Kisah reuni ITB di Xia Men yang tentu sangat menarik, bung Jo!
Terimakasih, ... boleh berlanjut begitu ada waktu senggang! Hehehee, ...
Sungguh heibat organisator nya bisa mengatur acara, dan pengaturan
meninjau disepanjang perjalanan itu, apalagi menghadapi lansia-lansia!
Apa tidak terjadi hambatan entah ada peserta yang terlambat, tertinggal
giginya di Hotel ataupun kesehatan bermasalah yg juga biasa terjadi bagi
orang lanjut usia?
Saya tertarik dengan cerita sahabat dari Swis yang ikut pembangunan
waduk raksasa Three Gorges Sungai Yang Tse itu, di bagian
pembangkit-listrik tenaga air nya, jadi harus terjadi tranfer teknologi,
yg oleh Trump terakhir ini dibilang Tiongkok mencuri teknologi maju dari
barat! Tentu saya tidak jelas bagaimana persisnya, tapi nampak jelas
prinsip BERDIKARI tetap dijalankan oleh pemerintah Tiongkok, menerima
bantuan asing darimanapun sebagai KESEMPATAN mereka untuk harus belajar
dan bisa menjalankan sendiri! Perkembangan menjadi lebih heibat lagi,
karena muda-mudi teknisi Tiongkok tidak hanya meniru/menjiplak begitu
saja, tapi sangat kreatif mengembangkan dan menyempurnakan ciptaannya!
Jadi, dalam waktu singkat bisa melampaui hasil pendahulu guru-guru mereka.
Disinilah beda mencolok dengan Indonesia sejak jaman Suharto yg berjiwa
BUDAK itu, masukkan modal-asing hanya mengutamakan berapa% keuntungan
bisa masuk kantong sendiri, akhirnya kekayaan bumi alam dikuras habis,
rakyat dibiarkan TETAP BODOH dan menderita kemiskinan, ... sekarang
muncul Presiden Jokowi yg berusaha keras melaksanakan hanya boleh ekspor
barang-jadi atau 1/2 jadi, tidak lagi boleh hasil-tambang mentah, dan
berusaha keras mengambil alih perusahaan-asing malah dicerca, dimaki
sanasini, ...! Entah bangsa ini maunya apa???
Kalau penghijauan di Tiongkok sudah digencarkan sejak tahun 60-an, itu
yang saya perhatikan, khususnya penanaman pohon-pohon menghadang debu
Gurun Gobi (pasir) yg membuat langit di Beijing jadi gelap
kekuning-kuningan, terasa menyenggak ditenggorokan. Sekalipun dimasa
RBKP sesaat juga terjadi kesalahan ekstrim tidak hanya menebangi
pohon-pohon serampangan, itu sungai buatan, atau lebih tepat dikatakan
kanal-2 yang mengelilingi kota-terlarang ditengah-tengah kota Beijing
itu, sebagian besar diuruk! TIDAK GUNA! Kata Garda Merah. Padahal itu
hasil karya ratusan tahun dari kaisar, bukan hanya untuk perindah istana
saja, tapi adanya aliran air ditengah-tengah kota Beijing itu justru
membuat udara tidak terlalu kering! Akhirnya ditahun 90-an mulai digali
lagi kanal-kanal itu, bahkan diperpanjang dan diperluas, ... Pemerintah
Tiongkok cukup baik memperhatikan dan menjaga lingkungan kehidupan
rakyat yang sehat!
Sepanjang jalan tol di Tiongkok daratan, saya juga perhatikan, sudah
cukup banyak tiang-listrik/lampu jalan sudah gunakan sumber-energi
matahari/angin, ada lempeng+kincir. Dan setiap perumahan didesa-desa
sepanjang jalan tol itu, kalau diperhatikan juga sudah banyak gunakan
lempeng-lempeng listrik-matahari dengan gentong-air disampingnya. Yang
menurut saya kurang baik, sekalipun itu menandakan kemakmuran petani
didesa-desa, ditengah-tengah sawah-ladang, seringkali nampak beberapa
sepeda-motor. Petani-petani itu sudah tidak lagi jalan atau naik sepeda
kesawah-ladang yg mestinya lebih sehat dan tidak menimbulkan polusi!
Atau mungkin setelah semua tanah digabung dalam koperasi utk dikerjakan
bersama, jarak dari rumah tinggal jadi jauh? Entahlah, ...
[email protected] [GELORA45] 於 20/10/2018 23:53 寫道:
Kami memakai 4 bus utk mengangkut kira2 200 orang yang mengikuti
reunie/Reunion TFI (ex ITBer). Tetapi dalam kenyataan, tidak semua
bukan mantan akademisi dari ITB. Banyak yg.mendapat pendidikan
akademik teknik di negara Barat seperti dari Jerman, Belanda, Amerika,
Swiss. Dan juga tidak sedikit yg bukan dari bidang teknologi tetapi
dari bidang medik/kedokteran. Mereka yg berdomisili di Asia tidak
banyak, antara lain satu dari Singapore yg saya bisa berkenalan.
