama di sidang umum PBB (Persatuan Bangsa Bangsa)."
* Soeharto
1. Menstabilkan perekonomian
2. Mendongkrak pertumbuhan ekonomi
3. Swasembada pangan
4. Melakukan transformasi dari negara agraris ke negara industri.
"Tetapi ternyata pembangunan saja tidak cukup untuk mengembalikan
kejayaan bangsa, gagasan demokratisasi muncul di penghujung milenum
kedua."
* Susilo Bambang Yudhoyono
Perubahan-perubahan mulai dirasakan pada pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono. Perubahan-perubahan itu sebagian dirasakannya dengan cepat.
“Sebagian lainnya terus tumbuh dan berproses."
Baca: Prabowo Mengkritik, Sekjen PDIP: Jokowi Atasi Ugal-ugalan Politik
<https://nasional.tempo.co/read/1137709/kinerja-presiden-dari-soekarno-sampai-jokowi-menurut-prabowo/Prabowo%20Mengkritik,
Sekjen PDIP: Jokowi Atasi Ugal-ugalan Politik>
* Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Bacharuddin
Jusuf Habibie tidak disebut capaiannya.
Prabowo hanya menulis bahwa masa transisi dari pemerintahan sebelumnya
ke masa reformasi dilalui di bawah kepemimpinan Gus Dur dan Megawati.
Para presiden terdahulu itu, kata dia, mampu meninggalkan jejak
perubahan untuk Indonesia. Sebab, mereka memiliki kesamaan karakter
yakni kepemimpinan yang kuat, kepastian hukum, dan harmonisnya hubungan
antarlembaga. "Sesuatu hal yang langka kita temukan sekarang," kata
mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.
Adapun di empat tahun kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini, kata
Prabowo
<https://pilpres.tempo.co/read/1137617/titiek-soeharto-sebut-prabowo-mas-warganet-doakan-rujuk>,
pengelolaan negara berjalan ugal-ugalan. Di antaranya soal kebijakan
pemerintah yang bisa direvisi atau berubah dengan cepat dan saling
tuding antarkementerian atau lembaga.