Apa sudah dilakukan rekonstruksi ? Dan benar seperti pengakuannya ?

On Thu, 18 Oct 2018 at 18:47, ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Peluru Nyasar di Gedung DPR Disebut Ada Kecenderungan Kelalaian dari Si
> Pelaku
>
>
> Kamis, 18 Oktober 2018 06:27 WIB
>
>
> *TRIBUNNEWS.COM <http://TRIBUNNEWS.COM>, JAKARTA* - Humas Pengurus Pusat
> Perbakin, Rocky Roring menjelaskan, kecenderungan adanya human error atau
> kesalahan dari dua tersangka yang sudah ditetapkan polisi.
>
>
> Pasalnya, lima peluru terlepas dari pistol tangan jenis Glock 17 dan
> mengarah ke gedung DPR.
>
>
> "Kalau menurut saya, ini human error. Karena seharusnya saat latihan tidak
> boleh ada senjata modifikasi ke full auto di dalam lapangan tembak,"
> katanya saat dihubungi Tribun, Jakarta, Rabu (17/10/2018).
>
>
> Meski begitu, menguraikan senjata jenis Glock meski dimodifikasi menjadi *full
> automatic*, tetap harus menarik pelatuk satu persatu agar peluru
> terlontar. Tidak bisa, satu kali tarikan lima peluru terlontar sekaligus.
>
>
> "Ini kan pistol, bukan senapan juga. Harus satu-satu nembaknya. Bukan satu
> tarikan pelatuk, langsung lima gitu. Tapi, kita kan juga tidak tahu seperti
> apa modifikasinya. Pribadinya juga seperti apa?" urainya.
>
>
> Dia berandai, jikalau saat itu penembak melakukan reload (penggantian
> magasin) hanya satu peluru yang memungkinkan terlontar secara tidak
> sengaja, yakni, peluru sisa yang masih tertinggal di dalam selongsong.
>
>
> "Kalau dia merasa sudah kosong, kemungkinan kan hanya satu yang sisa.
> Bukan lima. Satu magasin itu bisa isi 15 peluru," lanjutnya.
>
>
> Lagipula lanjutnya, tersangka yang latihan tembak di lokasi itu, bukanlah
> orang yang baru memegang senjata.
>
>
> Sudah mendapatkan sertifikasi dari Perbakin daerah dan sudah diperbolehkan
> untuk berlatih di Senayan, setidaknya sudah memiliki pengalaman selama satu
> tahun belajar memegang senjata.
>
>
> Belum lagi, pasti ada instruktur dan kru dari Lapangan Tembak yang harus
> menemani saat latihan terjadi. "Atlet saja masih harus didampingi kok,"
> tukasnya.
>
>
> "Saya harus tegaskan, prinsip dasar memegang senjata, pertama safety,
> kedua safety, ketiga safety. Harusnya dia (pelaku) tahu soal ini," tegasnya.
>
>
> Belum sampai disitu, Rocky melihat kesalahan lain dari penembak di
> lapangan yang terbuka untuk tembak reaksi, sasaran hanya terbagi dua arah,
> mendatar dan ke bawah.
>
>
> Tidak ada sasaran yang mengarah ke atas dari semua level penembakan yang
> harus dilalui. Jarak tembak paling jauh 25 meter dan paling dekat satu
> meter baik diam maupun target bergerak.
>
>
> "Di dalam *stage-stage* itu, tidak ada yang sampai ratusan meter dan
> tidak ada yang ke atas. Kalaupun posisi tiarap, ada rekoset yang menghalang
> peluru. Tidak akan sampai ke gedung DPR yang ada di seberang," kata dia.
>
> *Pelaku yang Sama*
>
>
> Kabid Balistik, Metarlugi Forensik Puslabfor Polri, Kombes Pol Ulung
> Kanjaya, bakal tetap melakukan uji balistik terhadap peluru yang baru
> ditemukan di Gedung DPR pada hari ini, Rabu (17/10/2018).
>
>
> Meski Ulung, membuka kemungkinan bahwa peluru yang ditemukan masih
> berkaitan dengan kejadian peluru nyasar pada Senin (15/10) lalu.
>
>
> "Kemungkinan bisa saja masih ada kaitannya dengan kejadian yang
> sebelumnya. Tapi nanti kita lakukan Puslabfor lebih lanjut," ujar Ulung
> saat dikonfirmasi wartawan.
>
>
> Polisi sempat menjelaskan penyebab peluru yang dilontarkan senjata oleh
> tersangka IAW langsung keluar empat peluru sekaligus. Tersangka diduga
> menggunakan alat switch custom untuk melontarkan empat peluru.
>
>
> Penyidik bakal memeriksa keterangan dari tersangka untuk mengetahui berapa
> peluru yang berada di dalam magazin peluru.
>
>
> Bisa saja mereka mengaku ada empat peluru pada pistol yang dimodif padahal
> nyatanya ada lebih dari empat peluru.
>
>
> "Bisa kemungkinan pelaku tidak jujur," tutur Ulung.
>
>
> Seperti diketahui, dua peluru kembali di temukan di gedung DPR, Kompleks
> Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (17/10/2018).
>
>
> Peluru tersebut ditemukan di lantai 10 tepatnya ruang 1008 tempat
> berkantornya anggota Fraksi Demokrat Vivi Jayanti Jayabaya, dan ruang 2009
> tempat berkantornya anggota Fraksi PAN Totok Daryanto.
>
>
> Sebelumnya juga sempat ditemukan peluru di ruang kerja anggota Komisi III
> DPR RI, Wenny Warouw dari Fraksi Gerindra dan ruang kerja anggota DPR RI
> Komisi VII, Bambang Heri Purnama dari Fraksi Golkar.
>
>
> Terkait kasus ini, polisi telah menetapkan dua pegawai negeri Kementerian
> Perhubungan berinisial IAW dan RMY sebagai tersangka. Kasus peluru nyasar
> itu ternyata akibat saat keduanya berlatih menembak di Lapangan Tembak,
> Senayan, Jakarta Pusat.
>
>
> Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat  dengan Pasal 1 ayat (1) Undang
> Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan terancam hukuman pidana maksimal 20
> tahun penjara.
>
> Penulis: Amriyono Prakoso
>
> Editor: Malvyandie Haryadi
>
>
> 
>

Kirim email ke