*Apa Yang Memperdekat Asia dan Eropa?*
2018-10-20 15:26:54
http://indonesian.cri.cn/20181020/a97f5a7c-d7ec-f3df-bff6-60a4ea17ffde.html
Perusahaan Lithium Werks BV Belanda baru-baru ini memutuskan untuk
menanam modal sejumlah 1 miliar 850 juta dolar Amerika untuk mengadakan
proyek super bateri lithium sebagai energi baru dan basis penelitian dan
pengembangan di Tiongkok. Ini selain merupakan fenomena terbaru
keterbukaan lebih lanjut pasar domestik Tiongkok, juga merupakan langkah
terbaru Eropa untuk mempererat hubungan Eropa-Tiongkok.
Setelah itu, para pemimpin dari 51 negara Asia dan Eropa serta Uni Eropa
dan ASEAN hari Jumat (19/10) dalam pernyataannya seusai ASEM Summit
selama dua hari berjanji akan mencurahkan tenaga dalam keterbukaan dan
perdagangan bebas, menentang proteksionisme dalam segala bentuk. Mereka
juga menyatakan dukungan kepada Persetujuan Masalah Nuklir Iran dan
penanggapan perubahan iklim global.
Apa yang membuat dua benua Asia dan Eropa bersatu kompak?
Pertama, proteksionisme perdagangan AS yang agresif telah merupakan
tantangan besar di seluruh dunia.
Asia dan Eropa yang sangat menderita ternyata sangat perlu dengan
bergandengan tangan menanggapi tantangan serius tersebut. Tema ASEM
Summit kali ini yang dikemukakan negara-negara Eropa sebagai tuan rumah
telah menunjukkannya. “Eropa dan Asia: Mitra Global Tanggapi Tantangan
Global”.
Kedua, selain menentang proteksionisme perdagangan AS yang destruktif,
negara-negara Asia dan Eropa juga memfokus konektivitas Benua Eurasia.
Tiongkok pada tahun 2013 mengemukakan inisiatif Sabuk dan Jalan dengan
tujuan mendorong konektivitas pembangunan infrastruktur negara-negara
sepanjang Jalan Sutera di darat dan di laut, dan mendorong investasi dan
perdagangan. Pada tahun 2016, Tiongkok dalam ASEM Summit di Mongolia
mengemukakan pembentukan tim kerja konektivitas demi memperkokoh
momentum persatuan dan kerja sama Asia dan Eropa. Menjelang ASEM kali
ini, Uni Eropa mengemukakan strategi baru konektivitas Eropa-Asia.
Ketiga, negara-negara Asia dan Eropa mempunyai pandangan dan kebijakan
yang sama atau hampir sama pada topik-topik penting yang berdampak
terhadap situasi dunia dewasa ini, antara lain masalah perubahan iklim
global dan masalah nuklir Iran.
Ternyata, suatu tatanan internasional yang berdasarkan peraturan, suatu
sistem perdagangan multilateral yang berintikan WTO dan suatu masyarakat
internasional yang berorientasi masa depan dan bertanggung-jawab sesuai
dengan harapan Asia dan Eropa dan sesuai dengan kepentingan global.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com