Yg sangat menarik per-tama2 dalam pengamatan saya waktu naik bus di
kota dan highway (diluar kota) ditepi jalan atau highway selalu ada
pohon2. Juga di diantara jalan yg membagi jalan menjadi 2 arus
berlawan selalu ada pohon2 kecil/lebih kecil. Dari ratusan kilometer
highway yg kami lewati tidak ada yg tidak ada pohon2 seperti tsb
diatas kecuapi di jembatan2 (sebab yg tentunya tidak bsa ditanami
pohon2 dipinggir highway nya. Saya tanyakan bagaimana ini bisa terjadi
karena pohon2 perlu dikasih air dan jawabannya adalah ada spesial
kendaraan yg mengairi pohon2 ini. Ini tentunya memerlukan kendaran2
dan tenaga kerja yg tidak murah. Infrastruktur seperti ini, tidak ada
di Amerika dan Kanada sebab terlalu mahal. Selain itu tidak ada tanah
kosong sepanjang jalan yg tidak ada pohon2. Luar biasa infrastuktur
ini yg berguna bagi rakyat Tiongkok. Seperti kita ketahui pohon2
melakukan proses "photosynthesis" yg mengambil CO2 dari udara kotor
dirubah menjadi O2 (oxygen) yg berguna utk pernafasan kita/kesehatan
rakyat Tiongkok. Seperti kita ketahui industri di Tiongkok banyak
menghasilkan polusi dan pohon2 bisa mengurangi polusi,.
Tadi waktu makan malam semeja, saya berkenalan dgn seorang insinjur yg
mendapat pendidikan di Jerman dan kemudian di Swiss (mempunyai 2
kualifikasi) dimana dia/company nya dari Swiss ikut mengbangun Three
Gorges Dam (bendungan yg terbesar didunia utk menampung air dan
mendapat energi listrik). Dia bilang bahwa RRT mengharus kan ada
technology transter dari company nya sebelum company ini bisa
beroperasi di RRT. Dan sekarang, malahan dia sebagai akhli teknik
mengagumi kemajuan RRT. Waktu makan pagi saya semeja dgn seorang dari
Los Angeles dan dia memberi komentar kemajuan RRT. Maka dari itu
presiden Trumft mempunyan semboya 'Make America great again". kerena
sudah kalah infrastrutur nya.
Selain pohon2 di highway, banyak terowongan2 yg menembus pegunungan2,
yg tidak bisa dinilai berapa ongkos2 nya. Gedung2 pencakar langit
tumbuh di-mana2 tetapi sangat teratur. Dan tidak seperti terjadi di
Thailand yg saya lihat 3 minggu yg lalu, yg planning nya sepertinya
ambulradul..
BH Jo
---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
Bung Jo,
Saya lihat, plan tour dari reunie TFI (ex ITBer) justru sudah satu
lebih banyak daripada tempat2 yang saya pernah kunjungi. Dulu , 6
tahun yang lalu, saya
belum kunjungi pegunungan Wuyi yang terkenal akan tehnya. Tetapi ya,
waktu itu
yang diutamakan reunie familie Djie, kunjungi desa asal di Bimen, di
utara sungai,
beberapa km di luar kota Xiamen.
Mungkin bung bisa tanya Hock Tong. Dia sudah menjelajahi provincie
Fujian. Yang pernah dia cerita tentang jendral Chen Zhen yang dikirim
dari Guizi, Henan untuk pacify Fujian. tetapi dia meninggal dalam
perjalanan karena sakit. Digantikan oleh anaknya, Chen Yuan Guang (
Tan Wan Gong) yang baru umur 12 tahun, yang dibimbing neneknya, ahli
srategi perang (ya, di Tiongkok jaman dulu yang jadi jendral2 sudah
ada wanitanya seperti Hwan Lee Hwa, Hua Mulan, dan ibu dari keluarga
Jo (Warriors of the yang clan), juga sudah ada yang pernah jadi
perdana men teri yaitu Beng Lee Koen).
Barangkali bisa kunjungi salah satu temple dari Chen yuan Guang ?
https://en.wikipedia.org/wiki/Tan_Goan-kong
Di samping itu Hock Tong pernah cerita adanya peninggalan fort dari
seorang jendral Qi Jiguang yang berhasil mengalahkan bajak laut
Jepang. Tentaranya dilatih bertempur berkelompok tiap dua orang. Yang
satu gunakan tombak panjang, yang lain gunakan golok pendek. Bung Jo
bisa tanya tempatnya pada Hock Tong atau orang Fujian. Jendral ini ini
bertempur di mana2, sepanjang pantai mengalahkan invasi jepang yang
terutama terdiri dari bajak laut. Dia juga yang membangun tembok besar
Tiongkok, dengan sistem pertahanannya yang luar biasa kuat dan
tentaranya dapat cepat digerakkan di dekat Beijing.
https://en.wikipedia.org/wiki/Qi_Jiguang
< /div>
Kalau banyak waktu bung Jo dapat pergi ke provinsi2 sekitar Fujian,
seperti Taiwan, Zhejiang ( kota Hangzhou dari Jack Ma, kuburan Yu Fei
(Gak Hoei dan puteranya, juga seorang jendral), West Lke (Xi Hu)
dengan shownya yang sangat menarik. Saya begitu tertarik dengan Hang
Zhou, sampai sudah 6 kali ke sana.
O, ya, jangan lupa ke Huang Shan. Ini waktunya yang baik. Indah
sekali. Tetapi mesti ditandu dua orang. Jalannya terjal.
Orang bilang : Di atas ada sorga, di bawah ada Hang Zhou dan So Zhou.
Di jaman dulu wania So Zhou terkenal akan kecantikannya dan suaranya
yang melodious. Waktu tahun 1996 saya ke So Zhou, wanitanya jalan ya
seperti kita asal Indonesia, "lenggang2 ", wah sekarang kok seperti
tergesa-gesa dan pakaiannya juga jadi sembarangan. Temn saya bilang,
mereka ini kan turis dari desa.
Ada beberapa show dalam sehari di hangzhou. Menarik juga ke Guang Dong
(Kanton).
Salam,
KH
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com